<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump: AS Punya Cukup Senjata Nuklir untuk Ledakkan Dunia 150 Kali</title><description>Trump telah memerintahkan Departemen Perang AS untuk segera melanjutkan uji coba nuklir. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/04/18/3181295/trump-as-punya-cukup-senjata-nuklir-untuk-ledakkan-dunia-150-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/04/18/3181295/trump-as-punya-cukup-senjata-nuklir-untuk-ledakkan-dunia-150-kali"/><item><title>Trump: AS Punya Cukup Senjata Nuklir untuk Ledakkan Dunia 150 Kali</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/04/18/3181295/trump-as-punya-cukup-senjata-nuklir-untuk-ledakkan-dunia-150-kali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/04/18/3181295/trump-as-punya-cukup-senjata-nuklir-untuk-ledakkan-dunia-150-kali</guid><pubDate>Selasa 04 November 2025 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/04/18/3181295/presiden_amerika_serikat_donald_trump-turm_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat Donald Trump. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/04/18/3181295/presiden_amerika_serikat_donald_trump-turm_large.jpeg</image><title>Presiden Amerika Serikat Donald Trump. </title></images><description>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela upayanya untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir dengan membanggakan bahwa persenjataan Amerika cukup kuat &amp;ldquo;untuk meledakkan dunia 150 kali&amp;rdquo;. Trump mengatakan bahwa persenjataan pemusnah massal itu harus dipertahankan melalui uji coba aktif.&#13;
&#13;
Dalam wawancara dengan CBS yang ditayangkan pada Minggu (2/11/2025), Trump ditanya mengapa AS perlu menguji senjata nuklirnya lagi setelah lebih dari tiga dekade moratorium yang diamanatkan Kongres.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena Anda harus melihat cara kerjanya,&amp;rdquo; jawab Trump sebagaimana dilansir RT. &amp;ldquo;Saya katakan bahwa kita akan menguji senjata nuklir seperti yang dilakukan negara lain. Kita satu-satunya negara yang tidak menguji, dan saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak menguji.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
AS terakhir kali melakukan uji coba nuklir skala penuh pada 1992. Melanjutkan uji coba kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun dan menelan biaya ratusan juta dolar, menurut Washington Post. Menteri Energi Chris Wright mengklarifikasi pada Minggu bahwa uji coba yang diperintahkan Trump tidak akan melibatkan ledakan nuklir sungguhan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inilah yang kami sebut uji coba non-kritis,&amp;rdquo; kata Wright kepada Fox News, menggambarkannya sebagai bagian dari program modernisasi yang lebih luas. &amp;ldquo;Tidak perlu khawatir tentang awan jamur,&amp;rdquo; tambahnya ketika ditanya tentang kemungkinan uji coba di atmosfer atau di bawah tanah.&#13;
&#13;
Terlepas dari klaim Trump bahwa Rusia dan China diam-diam melakukan uji coba nuklir, tes terakhir yang dikonfirmasi kedua negara terjadi beberapa dekade lalu &amp;mdash; Rusia pada 1990 dan China pada 1996.&#13;
&#13;
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik dan drone bawah air Poseidon yang dilakukan Rusia baru-baru ini tidak melibatkan uji coba nuklir. Presiden Vladimir Putin telah menyatakan bahwa Rusia hanya akan &amp;ldquo;bertindak sesuai ketentuan&amp;rdquo; jika negara-negara nuklir lain melanjutkan uji coba.&#13;
&#13;
Kementerian Luar Negeri China juga mendesak AS untuk menghormati kewajibannya berdasarkan Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif dan mempertahankan moratorium global terhadap uji coba nuklir.&#13;
&#13;
Wakil Presiden AS J.D. Vance dan beberapa anggota parlemen dari Partai Republik telah mendukung inisiatif Trump, dengan alasan bahwa uji coba non-detonatif diperlukan untuk memastikan keandalan persenjataan nuklir Amerika yang menua.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain mana pun. Dan saya pikir kita harus melakukan sesuatu tentang denuklirisasi,&amp;rdquo; kata Trump. &amp;ldquo;Kita memiliki cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia 150 kali. Rusia memiliki banyak senjata nuklir, dan China akan memiliki lebih banyak lagi.&amp;rdquo;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela upayanya untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir dengan membanggakan bahwa persenjataan Amerika cukup kuat &amp;ldquo;untuk meledakkan dunia 150 kali&amp;rdquo;. Trump mengatakan bahwa persenjataan pemusnah massal itu harus dipertahankan melalui uji coba aktif.&#13;
&#13;
Dalam wawancara dengan CBS yang ditayangkan pada Minggu (2/11/2025), Trump ditanya mengapa AS perlu menguji senjata nuklirnya lagi setelah lebih dari tiga dekade moratorium yang diamanatkan Kongres.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena Anda harus melihat cara kerjanya,&amp;rdquo; jawab Trump sebagaimana dilansir RT. &amp;ldquo;Saya katakan bahwa kita akan menguji senjata nuklir seperti yang dilakukan negara lain. Kita satu-satunya negara yang tidak menguji, dan saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak menguji.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
AS terakhir kali melakukan uji coba nuklir skala penuh pada 1992. Melanjutkan uji coba kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun dan menelan biaya ratusan juta dolar, menurut Washington Post. Menteri Energi Chris Wright mengklarifikasi pada Minggu bahwa uji coba yang diperintahkan Trump tidak akan melibatkan ledakan nuklir sungguhan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inilah yang kami sebut uji coba non-kritis,&amp;rdquo; kata Wright kepada Fox News, menggambarkannya sebagai bagian dari program modernisasi yang lebih luas. &amp;ldquo;Tidak perlu khawatir tentang awan jamur,&amp;rdquo; tambahnya ketika ditanya tentang kemungkinan uji coba di atmosfer atau di bawah tanah.&#13;
&#13;
Terlepas dari klaim Trump bahwa Rusia dan China diam-diam melakukan uji coba nuklir, tes terakhir yang dikonfirmasi kedua negara terjadi beberapa dekade lalu &amp;mdash; Rusia pada 1990 dan China pada 1996.&#13;
&#13;
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik dan drone bawah air Poseidon yang dilakukan Rusia baru-baru ini tidak melibatkan uji coba nuklir. Presiden Vladimir Putin telah menyatakan bahwa Rusia hanya akan &amp;ldquo;bertindak sesuai ketentuan&amp;rdquo; jika negara-negara nuklir lain melanjutkan uji coba.&#13;
&#13;
Kementerian Luar Negeri China juga mendesak AS untuk menghormati kewajibannya berdasarkan Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif dan mempertahankan moratorium global terhadap uji coba nuklir.&#13;
&#13;
Wakil Presiden AS J.D. Vance dan beberapa anggota parlemen dari Partai Republik telah mendukung inisiatif Trump, dengan alasan bahwa uji coba non-detonatif diperlukan untuk memastikan keandalan persenjataan nuklir Amerika yang menua.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain mana pun. Dan saya pikir kita harus melakukan sesuatu tentang denuklirisasi,&amp;rdquo; kata Trump. &amp;ldquo;Kita memiliki cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia 150 kali. Rusia memiliki banyak senjata nuklir, dan China akan memiliki lebih banyak lagi.&amp;rdquo;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
