<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Luncurkan Kapal Selam Nuklir Baru, Dirancang Khusus Bawa Torpedo Super Poseidon</title><description>Khabarovsk masih harus menjalani serangkaian uji laut untuk dapat diterjunkan secara penuh.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/05/18/3181643/rusia-luncurkan-kapal-selam-nuklir-baru-dirancang-khusus-bawa-torpedo-super-poseidon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/05/18/3181643/rusia-luncurkan-kapal-selam-nuklir-baru-dirancang-khusus-bawa-torpedo-super-poseidon"/><item><title>Rusia Luncurkan Kapal Selam Nuklir Baru, Dirancang Khusus Bawa Torpedo Super Poseidon</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/05/18/3181643/rusia-luncurkan-kapal-selam-nuklir-baru-dirancang-khusus-bawa-torpedo-super-poseidon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/05/18/3181643/rusia-luncurkan-kapal-selam-nuklir-baru-dirancang-khusus-bawa-torpedo-super-poseidon</guid><pubDate>Rabu 05 November 2025 22:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/05/18/3181643/khabarovsk-rnho_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rusia meluncurkan kapal selam nuklir Khabarovsk. (Foto: RIA Novosti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/05/18/3181643/khabarovsk-rnho_large.jpg</image><title>Rusia meluncurkan kapal selam nuklir Khabarovsk. (Foto: RIA Novosti)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Rusia meluncurkan kapal selam nuklir terbarunya, &amp;quot;Khabarovsk&amp;quot;, yang dirancang untuk membawa drone torpedo super bertenaga nuklir, Poseidon. &amp;quot;Khabarovsk&amp;quot; diluncurkan dalam sebuah upacara di Severodvinsk dan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov serta sejumlah petinggi lainnya pada akhir pekan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini merupakan peristiwa penting bagi kami: kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir berat Khabarovsk diluncurkan dari galangan kapal Sevmash yang ternama,&amp;quot; ujar Belousov pada Sabtu (1/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan membawa senjata bawah air dan sistem robotik, kapal ini akan memungkinkan kami untuk berhasil menyelesaikan misi-misi yang berkaitan dengan memastikan keamanan perbatasan maritim Rusia dan melindungi kepentingan nasionalnya di berbagai belahan samudra dunia,&amp;quot; ujarnya, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Menteri tersebut menambahkan bahwa kapal selam itu masih harus menyelesaikan serangkaian uji laut, dan mendoakan agar awak serta pembuatnya meraih kesuksesan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Khabarovsk dirancang dan dibangun khusus untuk Poseidon,&amp;quot; ujar mantan Kepala Staf Umum Angkatan Laut Rusia, Laksamana Viktor Kravchenko, kepada RIA Novosti pada Sabtu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Poseidon tidak dapat dicegat dengan cara apa pun, menurut Presiden Rusia Vladimir Putin.&#13;
&#13;
Awal pekan ini, Rusia berhasil melakukan uji coba yang melibatkan pesawat nirawak canggih tersebut serta rudal jelajah Burevestnik dengan jangkauan tak terbatas, Putin mengumumkan pada Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
Pengumuman ini muncul di tengah kebuntuan dalam perundingan damai Ukraina dan diskusi tentang potensi pasokan rudal Tomahawk Amerika Serikat (AS) ke Kyiv.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis (30/10/2025) bahwa ia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk mulai menguji senjata nuklir, dengan alasan persaingan strategis dengan Rusia dan China.&#13;
&#13;
Namun, Rusia &amp;quot;masih belum&amp;quot; terlibat dalam perlombaan senjata dengan AS, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis, ketika diminta mengomentari uji coba senjata baru-baru ini.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Rusia meluncurkan kapal selam nuklir terbarunya, &amp;quot;Khabarovsk&amp;quot;, yang dirancang untuk membawa drone torpedo super bertenaga nuklir, Poseidon. &amp;quot;Khabarovsk&amp;quot; diluncurkan dalam sebuah upacara di Severodvinsk dan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov serta sejumlah petinggi lainnya pada akhir pekan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini merupakan peristiwa penting bagi kami: kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir berat Khabarovsk diluncurkan dari galangan kapal Sevmash yang ternama,&amp;quot; ujar Belousov pada Sabtu (1/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan membawa senjata bawah air dan sistem robotik, kapal ini akan memungkinkan kami untuk berhasil menyelesaikan misi-misi yang berkaitan dengan memastikan keamanan perbatasan maritim Rusia dan melindungi kepentingan nasionalnya di berbagai belahan samudra dunia,&amp;quot; ujarnya, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Menteri tersebut menambahkan bahwa kapal selam itu masih harus menyelesaikan serangkaian uji laut, dan mendoakan agar awak serta pembuatnya meraih kesuksesan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Khabarovsk dirancang dan dibangun khusus untuk Poseidon,&amp;quot; ujar mantan Kepala Staf Umum Angkatan Laut Rusia, Laksamana Viktor Kravchenko, kepada RIA Novosti pada Sabtu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Poseidon tidak dapat dicegat dengan cara apa pun, menurut Presiden Rusia Vladimir Putin.&#13;
&#13;
Awal pekan ini, Rusia berhasil melakukan uji coba yang melibatkan pesawat nirawak canggih tersebut serta rudal jelajah Burevestnik dengan jangkauan tak terbatas, Putin mengumumkan pada Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
Pengumuman ini muncul di tengah kebuntuan dalam perundingan damai Ukraina dan diskusi tentang potensi pasokan rudal Tomahawk Amerika Serikat (AS) ke Kyiv.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis (30/10/2025) bahwa ia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk mulai menguji senjata nuklir, dengan alasan persaingan strategis dengan Rusia dan China.&#13;
&#13;
Namun, Rusia &amp;quot;masih belum&amp;quot; terlibat dalam perlombaan senjata dengan AS, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis, ketika diminta mengomentari uji coba senjata baru-baru ini.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
