<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>121 Orang Tewas saat Penggerebekan Polisi Paling Mematikan di Brasil, Ditemukan Tanda Penyiksaan</title><description>Beberapa penduduk setempat mengatakan mereka telah menemukan mayat dengan anggota badan terikat dan tanda-tanda penyiksaan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/31/18/3180456/121-orang-tewas-saat-penggerebekan-polisi-paling-mematikan-di-brasil-ditemukan-tanda-penyiksaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/31/18/3180456/121-orang-tewas-saat-penggerebekan-polisi-paling-mematikan-di-brasil-ditemukan-tanda-penyiksaan"/><item><title>121 Orang Tewas saat Penggerebekan Polisi Paling Mematikan di Brasil, Ditemukan Tanda Penyiksaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/31/18/3180456/121-orang-tewas-saat-penggerebekan-polisi-paling-mematikan-di-brasil-ditemukan-tanda-penyiksaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/31/18/3180456/121-orang-tewas-saat-penggerebekan-polisi-paling-mematikan-di-brasil-ditemukan-tanda-penyiksaan</guid><pubDate>Jum'at 31 Oktober 2025 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/31/18/3180456/brasil-Wl0v_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">121 Orang Tewas saat Penggerebekan Polisi Paling Mematikan di Brasil, Ditemukan Tanda Penyiksaan (Agencia Nacional)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/31/18/3180456/brasil-Wl0v_large.jpg</image><title>121 Orang Tewas saat Penggerebekan Polisi Paling Mematikan di Brasil, Ditemukan Tanda Penyiksaan (Agencia Nacional)</title></images><description>RIO DE JANEIRO - Sebanyak 121 orang tewas dalam &amp;nbsp;penggerebekan polisi paling mematikan yang pernah terjadi di Brasil. Empat di antaranya adalah petugas polisi, yang sudah dimakamkan.&#13;
&#13;
1. Ratusan Korban Belum Diidentifikasi&#13;
&#13;
Keluarga-keluarga berbaris di kamar mayat pada Kamis (30/10/2025) di Rio de Janeiro, Brasil untuk mengidentifikasi kerabat dalam penggerebekan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pihak berwenang mengatakan setidaknya 121 orang, termasuk para petugas, tewas dalam penggerebekan hari Selasa (28/10/2025). Penggerebekan itu menargetkan geng Comando Vermelho yang mengendalikan perdagangan narkoba di beberapa favela - lingkungan miskin dan padat penduduk yang terjalin di antara perbukitan kota.&#13;
&#13;
Banyak jenazah korban tewas diambil oleh penduduk setempat dari kawasan hutan dekat favela Penha pada Selasa malam.&#13;
&#13;
Pada Kamis pagi, lebih dari 100 jenazah masih menunggu autopsi atau identifikasi di kamar mayat setempat. Para kerabat berdiri di luar, mengamati melalui pagar dan menunggu kabar terbaru.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa penduduk setempat mengatakan mereka telah menemukan mayat dengan anggota badan terikat dan tanda-tanda penyiksaan. Ini memicu protes dan reaksi politik di negara tempat polisi membunuh lebih dari 6.000 orang tahun lalu, menurut data pemerintah.&#13;
&#13;
Victor Santos, sekretaris keamanan negara bagian Rio, mengatakan pada hari Kamis bahwa&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap pelanggaran yang mungkin terjadi, yang saya yakini tidak terjadi, akan diselidiki,&amp;quot; kata Sekretaris Keamanan Negara Bagian Rio, Victor Santos, melansir Reuters, Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, menyebut operasi itu sukses. Ia mengatakan &amp;quot;satu-satunya korban sebenarnya&amp;quot; adalah para petugas yang terbunuh. Ia melanjutkan, korban tewas lainnya adalah penjahat.&#13;
&#13;
Castro dijadwalkan bertemu pada hari Kamis dengan beberapa gubernur negara bagian yang berhaluan kanan, yang datang ke Rio untuk menunjukkan dukungan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Janji Presiden Perangi Kejahatan&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekelompok anggota parlemen sayap kiri yang dipimpin oleh Anggota Kongres Taliria Petrone mengunjungi lingkungan Penha untuk bertemu dan berbicara dengan penduduk setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan memantau situasi dengan saksama setelah pembantaian lain di favela,&amp;quot; kata Petrone di media sosial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyerukan &amp;quot;kebenaran, keadilan, dan akuntabilitas dalam menghadapi operasi lain yang ditandai dengan pelanggaran hak asasi manusia.&amp;quot;&#13;
&#13;
Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengkritik tingginya korban jiwa dalam operasi bergaya militer tersebut dan mengatakan perlu ada penyelidikan.&#13;
&#13;
Santos mengatakan tidak ada hubungan antara penggerebekan tersebut dengan acara-acara global yang akan diselenggarakan Rio minggu depan terkait dengan negosiasi iklim COP30 PBB, termasuk KTT C40 para wali kota yang membahas pemanasan global dan Penghargaan Earthshot Pangeran William.&#13;
&#13;
Hakim Ricardo Lewandowski mengatakan, Pemerintah federal Brasil terkejut dengan operasi yang dilakukan oleh kepolisian negara bagian Rio.&#13;
&#13;
Presiden Luiz In&amp;aacute;cio Lula da Silva menyerukan kerja terkoordinasi yang menyasar geng-geng tersebut tanpa membahayakan polisi dan keluarga yang tidak bersalah.&#13;
&#13;
Pada Kamis, ia menandatangani undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pejabat publik yang terlibat dalam memerangi kejahatan terorganisir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Brasil tidak menoleransi organisasi kriminal dan bertindak untuk memerangi mereka dengan semangat yang semakin besar,&amp;quot; tulisnya di media sosial.&#13;
</description><content:encoded>RIO DE JANEIRO - Sebanyak 121 orang tewas dalam &amp;nbsp;penggerebekan polisi paling mematikan yang pernah terjadi di Brasil. Empat di antaranya adalah petugas polisi, yang sudah dimakamkan.&#13;
&#13;
1. Ratusan Korban Belum Diidentifikasi&#13;
&#13;
Keluarga-keluarga berbaris di kamar mayat pada Kamis (30/10/2025) di Rio de Janeiro, Brasil untuk mengidentifikasi kerabat dalam penggerebekan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pihak berwenang mengatakan setidaknya 121 orang, termasuk para petugas, tewas dalam penggerebekan hari Selasa (28/10/2025). Penggerebekan itu menargetkan geng Comando Vermelho yang mengendalikan perdagangan narkoba di beberapa favela - lingkungan miskin dan padat penduduk yang terjalin di antara perbukitan kota.&#13;
&#13;
Banyak jenazah korban tewas diambil oleh penduduk setempat dari kawasan hutan dekat favela Penha pada Selasa malam.&#13;
&#13;
Pada Kamis pagi, lebih dari 100 jenazah masih menunggu autopsi atau identifikasi di kamar mayat setempat. Para kerabat berdiri di luar, mengamati melalui pagar dan menunggu kabar terbaru.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa penduduk setempat mengatakan mereka telah menemukan mayat dengan anggota badan terikat dan tanda-tanda penyiksaan. Ini memicu protes dan reaksi politik di negara tempat polisi membunuh lebih dari 6.000 orang tahun lalu, menurut data pemerintah.&#13;
&#13;
Victor Santos, sekretaris keamanan negara bagian Rio, mengatakan pada hari Kamis bahwa&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap pelanggaran yang mungkin terjadi, yang saya yakini tidak terjadi, akan diselidiki,&amp;quot; kata Sekretaris Keamanan Negara Bagian Rio, Victor Santos, melansir Reuters, Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, menyebut operasi itu sukses. Ia mengatakan &amp;quot;satu-satunya korban sebenarnya&amp;quot; adalah para petugas yang terbunuh. Ia melanjutkan, korban tewas lainnya adalah penjahat.&#13;
&#13;
Castro dijadwalkan bertemu pada hari Kamis dengan beberapa gubernur negara bagian yang berhaluan kanan, yang datang ke Rio untuk menunjukkan dukungan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Janji Presiden Perangi Kejahatan&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekelompok anggota parlemen sayap kiri yang dipimpin oleh Anggota Kongres Taliria Petrone mengunjungi lingkungan Penha untuk bertemu dan berbicara dengan penduduk setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan memantau situasi dengan saksama setelah pembantaian lain di favela,&amp;quot; kata Petrone di media sosial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyerukan &amp;quot;kebenaran, keadilan, dan akuntabilitas dalam menghadapi operasi lain yang ditandai dengan pelanggaran hak asasi manusia.&amp;quot;&#13;
&#13;
Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengkritik tingginya korban jiwa dalam operasi bergaya militer tersebut dan mengatakan perlu ada penyelidikan.&#13;
&#13;
Santos mengatakan tidak ada hubungan antara penggerebekan tersebut dengan acara-acara global yang akan diselenggarakan Rio minggu depan terkait dengan negosiasi iklim COP30 PBB, termasuk KTT C40 para wali kota yang membahas pemanasan global dan Penghargaan Earthshot Pangeran William.&#13;
&#13;
Hakim Ricardo Lewandowski mengatakan, Pemerintah federal Brasil terkejut dengan operasi yang dilakukan oleh kepolisian negara bagian Rio.&#13;
&#13;
Presiden Luiz In&amp;aacute;cio Lula da Silva menyerukan kerja terkoordinasi yang menyasar geng-geng tersebut tanpa membahayakan polisi dan keluarga yang tidak bersalah.&#13;
&#13;
Pada Kamis, ia menandatangani undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pejabat publik yang terlibat dalam memerangi kejahatan terorganisir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Brasil tidak menoleransi organisasi kriminal dan bertindak untuk memerangi mereka dengan semangat yang semakin besar,&amp;quot; tulisnya di media sosial.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
