<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Warga Baduy Korban Begal Ditolak Rumah Sakit, Pramono: Saya Sudah Panggil Kepala Dinas!</title><description>Menurut Pramono, ada kendala bahasa saat proses komunikasi dengan korban. Dia juga telah memanggil Kepala Dinas Kesehatan terkait peristiwa tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181830/viral-warga-baduy-korban-begal-ditolak-rumah-sakit-pramono-saya-sudah-panggil-kepala-dinas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181830/viral-warga-baduy-korban-begal-ditolak-rumah-sakit-pramono-saya-sudah-panggil-kepala-dinas"/><item><title>Viral Warga Baduy Korban Begal Ditolak Rumah Sakit, Pramono: Saya Sudah Panggil Kepala Dinas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181830/viral-warga-baduy-korban-begal-ditolak-rumah-sakit-pramono-saya-sudah-panggil-kepala-dinas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181830/viral-warga-baduy-korban-begal-ditolak-rumah-sakit-pramono-saya-sudah-panggil-kepala-dinas</guid><pubDate>Kamis 06 November 2025 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/06/338/3181830/viral-Q0Sp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/06/338/3181830/viral-Q0Sp_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi soal rumah sakit di Jakarta yang menolak warga Baduy Dalam bernama Repan, korban begal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat karena tidak memiliki KTP. &amp;nbsp;Peristiwa tersebut sebelumnya viral di media sosial.&#13;
&#13;
Menurut Pramono, ada kendala bahasa saat proses komunikasi dengan korban. Dia juga telah memanggil Kepala Dinas Kesehatan terkait peristiwa tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, untuk warga Baduy, tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil Kepala Dinas,&amp;rdquo;ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mohon maaf, memang komunikasi yang terjadi karena warga Baduy ini, eh, mungkin bahasanya tidak ini sehingga ada hambatan itu,&amp;quot;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menegaskan, tidak ada penolakan dari pihak rumah sakit. Bahkan, anak buahnya juga telah turun ke lapangan untuk mengeceknya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi, yang jelas tidak ada sama sekali larangan untuk rumah sakit. Bahkan, Kepala Dinas, Bu Ani sendiri, akhirnya turun ke lapangan untuk mengecek itu. Jadi sama sekali itu enggak benar, ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pramono menegaskan semua layanan kesehatan baik milik Pemprov DKI maupun tidak menjadi tanggungjawab pemerintah daerah (Pemda).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, mau maupun milik Pemprov atau enggak, saya sudah minta sama Bu Ani, udah, semuanya tanggung jawab Pemda,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Korban mengalami kehilangan uang Rp3 juta dan 10 botol madu dagangannya.&#13;
&#13;
Adapun peristiwa yang menimpa Repan itu terjadi di kawasan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu (26/10) dan sempat viral di media sosial.&#13;
&#13;
Ironinya, Repan yang menjadi korban justru tak mendapatkan pelayanan oleh salah satu rumah sakit di kawasan tersebut karena tidak memiliki KTP.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi soal rumah sakit di Jakarta yang menolak warga Baduy Dalam bernama Repan, korban begal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat karena tidak memiliki KTP. &amp;nbsp;Peristiwa tersebut sebelumnya viral di media sosial.&#13;
&#13;
Menurut Pramono, ada kendala bahasa saat proses komunikasi dengan korban. Dia juga telah memanggil Kepala Dinas Kesehatan terkait peristiwa tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, untuk warga Baduy, tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil Kepala Dinas,&amp;rdquo;ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mohon maaf, memang komunikasi yang terjadi karena warga Baduy ini, eh, mungkin bahasanya tidak ini sehingga ada hambatan itu,&amp;quot;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menegaskan, tidak ada penolakan dari pihak rumah sakit. Bahkan, anak buahnya juga telah turun ke lapangan untuk mengeceknya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi, yang jelas tidak ada sama sekali larangan untuk rumah sakit. Bahkan, Kepala Dinas, Bu Ani sendiri, akhirnya turun ke lapangan untuk mengecek itu. Jadi sama sekali itu enggak benar, ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pramono menegaskan semua layanan kesehatan baik milik Pemprov DKI maupun tidak menjadi tanggungjawab pemerintah daerah (Pemda).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, mau maupun milik Pemprov atau enggak, saya sudah minta sama Bu Ani, udah, semuanya tanggung jawab Pemda,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Korban mengalami kehilangan uang Rp3 juta dan 10 botol madu dagangannya.&#13;
&#13;
Adapun peristiwa yang menimpa Repan itu terjadi di kawasan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu (26/10) dan sempat viral di media sosial.&#13;
&#13;
Ironinya, Repan yang menjadi korban justru tak mendapatkan pelayanan oleh salah satu rumah sakit di kawasan tersebut karena tidak memiliki KTP.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
