<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Sita 197 Ton Narkotika, Henry Yosodiningrat: Bongkar Sindikat Narkoba hingga ke Akar!</title><description>Henry melanjutkan, dengan disitanya narkoba berjumlah hampir 200 ton tersebut, artinya telah memutus peredaran gelap narkoba.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/25/337/3179256/polri-sita-197-ton-narkotika-henry-yosodiningrat-bongkar-sindikat-narkoba-hingga-ke-akar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/25/337/3179256/polri-sita-197-ton-narkotika-henry-yosodiningrat-bongkar-sindikat-narkoba-hingga-ke-akar"/><item><title>Polri Sita 197 Ton Narkotika, Henry Yosodiningrat: Bongkar Sindikat Narkoba hingga ke Akar!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/25/337/3179256/polri-sita-197-ton-narkotika-henry-yosodiningrat-bongkar-sindikat-narkoba-hingga-ke-akar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/25/337/3179256/polri-sita-197-ton-narkotika-henry-yosodiningrat-bongkar-sindikat-narkoba-hingga-ke-akar</guid><pubDate>Sabtu 25 Oktober 2025 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/25/337/3179256/polri-1CKF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/25/337/3179256/polri-1CKF_large.jpg</image><title>Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat/Okezone</title></images><description>JAKARTA - DPP Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mengapresiasi pengungkapan 38 ribu kasus dan penyitaan terhadap 197 ton narkoba yang dilakukan Polri sepanjang Januari-Oktober 2025. Pasalnya, pengungkapan kasus dengan tersangka lebih dari 51 ribu bukan temuan secara kebetulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi dari hasil analisa dan penyelidikan serta pengintaian dalam waktu yang lama dengan tingkat kesulitan yang tinggi,&amp;rsquo;&amp;rsquo;ujar Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat, Sabtu (25/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Karena sindikat narkoba menggunakan modus operandi yang berubah-ubah serta dengan militansi yang tinggi,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Henry melanjutkan, dengan disitanya narkoba berjumlah hampir 200 ton tersebut, artinya telah memutus peredaran gelap narkotika&amp;nbsp;sehingga tidak sampai ke tangan pengguna, baik pemula maupun pecandu. &amp;quot;Hal itu berarti telah menyelamatkan hampir 200 juta anak bangsa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia berharap, dalam pengungkapan kasus ini tidak hanya menangkap pelaku dan menyita barang bukti, tapi membongkar serta melumpuhkan sindikat hingga ke akarnya.&#13;
&#13;
Henry meminta pelaku yang masih dalam kategori anak diperlakukan sebagai korban dan tidak dihukum, namun dilakukan rehabilitasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengguna meskipun menurut undang-undang adalah pelaku kejahatan narkoba, tapi saya berpendapat bahwa pengguna anak adalah korban yang tidak layak untuk dihukum, melainkan mereka harus direhab, karena generasi muda adalah masa depan bangsa,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono, menyebut hasil ini sebagai bentuk nyata komitmen Polri menjalankan amanat Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo&amp;ndash;Gibran, yaitu memberantas narkoba hingga ke akar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemberantasan dan pencegahan narkoba harus dilakukan terus-menerus. Pak Kapolri sudah menegaskan, perang melawan narkoba dari hulu ke hilir tidak boleh berhenti,&amp;rdquo; kata Syahar dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - DPP Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mengapresiasi pengungkapan 38 ribu kasus dan penyitaan terhadap 197 ton narkoba yang dilakukan Polri sepanjang Januari-Oktober 2025. Pasalnya, pengungkapan kasus dengan tersangka lebih dari 51 ribu bukan temuan secara kebetulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi dari hasil analisa dan penyelidikan serta pengintaian dalam waktu yang lama dengan tingkat kesulitan yang tinggi,&amp;rsquo;&amp;rsquo;ujar Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat, Sabtu (25/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Karena sindikat narkoba menggunakan modus operandi yang berubah-ubah serta dengan militansi yang tinggi,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Henry melanjutkan, dengan disitanya narkoba berjumlah hampir 200 ton tersebut, artinya telah memutus peredaran gelap narkotika&amp;nbsp;sehingga tidak sampai ke tangan pengguna, baik pemula maupun pecandu. &amp;quot;Hal itu berarti telah menyelamatkan hampir 200 juta anak bangsa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia berharap, dalam pengungkapan kasus ini tidak hanya menangkap pelaku dan menyita barang bukti, tapi membongkar serta melumpuhkan sindikat hingga ke akarnya.&#13;
&#13;
Henry meminta pelaku yang masih dalam kategori anak diperlakukan sebagai korban dan tidak dihukum, namun dilakukan rehabilitasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengguna meskipun menurut undang-undang adalah pelaku kejahatan narkoba, tapi saya berpendapat bahwa pengguna anak adalah korban yang tidak layak untuk dihukum, melainkan mereka harus direhab, karena generasi muda adalah masa depan bangsa,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono, menyebut hasil ini sebagai bentuk nyata komitmen Polri menjalankan amanat Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo&amp;ndash;Gibran, yaitu memberantas narkoba hingga ke akar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemberantasan dan pencegahan narkoba harus dilakukan terus-menerus. Pak Kapolri sudah menegaskan, perang melawan narkoba dari hulu ke hilir tidak boleh berhenti,&amp;rdquo; kata Syahar dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
