<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blak-blakkan, Gus Ipul Bongkar Alasan Masyarakat Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional</title><description>Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sempat berdiskusi dengan kelompok masyarakat yang menolak Presiden ke-2 RI Soeharto, mendapatkan gelar pahlawan nasional.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180862/blak-blakkan-gus-ipul-bongkar-alasan-masyarakat-tolak-soeharto-jadi-pahlawan-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180862/blak-blakkan-gus-ipul-bongkar-alasan-masyarakat-tolak-soeharto-jadi-pahlawan-nasional"/><item><title>Blak-blakkan, Gus Ipul Bongkar Alasan Masyarakat Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180862/blak-blakkan-gus-ipul-bongkar-alasan-masyarakat-tolak-soeharto-jadi-pahlawan-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180862/blak-blakkan-gus-ipul-bongkar-alasan-masyarakat-tolak-soeharto-jadi-pahlawan-nasional</guid><pubDate>Minggu 02 November 2025 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/02/337/3180862/soeharto-TrNU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soeharto (Foto: Dok) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/02/337/3180862/soeharto-TrNU_large.jpg</image><title>Soeharto (Foto: Dok) </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sempat berdiskusi dengan kelompok masyarakat yang menolak Presiden ke-2 RI Soeharto, mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kelompok tersebut menyoroti rekam jejak pelanggaran yang terjadi di masa pemerintahan Soeharto.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Alasan penolakan) Salah satunya adalah karena mereka menganggap Presiden Soeharto tidak layak untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional karena berbagai pelanggaran masa lalu,&amp;quot; ujar Gus Ipul, Minggu (2/11/2025).&#13;
&#13;
Gus Ipul menerangkan bahwa berbagai catatan keberatan tersebut telah dicatat dan dipertimbangkan oleh tim pengkaji. Namun demikian, nama Soeharto akhirnya dinyatakan memenuhi syarat formal untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberatan-keberatan itu dipelajari, tetapi karena sudah memenuhi syarat formal, maka Presiden Soeharto tetap kita usulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial mempertimbangkan semua aspek dalam mengusulkan seseorang untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Dalam prosesnya, kata dia, sejumlah akademisi, sejarawan, hingga tokoh agama turut dilibatkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat menghormati dan menghargai itu, dan tentu keputusan yang kita ambil juga mempertimbangkan berbagai pendapat yang berbeda-beda,&amp;quot; ungkap Gus Ipul.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Gus Ipul secara resmi menyerahkan daftar usulan 40 nama pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada 40 nama yang kami usulkan, yang telah dianggap memenuhi syarat,&amp;quot; kata pria yang akrab disapa Gus Ipul di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa 21 Oktober 2025.&#13;
&#13;
Namun, Gus Ipul tidak merinci daftar nama-nama yang diusulkan. Dia menyebut, ada nama-nama yang sudah diusulkan beberapa tahun lalu, namun ada juga yang baru diusulkan tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di antaranya adalah Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, Marsinah, serta beberapa tokoh lain, seperti Kiai Kholil Bangkalan dan Kiai Bisri Syansuri, dan juga ada ulama-ulama lainnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semuanya alhamdulillah hari ini bisa saya serahkan secara langsung kepada Pak Fadli Zon,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sempat berdiskusi dengan kelompok masyarakat yang menolak Presiden ke-2 RI Soeharto, mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kelompok tersebut menyoroti rekam jejak pelanggaran yang terjadi di masa pemerintahan Soeharto.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Alasan penolakan) Salah satunya adalah karena mereka menganggap Presiden Soeharto tidak layak untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional karena berbagai pelanggaran masa lalu,&amp;quot; ujar Gus Ipul, Minggu (2/11/2025).&#13;
&#13;
Gus Ipul menerangkan bahwa berbagai catatan keberatan tersebut telah dicatat dan dipertimbangkan oleh tim pengkaji. Namun demikian, nama Soeharto akhirnya dinyatakan memenuhi syarat formal untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberatan-keberatan itu dipelajari, tetapi karena sudah memenuhi syarat formal, maka Presiden Soeharto tetap kita usulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial mempertimbangkan semua aspek dalam mengusulkan seseorang untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Dalam prosesnya, kata dia, sejumlah akademisi, sejarawan, hingga tokoh agama turut dilibatkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat menghormati dan menghargai itu, dan tentu keputusan yang kita ambil juga mempertimbangkan berbagai pendapat yang berbeda-beda,&amp;quot; ungkap Gus Ipul.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Gus Ipul secara resmi menyerahkan daftar usulan 40 nama pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada 40 nama yang kami usulkan, yang telah dianggap memenuhi syarat,&amp;quot; kata pria yang akrab disapa Gus Ipul di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa 21 Oktober 2025.&#13;
&#13;
Namun, Gus Ipul tidak merinci daftar nama-nama yang diusulkan. Dia menyebut, ada nama-nama yang sudah diusulkan beberapa tahun lalu, namun ada juga yang baru diusulkan tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di antaranya adalah Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, Marsinah, serta beberapa tokoh lain, seperti Kiai Kholil Bangkalan dan Kiai Bisri Syansuri, dan juga ada ulama-ulama lainnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semuanya alhamdulillah hari ini bisa saya serahkan secara langsung kepada Pak Fadli Zon,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
