<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Orangtua Ungkap Anaknya Trauma Pasca-Ledakan di SMAN 72 Jakarta</title><description>Widya, salah satu orangtua siswa kelas X SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendampingi anaknya untuk mengambil tas dan perlengkapan sekolah pada Sabtu (8/11/2025) sore.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/08/337/3182301/cerita-orangtua-ungkap-anaknya-trauma-pasca-ledakan-di-sman-72-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/08/337/3182301/cerita-orangtua-ungkap-anaknya-trauma-pasca-ledakan-di-sman-72-jakarta"/><item><title>Cerita Orangtua Ungkap Anaknya Trauma Pasca-Ledakan di SMAN 72 Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/08/337/3182301/cerita-orangtua-ungkap-anaknya-trauma-pasca-ledakan-di-sman-72-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/08/337/3182301/cerita-orangtua-ungkap-anaknya-trauma-pasca-ledakan-di-sman-72-jakarta</guid><pubDate>Sabtu 08 November 2025 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/08/337/3182301/ledakan-rm1M_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orangtua dampingi anak ambil tas di SMAN 72 Jakarta Utara pasca-ledakan (Foto: M Refi Sandi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/08/337/3182301/ledakan-rm1M_large.jpg</image><title>Orangtua dampingi anak ambil tas di SMAN 72 Jakarta Utara pasca-ledakan (Foto: M Refi Sandi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Widya, salah satu orangtua siswa kelas X SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendampingi anaknya untuk mengambil tas dan perlengkapan sekolah pada Sabtu (8/11/2025) sore.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan kondisi sang anak masih mengalami sedikit trauma akibat peristiwa ledakan yang terjadi di sekolah tersebut. Namun, Widya berupaya memberikan dukungan agar anaknya tidak terus terbawa rasa takut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Putri kita hari ini masih ada trauma, ya. Seperti tadi saya dampingi, dia ketakutan karena posisi kelasnya sama masjid itu satu tembok. &amp;lsquo;Saya takut, takutnya seram,&amp;rsquo; katanya. Saya bilang, &amp;lsquo;Nggak, dek, nggak ada. Korbannya sehat, semoga yang korban sehat-sehat semuanya.&amp;rsquo; Saya sebagai orang tua men-support agar tidak trauma,&amp;rdquo; ujar Widya saat ditemui di depan SMAN 72 Jakarta, Sabtu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Widya menambahkan, hingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah peristiwa ledakan tersebut. &amp;ldquo;(Kegiatan belajar mengajar daring apa luring) belum ada informasi dari wali kelas. Selanjutnya belajarnya bagaimana, kita belum tahu. (Libur) juga belum ada informasi,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Widya menceritakan dirinya mengetahui adanya ledakan dari pesan yang disampaikan koordinator kelas melalui grup orangtua siswa. Ia pun segera menjemput anaknya begitu mendengar kabar darurat dari sekolah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari guru belum ada informasi bagaimana kejadian sebenarnya. Cuma begitu kejadian, orangtua menginformasikan ke grup, bagi orangtua tolong jemput anak-anaknya karena di sekolah ada &amp;lsquo;darurat&amp;rsquo;. Koordinator kelas bilang &amp;lsquo;darurat&amp;rsquo;, saya langsung, sebagai orangtua, spontan menjemput anak saya. Puji Tuhan, anak saya sehat,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Listyo saat meninjau kondisi para korban di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu 8 November.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa, ya, di SMA tersebut,&amp;rdquo; kata Listyo Sigit di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Menurut data terbaru, Listyo menyebut sebanyak 43 korban dirawat di RSI Cempaka Putih, dengan rincian 14 orang masih menjalani perawatan inap, sementara 29 lainnya telah diperbolehkan pulang.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Widya, salah satu orangtua siswa kelas X SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendampingi anaknya untuk mengambil tas dan perlengkapan sekolah pada Sabtu (8/11/2025) sore.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan kondisi sang anak masih mengalami sedikit trauma akibat peristiwa ledakan yang terjadi di sekolah tersebut. Namun, Widya berupaya memberikan dukungan agar anaknya tidak terus terbawa rasa takut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Putri kita hari ini masih ada trauma, ya. Seperti tadi saya dampingi, dia ketakutan karena posisi kelasnya sama masjid itu satu tembok. &amp;lsquo;Saya takut, takutnya seram,&amp;rsquo; katanya. Saya bilang, &amp;lsquo;Nggak, dek, nggak ada. Korbannya sehat, semoga yang korban sehat-sehat semuanya.&amp;rsquo; Saya sebagai orang tua men-support agar tidak trauma,&amp;rdquo; ujar Widya saat ditemui di depan SMAN 72 Jakarta, Sabtu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Widya menambahkan, hingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah peristiwa ledakan tersebut. &amp;ldquo;(Kegiatan belajar mengajar daring apa luring) belum ada informasi dari wali kelas. Selanjutnya belajarnya bagaimana, kita belum tahu. (Libur) juga belum ada informasi,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Widya menceritakan dirinya mengetahui adanya ledakan dari pesan yang disampaikan koordinator kelas melalui grup orangtua siswa. Ia pun segera menjemput anaknya begitu mendengar kabar darurat dari sekolah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari guru belum ada informasi bagaimana kejadian sebenarnya. Cuma begitu kejadian, orangtua menginformasikan ke grup, bagi orangtua tolong jemput anak-anaknya karena di sekolah ada &amp;lsquo;darurat&amp;rsquo;. Koordinator kelas bilang &amp;lsquo;darurat&amp;rsquo;, saya langsung, sebagai orangtua, spontan menjemput anak saya. Puji Tuhan, anak saya sehat,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Listyo saat meninjau kondisi para korban di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu 8 November.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa, ya, di SMA tersebut,&amp;rdquo; kata Listyo Sigit di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Menurut data terbaru, Listyo menyebut sebanyak 43 korban dirawat di RSI Cempaka Putih, dengan rincian 14 orang masih menjalani perawatan inap, sementara 29 lainnya telah diperbolehkan pulang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
