<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Es Guyur Tangerang Selatan, Begini Penjelasan BMKG</title><description>Hujan es melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang hingga Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (31/10/2025).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/31/338/3180584/hujan-es-guyur-tangerang-selatan-begini-penjelasan-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/31/338/3180584/hujan-es-guyur-tangerang-selatan-begini-penjelasan-bmkg"/><item><title>Hujan Es Guyur Tangerang Selatan, Begini Penjelasan BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/31/338/3180584/hujan-es-guyur-tangerang-selatan-begini-penjelasan-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/31/338/3180584/hujan-es-guyur-tangerang-selatan-begini-penjelasan-bmkg</guid><pubDate>Jum'at 31 Oktober 2025 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/31/338/3180584/tangsel_hujan_es-mxWP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangsel hujan es (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/31/338/3180584/tangsel_hujan_es-mxWP_large.jpg</image><title>Tangsel hujan es (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Hujan es melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang hingga Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
Fenomena ini terjadi di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, serta di Jelupang dan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan bahwa wilayah Banten, termasuk Tangerang Selatan, mengalami peningkatan potensi hujan akibat dinamika atmosfer global, regional, dan lokal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awan hujan yang terbentuk sangat aktif, terutama jenis Cumulonimbus yang dikenal mampu menghasilkan hujan lebat, petir, angin kencang, dan hujan es,&amp;rdquo; jelas Guswanto, Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Guswanto, hujan es terjadi sekitar pukul 16.45 WIB di kawasan BSD, Jelupang, hingga Gading Serpong. Butiran es yang turun berukuran kecil&amp;mdash;tidak lebih besar dari kerikil&amp;mdash;sempat membuat warga berlindung karena khawatir terkena dampaknya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG, lanjutnya, telah mengeluarkan peringatan dini sejak 28 Oktober 2025 mengenai potensi cuaca ekstrem hingga 31 Oktober, termasuk hujan lebat, petir, dan angin kencang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tangerang Selatan secara khusus diprediksi mengalami hujan petir pada siang hingga sore hari,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan bahwa hujan es terbentuk ketika udara naik dengan cepat ke lapisan atmosfer yang sangat dingin, menyebabkan tetesan air membeku menjadi es.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam awan Cumulonimbus, es bisa terbentuk dan jatuh ke permukaan jika tidak sempat mencair saat turun,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Hujan es melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang hingga Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
Fenomena ini terjadi di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, serta di Jelupang dan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan bahwa wilayah Banten, termasuk Tangerang Selatan, mengalami peningkatan potensi hujan akibat dinamika atmosfer global, regional, dan lokal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awan hujan yang terbentuk sangat aktif, terutama jenis Cumulonimbus yang dikenal mampu menghasilkan hujan lebat, petir, angin kencang, dan hujan es,&amp;rdquo; jelas Guswanto, Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Guswanto, hujan es terjadi sekitar pukul 16.45 WIB di kawasan BSD, Jelupang, hingga Gading Serpong. Butiran es yang turun berukuran kecil&amp;mdash;tidak lebih besar dari kerikil&amp;mdash;sempat membuat warga berlindung karena khawatir terkena dampaknya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG, lanjutnya, telah mengeluarkan peringatan dini sejak 28 Oktober 2025 mengenai potensi cuaca ekstrem hingga 31 Oktober, termasuk hujan lebat, petir, dan angin kencang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tangerang Selatan secara khusus diprediksi mengalami hujan petir pada siang hingga sore hari,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan bahwa hujan es terbentuk ketika udara naik dengan cepat ke lapisan atmosfer yang sangat dingin, menyebabkan tetesan air membeku menjadi es.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam awan Cumulonimbus, es bisa terbentuk dan jatuh ke permukaan jika tidak sempat mencair saat turun,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
