<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puan Soroti OTT Gubernur Riau: Kepala Daerah Harus Mawas Diri</title><description>Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/04/337/3181270/puan-soroti-ott-gubernur-riau-kepala-daerah-harus-mawas-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/04/337/3181270/puan-soroti-ott-gubernur-riau-kepala-daerah-harus-mawas-diri"/><item><title>Puan Soroti OTT Gubernur Riau: Kepala Daerah Harus Mawas Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/04/337/3181270/puan-soroti-ott-gubernur-riau-kepala-daerah-harus-mawas-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/04/337/3181270/puan-soroti-ott-gubernur-riau-kepala-daerah-harus-mawas-diri</guid><pubDate>Selasa 04 November 2025 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/04/337/3181270/ketua_dpr_ri_puan_maharani-np2D_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR RI Puan Maharani  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/04/337/3181270/ketua_dpr_ri_puan_maharani-np2D_large.jpg</image><title>Ketua DPR RI Puan Maharani  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Puan menegaskan, DPR RI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, kita hormati proses hukumnya. Harapannya, jangan sampai terulang lagi hal-hal seperti itu,&amp;rdquo; ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Puan juga mengingatkan seluruh pejabat publik, baik menteri maupun kepala daerah di seluruh Indonesia, agar lebih mawas diri dalam menjalankan tugas dan mengambil kebijakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, seluruh eksekutif, kepala daerah, dan siapa pun, harus lebih bisa mawas diri,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid dan sembilan orang lainnya. Abdul Wahid telah tiba di Gedung KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11).&#13;
&#13;
KPK belum menjelaskan secara detail kasus yang menjadi dasar OTT tersebut. Namun, lembaga antirasuah itu menyebut telah mengamankan sejumlah uang dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Pihak-pihak yang ditangkap masih berstatus terperiksa. KPK akan menentukan status hukum mereka dalam waktu 1x24 jam.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Puan menegaskan, DPR RI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, kita hormati proses hukumnya. Harapannya, jangan sampai terulang lagi hal-hal seperti itu,&amp;rdquo; ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Puan juga mengingatkan seluruh pejabat publik, baik menteri maupun kepala daerah di seluruh Indonesia, agar lebih mawas diri dalam menjalankan tugas dan mengambil kebijakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, seluruh eksekutif, kepala daerah, dan siapa pun, harus lebih bisa mawas diri,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid dan sembilan orang lainnya. Abdul Wahid telah tiba di Gedung KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11).&#13;
&#13;
KPK belum menjelaskan secara detail kasus yang menjadi dasar OTT tersebut. Namun, lembaga antirasuah itu menyebut telah mengamankan sejumlah uang dalam operasi tersebut.&#13;
&#13;
Pihak-pihak yang ditangkap masih berstatus terperiksa. KPK akan menentukan status hukum mereka dalam waktu 1x24 jam.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
