<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen Dikdasmen: Kecerdasan Buatan Isyarat Arah Ekosistem Pendidikan</title><description>Pendekatan ini membuka ruang penilaian proses berpikir secara transparan dan membiasakan integritas akademik digital sejak dini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/29/337/3180076/wamen-dikdasmen-kecerdasan-buatan-isyarat-arah-ekosistem-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/29/337/3180076/wamen-dikdasmen-kecerdasan-buatan-isyarat-arah-ekosistem-pendidikan"/><item><title>Wamen Dikdasmen: Kecerdasan Buatan Isyarat Arah Ekosistem Pendidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/29/337/3180076/wamen-dikdasmen-kecerdasan-buatan-isyarat-arah-ekosistem-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/29/337/3180076/wamen-dikdasmen-kecerdasan-buatan-isyarat-arah-ekosistem-pendidikan</guid><pubDate>Rabu 29 Oktober 2025 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/29/337/3180076/pemerintah-Ybyl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamen Dikdasmen: Kecerdasan Buatan Isyarat Arah Ekosistem Pendidikan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/29/337/3180076/pemerintah-Ybyl_large.jpg</image><title>Wamen Dikdasmen: Kecerdasan Buatan Isyarat Arah Ekosistem Pendidikan</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;&amp;mdash; Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, &amp;nbsp;Atip Latipulhayat, dan Kepala BSKAP Toni Toharudin, meninjau langsung implementasi pembelajaran berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Sekolah Cendekia Harapan (CH School), di Badung, Bali.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Wamen Dikdasmen menyebut praktik kecerdasan buatan (AI) yang dia kunjungi sebagai isyarat arah bagi ekosistem pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Relevansi tidak harus menunggu perubahan regulasi, tetapi dapat dimulai dari kelas yang berani bereksperimen dan transparan,&amp;rdquo;ujar Atip, Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Kepala BSKAP Toni Toharudin menilai pendekatan CH School selaras dengan mandat standar dan asesmen yang menekankan fleksibilitas kurikulum, literasi teknologi, dan penguatan karakter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang tampak di sini bukan sekadar keterampilan abad ke-21, tetapi juga kebijaksanaan abad ke-21,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, siswa SD, SMP, dan SMA memaparkan proyek lintas disiplin, dari rancangan pengelolaan sampah berbantuan AI, aplikasi dengan etika lingkungan, hingga analisis sosial berbasis data.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setiap karya disertai Human&amp;ndash;AI Collaboration Statement yang merinci porsi bantuan AI dan porsi nalar siswa, lengkap dengan tautan riwayat percakapan mereka dengan alat AI.&#13;
&#13;
Pendekatan ini membuka ruang penilaian proses berpikir secara transparan dan membiasakan integritas akademik digital sejak dini.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;&amp;mdash; Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, &amp;nbsp;Atip Latipulhayat, dan Kepala BSKAP Toni Toharudin, meninjau langsung implementasi pembelajaran berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Sekolah Cendekia Harapan (CH School), di Badung, Bali.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Wamen Dikdasmen menyebut praktik kecerdasan buatan (AI) yang dia kunjungi sebagai isyarat arah bagi ekosistem pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Relevansi tidak harus menunggu perubahan regulasi, tetapi dapat dimulai dari kelas yang berani bereksperimen dan transparan,&amp;rdquo;ujar Atip, Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Kepala BSKAP Toni Toharudin menilai pendekatan CH School selaras dengan mandat standar dan asesmen yang menekankan fleksibilitas kurikulum, literasi teknologi, dan penguatan karakter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang tampak di sini bukan sekadar keterampilan abad ke-21, tetapi juga kebijaksanaan abad ke-21,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, siswa SD, SMP, dan SMA memaparkan proyek lintas disiplin, dari rancangan pengelolaan sampah berbantuan AI, aplikasi dengan etika lingkungan, hingga analisis sosial berbasis data.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setiap karya disertai Human&amp;ndash;AI Collaboration Statement yang merinci porsi bantuan AI dan porsi nalar siswa, lengkap dengan tautan riwayat percakapan mereka dengan alat AI.&#13;
&#13;
Pendekatan ini membuka ruang penilaian proses berpikir secara transparan dan membiasakan integritas akademik digital sejak dini.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
