<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Diminta Tangkap Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo Jakarta</title><description>Polri didesak segera mengungkap dan menangkap aktor intelektual di balik kerusuhan demonstrasi 28??&quot;31 Agustus 2025. Desakan ini disampaikan oleh pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, yang menilai aksi tersebut terorganisir dan bukan peristiwa spontan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181864/polri-diminta-tangkap-aktor-intelektual-di-balik-kerusuhan-demo-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181864/polri-diminta-tangkap-aktor-intelektual-di-balik-kerusuhan-demo-jakarta"/><item><title>Polri Diminta Tangkap Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181864/polri-diminta-tangkap-aktor-intelektual-di-balik-kerusuhan-demo-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/06/338/3181864/polri-diminta-tangkap-aktor-intelektual-di-balik-kerusuhan-demo-jakarta</guid><pubDate>Kamis 06 November 2025 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/06/338/3181864/demo_rusuh_di_jakarta-1aFl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo Rusuh di Jakarta (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/06/338/3181864/demo_rusuh_di_jakarta-1aFl_large.jpg</image><title>Demo Rusuh di Jakarta (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri didesak segera mengungkap dan menangkap aktor intelektual di balik kerusuhan demonstrasi 28&amp;ndash;31 Agustus 2025. Desakan ini disampaikan oleh pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, yang menilai aksi tersebut terorganisir dan bukan peristiwa spontan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua aktor intelektual harus ditangkap tanpa terkecuali, jangan tanggung-tanggung. Jangan hanya menangkap yang di lapangan saja, karena mereka itu dibayar. Nah, yang memberi upah itulah yang harusnya ditangkap. Gampang kok ditelusuri dari pengakuan mereka, siapa orangnya dan di mana,&amp;rdquo; kata Trubus kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).&#13;
&#13;
Ia menegaskan, pola kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik menunjukkan adanya skenario yang disusun dengan rapi. Karena itu, aparat penegak hukum diminta serius mengusut kemungkinan adanya provokasi terstruktur.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polisi wajib bersungguh-sungguh menangkap aktor intelektualnya agar kasus serupa tidak terulang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengusulkan pembentukan Tim Koneksitas yang terdiri dari unsur TNI dan Polri untuk mengungkap kasus kerusuhan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemeriksaan ini penting. Belum tentu mereka yang ditangkap adalah pelakunya. Namun, perlu dilakukan penyelidikan mendalam dengan pendekatan scientific crime investigation,&amp;rdquo; ujar Sugeng.&#13;
&#13;
Ia juga menilai para aktivis yang ditangkap tidak memiliki kapasitas untuk mengorganisir massa hingga melakukan aksi kekerasan, pembakaran, dan penjarahan rumah para anggota DPR maupun mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Misalnya, alat komunikasi orang-orang yang teridentifikasi itu seharusnya disita. Tapi karena tidak dilakukan sejak awal, data komunikasi mereka bisa saja sudah dihapus,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri didesak segera mengungkap dan menangkap aktor intelektual di balik kerusuhan demonstrasi 28&amp;ndash;31 Agustus 2025. Desakan ini disampaikan oleh pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, yang menilai aksi tersebut terorganisir dan bukan peristiwa spontan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua aktor intelektual harus ditangkap tanpa terkecuali, jangan tanggung-tanggung. Jangan hanya menangkap yang di lapangan saja, karena mereka itu dibayar. Nah, yang memberi upah itulah yang harusnya ditangkap. Gampang kok ditelusuri dari pengakuan mereka, siapa orangnya dan di mana,&amp;rdquo; kata Trubus kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).&#13;
&#13;
Ia menegaskan, pola kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik menunjukkan adanya skenario yang disusun dengan rapi. Karena itu, aparat penegak hukum diminta serius mengusut kemungkinan adanya provokasi terstruktur.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polisi wajib bersungguh-sungguh menangkap aktor intelektualnya agar kasus serupa tidak terulang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengusulkan pembentukan Tim Koneksitas yang terdiri dari unsur TNI dan Polri untuk mengungkap kasus kerusuhan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemeriksaan ini penting. Belum tentu mereka yang ditangkap adalah pelakunya. Namun, perlu dilakukan penyelidikan mendalam dengan pendekatan scientific crime investigation,&amp;rdquo; ujar Sugeng.&#13;
&#13;
Ia juga menilai para aktivis yang ditangkap tidak memiliki kapasitas untuk mengorganisir massa hingga melakukan aksi kekerasan, pembakaran, dan penjarahan rumah para anggota DPR maupun mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Misalnya, alat komunikasi orang-orang yang teridentifikasi itu seharusnya disita. Tapi karena tidak dilakukan sejak awal, data komunikasi mereka bisa saja sudah dihapus,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
