<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Minta Dahnil Anzar Cabut Pernyataan Soal Dugaan Kebocoran Dana Haji Rp5 Triliun</title><description>Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, meminta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mencabut pernyataannya, terkait dugaan kebocoran dana haji sebesar 5% atau sekitar Rp5 triliun.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/27/337/3179676/dpr-minta-dahnil-anzar-cabut-pernyataan-soal-dugaan-kebocoran-dana-haji-rp5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/27/337/3179676/dpr-minta-dahnil-anzar-cabut-pernyataan-soal-dugaan-kebocoran-dana-haji-rp5-triliun"/><item><title>DPR Minta Dahnil Anzar Cabut Pernyataan Soal Dugaan Kebocoran Dana Haji Rp5 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/27/337/3179676/dpr-minta-dahnil-anzar-cabut-pernyataan-soal-dugaan-kebocoran-dana-haji-rp5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/27/337/3179676/dpr-minta-dahnil-anzar-cabut-pernyataan-soal-dugaan-kebocoran-dana-haji-rp5-triliun</guid><pubDate>Senin 27 Oktober 2025 21:26 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/27/337/3179676/ketua_komisi_viii_dpr_ri_marwan_dasopang-nvOa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/27/337/3179676/ketua_komisi_viii_dpr_ri_marwan_dasopang-nvOa_large.jpg</image><title>Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, meminta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mencabut pernyataannya, terkait dugaan kebocoran dana haji sebesar 5% atau sekitar Rp5 triliun.&#13;
&#13;
Permintaan tersebut disampaikan Marwan saat Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Kementerian Haji dan Umrah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, pernyataan sebetulnya dalam pikiran teman-teman sama dengan Pak Ansory, minta dicabut pernyataan itu,&amp;rdquo; ujar Marwan.&#13;
&#13;
Marwan menegaskan, bahwa Komisi VIII sebenarnya tidak mempermasalahkan pernyataan Dahnil. Namun, ia mengingatkan adanya konsekuensi politik dan publik di balik pernyataan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konsekuensinya, kalau penyelenggaraan haji kita putuskan seperti ini, tahu-tahu besok ada persoalan. Berarti diduga masih bocor Rp5 triliun. Bocornya di mana?&amp;rdquo; kata Marwan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mulai sekarang declare, kami tidak ikut apa-apa, tidak tahu kami itu. Berarti bocornya ada di Kemenhaj. Akibatnya itu,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap adanya potensi kebocoran anggaran dalam penyelenggaraan haji mencapai 20&amp;ndash;30 persen atau sekitar Rp5 triliun per tahun. Ia menilai, jika kebocoran tersebut dapat ditekan, biaya penyelenggaraan haji bisa diturunkan.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan ikut memonitor dugaan potensi kebocoran anggaran haji tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait anggaran haji yang setiap tahun ada kebocoran sekitar Rp5 triliun, itu bisa dilakukan monitoring oleh Direktorat Monitoring, dilakukan evaluasi,&amp;rdquo; ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Rabu (1/10/2025).&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, meminta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mencabut pernyataannya, terkait dugaan kebocoran dana haji sebesar 5% atau sekitar Rp5 triliun.&#13;
&#13;
Permintaan tersebut disampaikan Marwan saat Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Kementerian Haji dan Umrah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, pernyataan sebetulnya dalam pikiran teman-teman sama dengan Pak Ansory, minta dicabut pernyataan itu,&amp;rdquo; ujar Marwan.&#13;
&#13;
Marwan menegaskan, bahwa Komisi VIII sebenarnya tidak mempermasalahkan pernyataan Dahnil. Namun, ia mengingatkan adanya konsekuensi politik dan publik di balik pernyataan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konsekuensinya, kalau penyelenggaraan haji kita putuskan seperti ini, tahu-tahu besok ada persoalan. Berarti diduga masih bocor Rp5 triliun. Bocornya di mana?&amp;rdquo; kata Marwan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mulai sekarang declare, kami tidak ikut apa-apa, tidak tahu kami itu. Berarti bocornya ada di Kemenhaj. Akibatnya itu,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap adanya potensi kebocoran anggaran dalam penyelenggaraan haji mencapai 20&amp;ndash;30 persen atau sekitar Rp5 triliun per tahun. Ia menilai, jika kebocoran tersebut dapat ditekan, biaya penyelenggaraan haji bisa diturunkan.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan ikut memonitor dugaan potensi kebocoran anggaran haji tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait anggaran haji yang setiap tahun ada kebocoran sekitar Rp5 triliun, itu bisa dilakukan monitoring oleh Direktorat Monitoring, dilakukan evaluasi,&amp;rdquo; ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Rabu (1/10/2025).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
