<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MPR Bicara Peluang Amandemen UUD 1945</title><description>Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan lembaganya tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan amandemen UUD 1945.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/26/337/3179402/ketua-mpr-bicara-peluang-amandemen-uud-1945</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/26/337/3179402/ketua-mpr-bicara-peluang-amandemen-uud-1945"/><item><title>Ketua MPR Bicara Peluang Amandemen UUD 1945</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/26/337/3179402/ketua-mpr-bicara-peluang-amandemen-uud-1945</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/26/337/3179402/ketua-mpr-bicara-peluang-amandemen-uud-1945</guid><pubDate>Minggu 26 Oktober 2025 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/26/337/3179402/mpr-NWIy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR Ahmad Muzani (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/26/337/3179402/mpr-NWIy_large.jpg</image><title>Ketua MPR Ahmad Muzani (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan lembaganya tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan amandemen UUD 1945. Hal ini dikatakan Muzani merespons adanya wacana amandemen yang sempat bergulir beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;MPR selama ini juga tidak menutup diri terhadap masukan, pandangan, bahkan kritik dari mana pun. Termasuk dalam hal amandemen Undang-Undang Dasar 1945, kita tidak mengunci rapat-rapat tentang kemungkinan itu,&amp;quot; kata Muzani, Minggu (26/10/2025).&#13;
&#13;
Menurut dia, mengunci rapat-rapat terhadap pikiran amandemen UUD 1945 adalah menutup rapat-rapat adanya ide-ide cemerlang tentang masa depan bangsa dan konstitusi negara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati membuka peluang tersebut, Muzani menegaskan MPR RI tentu tidak akan mudah mengambil keputusan untuk melakukan proses amandemen kembali UUD 1945, meskipun banyak pihak yang mendorongnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi sebaliknya mempermudah terhadap amandemen Undang-Undang Dasar 1945 juga sesuatu yang harus dipikirkan karena ini adalah sebuah konstitusi negara yang harus kita pikirkan secara cermat, matang akan adanya perubahan-perubahan itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra itu memastikan, MPR terus membuka diri terhadap seluruh pandangan terkait wacana amandemen UUD 1945. Muzani memahami ada pro kontra di masyarakat terkait amandemen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tahu bahwa ada pandangan di masyarakat yang menghendaki adanya amandemen, kami mengerti di masyarakat adanya yang berpikir juga cukup amandemen sampai di sini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan lembaganya tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan amandemen UUD 1945. Hal ini dikatakan Muzani merespons adanya wacana amandemen yang sempat bergulir beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;MPR selama ini juga tidak menutup diri terhadap masukan, pandangan, bahkan kritik dari mana pun. Termasuk dalam hal amandemen Undang-Undang Dasar 1945, kita tidak mengunci rapat-rapat tentang kemungkinan itu,&amp;quot; kata Muzani, Minggu (26/10/2025).&#13;
&#13;
Menurut dia, mengunci rapat-rapat terhadap pikiran amandemen UUD 1945 adalah menutup rapat-rapat adanya ide-ide cemerlang tentang masa depan bangsa dan konstitusi negara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati membuka peluang tersebut, Muzani menegaskan MPR RI tentu tidak akan mudah mengambil keputusan untuk melakukan proses amandemen kembali UUD 1945, meskipun banyak pihak yang mendorongnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi sebaliknya mempermudah terhadap amandemen Undang-Undang Dasar 1945 juga sesuatu yang harus dipikirkan karena ini adalah sebuah konstitusi negara yang harus kita pikirkan secara cermat, matang akan adanya perubahan-perubahan itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra itu memastikan, MPR terus membuka diri terhadap seluruh pandangan terkait wacana amandemen UUD 1945. Muzani memahami ada pro kontra di masyarakat terkait amandemen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tahu bahwa ada pandangan di masyarakat yang menghendaki adanya amandemen, kami mengerti di masyarakat adanya yang berpikir juga cukup amandemen sampai di sini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
