<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir di Jakarta! 54 RT Masih Terendam hingga Malam Ini</title><description>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, mencatat masih terdapat 54 RT yang terendam banjir hingga Kamis (30 Oktober 2025) malam ini. Data ini dimutakhirkan pada pukul 22.00 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/30/338/3180401/banjir-di-jakarta-54-rt-masih-terendam-hingga-malam-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/30/338/3180401/banjir-di-jakarta-54-rt-masih-terendam-hingga-malam-ini"/><item><title>Banjir di Jakarta! 54 RT Masih Terendam hingga Malam Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/30/338/3180401/banjir-di-jakarta-54-rt-masih-terendam-hingga-malam-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/30/338/3180401/banjir-di-jakarta-54-rt-masih-terendam-hingga-malam-ini</guid><pubDate>Kamis 30 Oktober 2025 23:26 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/30/338/3180401/banjir_hingga_macet_di_jalan_kapten_tendean_jaksel-ceEt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir hingga macet di Jalan Kapten Tendean Jaksel (foto: Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/30/338/3180401/banjir_hingga_macet_di_jalan_kapten_tendean_jaksel-ceEt_large.jpg</image><title>Banjir hingga macet di Jalan Kapten Tendean Jaksel (foto: Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, mencatat masih terdapat 54 RT yang terendam banjir hingga Kamis (30 Oktober 2025) malam ini. Data ini dimutakhirkan pada pukul 22.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 54 RT,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.&#13;
&#13;
Dari catatan BPBD, wilayah yang paling banyak terendam banjir masih didominasi oleh Jakarta Selatan. Tercatat, ada 53 RT yang masih terendam banjir. Sementara satu RT lainnya berada di wilayah Jakarta Timur.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun data wilayah terdampak sebagai berikut:&#13;
&#13;
Jakarta Selatan (53 RT)&#13;
&#13;
Kel. Cilandak Barat: 1 RT&#13;
Ketinggian: 80 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
Kel. Cipete Utara: 3 RT&#13;
Ketinggian: 160 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kel. Petogogan: 27 RT&#13;
Ketinggian: 30 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
Kel. Bangka: 2 RT&#13;
Ketinggian: 110 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang&#13;
&#13;
Kel. Kuningan Barat: 6 RT&#13;
Ketinggian: 110 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang&#13;
&#13;
Kel. Pela Mampang: 9 RT&#13;
Ketinggian: 90 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi&#13;
&#13;
Kel. Cilandak Timur: 3 RT&#13;
Ketinggian: 130 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
Kel. Kebagusan: 2 RT&#13;
Ketinggian: 50 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jakarta Timur (1 RT)&#13;
&#13;
Kel. Tengah: 1 RT&#13;
Ketinggian: 60 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah serta mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Langkah ini dilakukan bersama para lurah dan camat setempat, sekaligus menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, mencatat masih terdapat 54 RT yang terendam banjir hingga Kamis (30 Oktober 2025) malam ini. Data ini dimutakhirkan pada pukul 22.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 54 RT,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.&#13;
&#13;
Dari catatan BPBD, wilayah yang paling banyak terendam banjir masih didominasi oleh Jakarta Selatan. Tercatat, ada 53 RT yang masih terendam banjir. Sementara satu RT lainnya berada di wilayah Jakarta Timur.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun data wilayah terdampak sebagai berikut:&#13;
&#13;
Jakarta Selatan (53 RT)&#13;
&#13;
Kel. Cilandak Barat: 1 RT&#13;
Ketinggian: 80 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
Kel. Cipete Utara: 3 RT&#13;
Ketinggian: 160 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kel. Petogogan: 27 RT&#13;
Ketinggian: 30 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
Kel. Bangka: 2 RT&#13;
Ketinggian: 110 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang&#13;
&#13;
Kel. Kuningan Barat: 6 RT&#13;
Ketinggian: 110 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang&#13;
&#13;
Kel. Pela Mampang: 9 RT&#13;
Ketinggian: 90 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi&#13;
&#13;
Kel. Cilandak Timur: 3 RT&#13;
Ketinggian: 130 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut&#13;
&#13;
Kel. Kebagusan: 2 RT&#13;
Ketinggian: 50 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jakarta Timur (1 RT)&#13;
&#13;
Kel. Tengah: 1 RT&#13;
Ketinggian: 60 cm&#13;
Penyebab: Curah hujan tinggi&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah serta mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Langkah ini dilakukan bersama para lurah dan camat setempat, sekaligus menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
