<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Waspada Dengar Rencana Prancis Kirim 2.000 Tentara Perang ke Ukraina</title><description>Juru bicara Kremlin (Pemerintah Rusia), Dmitry Peskov, mengatakan informasi yang mengklaim Prancis berencana mengirim tentara ke Ukraina sebagai hal yang mengkhawatirkan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/29/18/3179973/rusia-waspada-dengar-rencana-prancis-kirim-2-000-tentara-perang-ke-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/29/18/3179973/rusia-waspada-dengar-rencana-prancis-kirim-2-000-tentara-perang-ke-ukraina"/><item><title>Rusia Waspada Dengar Rencana Prancis Kirim 2.000 Tentara Perang ke Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/29/18/3179973/rusia-waspada-dengar-rencana-prancis-kirim-2-000-tentara-perang-ke-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/29/18/3179973/rusia-waspada-dengar-rencana-prancis-kirim-2-000-tentara-perang-ke-ukraina</guid><pubDate>Rabu 29 Oktober 2025 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/29/18/3179973/peskov-SzsY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru bicara Kremlin (Pemerintah Rusia), Dmitry Peskov/Foto: TASS</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/29/18/3179973/peskov-SzsY_large.jpg</image><title>Juru bicara Kremlin (Pemerintah Rusia), Dmitry Peskov/Foto: TASS</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Juru bicara Kremlin (Pemerintah Rusia), Dmitry Peskov, mengatakan informasi yang mengklaim Prancis berencana mengirim tentara ke Ukraina sebagai hal yang mengkhawatirkan.&#13;
&#13;
Komentar Peskov ini menanggapi laporan Dinas Intelijen Rusia (SVR) yang mengklaim Paris sedang mempersiapkan 2.000 tentara perang untuk Ukraina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini mengkhawatirkan,&amp;quot; ujar Peskov dalam konferensi pers saat diminta mengomentari laporan tersebut seperti dilansir Anadolu, Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
Ketika ditanya mengenai prospek dimulainya kembali negosiasi menyelesaikan konflik Ukraina, Peskov mengatakan jeda saat ini disebabkan keengganan Kyiv melanjutkan proses negosiasi.&#13;
&#13;
Kyiv juga disebut menolak menanggapi proposal Moskow untuk kerja sama lebih lanjut dalam tiga kelompok yakni urusan politik, militer, dan kemanusiaan.&#13;
&#13;
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar langsung dari Prancis. Diketahui, Prancis bersama Inggris memimpin apa yang disebut &amp;quot;koalisi sukarela&amp;quot; yang bertujuan mengerahkan pasukan ke Ukraina setelah konflik berakhir.&#13;
&#13;
Peskov juga bereaksi keras terhadap pernyataan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk yang mengklaim Ukraina berhak menyerang objek infrastruktur Rusia di seluruh Eropa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru bicara Kremlin itu mengatakan pernyataan Tusk sama saja dengan membenarkan tindakan teroris. Ia merekomendasikan agar para pemimpin negara-negara Eropa merenungkan mengapa aliansi erat dengan Polandia yang membenarkan serangan teroris diperlukan bagi Uni Eropa (UE).&#13;
&#13;
Peskov juga memperingatkan, jika Eropa terus mendukung Ukraina, itu akan berarti pengeluaran lebih lanjut bagi para pembayar pajak mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sini, orang Eropa harus bersiap menghadapi fakta bahwa jika mereka melanjutkan hubungan mereka dengan rezim Kyiv seperti yang mereka lakukan sekarang, mereka harus membayar lebih lama dan lebih banyak,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Juru bicara Kremlin (Pemerintah Rusia), Dmitry Peskov, mengatakan informasi yang mengklaim Prancis berencana mengirim tentara ke Ukraina sebagai hal yang mengkhawatirkan.&#13;
&#13;
Komentar Peskov ini menanggapi laporan Dinas Intelijen Rusia (SVR) yang mengklaim Paris sedang mempersiapkan 2.000 tentara perang untuk Ukraina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini mengkhawatirkan,&amp;quot; ujar Peskov dalam konferensi pers saat diminta mengomentari laporan tersebut seperti dilansir Anadolu, Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
Ketika ditanya mengenai prospek dimulainya kembali negosiasi menyelesaikan konflik Ukraina, Peskov mengatakan jeda saat ini disebabkan keengganan Kyiv melanjutkan proses negosiasi.&#13;
&#13;
Kyiv juga disebut menolak menanggapi proposal Moskow untuk kerja sama lebih lanjut dalam tiga kelompok yakni urusan politik, militer, dan kemanusiaan.&#13;
&#13;
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar langsung dari Prancis. Diketahui, Prancis bersama Inggris memimpin apa yang disebut &amp;quot;koalisi sukarela&amp;quot; yang bertujuan mengerahkan pasukan ke Ukraina setelah konflik berakhir.&#13;
&#13;
Peskov juga bereaksi keras terhadap pernyataan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk yang mengklaim Ukraina berhak menyerang objek infrastruktur Rusia di seluruh Eropa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru bicara Kremlin itu mengatakan pernyataan Tusk sama saja dengan membenarkan tindakan teroris. Ia merekomendasikan agar para pemimpin negara-negara Eropa merenungkan mengapa aliansi erat dengan Polandia yang membenarkan serangan teroris diperlukan bagi Uni Eropa (UE).&#13;
&#13;
Peskov juga memperingatkan, jika Eropa terus mendukung Ukraina, itu akan berarti pengeluaran lebih lanjut bagi para pembayar pajak mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sini, orang Eropa harus bersiap menghadapi fakta bahwa jika mereka melanjutkan hubungan mereka dengan rezim Kyiv seperti yang mereka lakukan sekarang, mereka harus membayar lebih lama dan lebih banyak,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
