<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Nasaruddin: Siswa Madrasah Tak Hanya Jago Ngaji, tapi Juga Harus Bisa Buat Robot</title><description>Nasaruddin juga mengungkapkan kisah Nabi Sulaiman yang mampu mengalahkan jin dengan kecerdasan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180869/menag-nasaruddin-siswa-madrasah-tak-hanya-jago-ngaji-tapi-juga-harus-bisa-buat-robot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180869/menag-nasaruddin-siswa-madrasah-tak-hanya-jago-ngaji-tapi-juga-harus-bisa-buat-robot"/><item><title>Menag Nasaruddin: Siswa Madrasah Tak Hanya Jago Ngaji, tapi Juga Harus Bisa Buat Robot</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180869/menag-nasaruddin-siswa-madrasah-tak-hanya-jago-ngaji-tapi-juga-harus-bisa-buat-robot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/02/337/3180869/menag-nasaruddin-siswa-madrasah-tak-hanya-jago-ngaji-tapi-juga-harus-bisa-buat-robot</guid><pubDate>Minggu 02 November 2025 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/02/337/3180869/pemerintah-Jogv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Agama Nasaruddin Umar/Kemenag</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/02/337/3180869/pemerintah-Jogv_large.jpg</image><title>Menteri Agama Nasaruddin Umar/Kemenag</title></images><description>BOGOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa madrasah hari ini harus menjadi simbol kemajuan, tidak hanya dalam ilmu agama. Dia&amp;nbsp;meminta, siswa madrasah juga dapat menguasai sains dan teknologi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anak-anak madrasah jangan hanya bisa mengaji dan berdoa, tapi juga harus mampu menciptakan robot, meneliti, dan berinovasi. Itu baru madrasah masa depan,&amp;rdquo; ujar Nasaruddin, saat membuka ajang Madrasah Robotics Competition (MRC) 2025 yang digelar di Bogor, dikutip, Minggu (2/11/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, perintah Allah Ta&amp;rsquo;ala dalam Alquran yang berbunyi &amp;lsquo;I&amp;rsquo;malū&amp;rsquo; (berkaryalah) harus dimaknai secara luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kata &amp;lsquo;amal&amp;rsquo; dalam Islam bukan sekadar melakukan sesuatu, tapi melakukan dengan perencanaan, perhitungan, dan kecermatan. Sama seperti robot, yang tak bisa bergerak tanpa sensor dan logika,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nasaruddin juga mengungkapkan kisah Nabi Sulaiman yang mampu mengalahkan jin dengan kecerdasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kecerdasan manusia bisa menembus batas. Kalau anak-anak madrasah memadukan konsentrasi dan kontemplasi, mereka bisa melahirkan keajaiban-keajaiban baru,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga mengumumkan kabar&amp;nbsp;bahwa Pemerintah Emirat Arab siap memberikan dukungan besar bagi pengembangan madrasah di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Emirat Arab akan membantu peningkatan keterampilan guru dan siswa madrasah. Insya Allah, MoU akan segera ditandatangani dalam waktu dekat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia berharap, kolaborasi tersebut dapat memperkuat posisi madrasah sebagai pusat keunggulan ilmu dan karakter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin madrasah bukan sekadar pilihan alternatif, tapi menjadi kebanggaan nasional,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menambahkan, bahwa MRC 2025 menjadi momentum kebangkitan inovasi madrasah setelah sempat vakum dua tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun ini kami hadir dengan semangat baru. Tema &amp;lsquo;Robotic Technology for a Green Future&amp;rsquo; kami pilih untuk menegaskan bahwa teknologi juga harus berpihak pada keberlanjutan lingkungan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ajang ini kata dia menjadi wadah untuk menampilkan bakat dan kreativitas siswa madrasah dalam bidang sains, teknologi, dan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Madrasah bukan hanya mencetak ulama, tapi juga calon ilmuwan dan insinyur yang berakhlak mulia,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Amien, MRC 2025 juga menjadi bagian dari strategi Kemenag menyongsong era baru pendidikan madrasah.&#13;
&#13;
Tahun ini, madrasah akan menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang menjadi salah satu indikator penerimaan di perguruan tinggi negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin memastikan bahwa anak-anak madrasah siap bersaing, baik secara akademik maupun dalam kompetensi teknologi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>BOGOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa madrasah hari ini harus menjadi simbol kemajuan, tidak hanya dalam ilmu agama. Dia&amp;nbsp;meminta, siswa madrasah juga dapat menguasai sains dan teknologi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anak-anak madrasah jangan hanya bisa mengaji dan berdoa, tapi juga harus mampu menciptakan robot, meneliti, dan berinovasi. Itu baru madrasah masa depan,&amp;rdquo; ujar Nasaruddin, saat membuka ajang Madrasah Robotics Competition (MRC) 2025 yang digelar di Bogor, dikutip, Minggu (2/11/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, perintah Allah Ta&amp;rsquo;ala dalam Alquran yang berbunyi &amp;lsquo;I&amp;rsquo;malū&amp;rsquo; (berkaryalah) harus dimaknai secara luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kata &amp;lsquo;amal&amp;rsquo; dalam Islam bukan sekadar melakukan sesuatu, tapi melakukan dengan perencanaan, perhitungan, dan kecermatan. Sama seperti robot, yang tak bisa bergerak tanpa sensor dan logika,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nasaruddin juga mengungkapkan kisah Nabi Sulaiman yang mampu mengalahkan jin dengan kecerdasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kecerdasan manusia bisa menembus batas. Kalau anak-anak madrasah memadukan konsentrasi dan kontemplasi, mereka bisa melahirkan keajaiban-keajaiban baru,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga mengumumkan kabar&amp;nbsp;bahwa Pemerintah Emirat Arab siap memberikan dukungan besar bagi pengembangan madrasah di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Emirat Arab akan membantu peningkatan keterampilan guru dan siswa madrasah. Insya Allah, MoU akan segera ditandatangani dalam waktu dekat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia berharap, kolaborasi tersebut dapat memperkuat posisi madrasah sebagai pusat keunggulan ilmu dan karakter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin madrasah bukan sekadar pilihan alternatif, tapi menjadi kebanggaan nasional,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menambahkan, bahwa MRC 2025 menjadi momentum kebangkitan inovasi madrasah setelah sempat vakum dua tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun ini kami hadir dengan semangat baru. Tema &amp;lsquo;Robotic Technology for a Green Future&amp;rsquo; kami pilih untuk menegaskan bahwa teknologi juga harus berpihak pada keberlanjutan lingkungan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ajang ini kata dia menjadi wadah untuk menampilkan bakat dan kreativitas siswa madrasah dalam bidang sains, teknologi, dan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Madrasah bukan hanya mencetak ulama, tapi juga calon ilmuwan dan insinyur yang berakhlak mulia,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Amien, MRC 2025 juga menjadi bagian dari strategi Kemenag menyongsong era baru pendidikan madrasah.&#13;
&#13;
Tahun ini, madrasah akan menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang menjadi salah satu indikator penerimaan di perguruan tinggi negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin memastikan bahwa anak-anak madrasah siap bersaing, baik secara akademik maupun dalam kompetensi teknologi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
