<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Cinta Puspa dan Satwa, Santri dan Sejumlah Elemen Analisis Binatang Liar di Cirebon</title><description>Potensi besar jumlah santri di Indonesia dapat menjadi kekuatan nyata dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/08/340/3182280/hari-cinta-puspa-dan-satwa-santri-dan-sejumlah-elemen-analisis-binatang-liar-di-cirebon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/08/340/3182280/hari-cinta-puspa-dan-satwa-santri-dan-sejumlah-elemen-analisis-binatang-liar-di-cirebon"/><item><title>Hari Cinta Puspa dan Satwa, Santri dan Sejumlah Elemen Analisis Binatang Liar di Cirebon</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/08/340/3182280/hari-cinta-puspa-dan-satwa-santri-dan-sejumlah-elemen-analisis-binatang-liar-di-cirebon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/08/340/3182280/hari-cinta-puspa-dan-satwa-santri-dan-sejumlah-elemen-analisis-binatang-liar-di-cirebon</guid><pubDate>Sabtu 08 November 2025 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/08/340/3182280/viral-x9sb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hari Cinta Puspa dan Satwa, Santri dan Sejumlah Elemen Analisis Binatang Liar di Cirebon</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/08/340/3182280/viral-x9sb_large.jpg</image><title>Hari Cinta Puspa dan Satwa, Santri dan Sejumlah Elemen Analisis Binatang Liar di Cirebon</title></images><description>CIREBON &amp;ndash;Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati yang melimpah, baik dari ragam tumbuhan maupun satwanya. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap kekayaan alam, setiap 5 November diperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).&#13;
&#13;
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati, Rika Anggraini, menjelaskan, potensi besar jumlah santri di Indonesia dapat menjadi kekuatan nyata dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Edukasi dan sosialisasi mengenai keanekaragaman hayati Indonesia sangat penting untuk membentuk karakter santri yang peduli dan berwawasan lingkungan,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Rika saat kegiatan pengamatan satwa liar di lingkungan Ponpes Khas Kempek Cirebon, dikutip, Sabtu (8/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, para santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam.&#13;
&#13;
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, para santri berhasil mencatat keberadaan berbagai jenis satwa liar yang hidup di sekitar kawasan pesantren, antara lain burung bodol jawa, burung bondol haji,&amp;nbsp;kadal kebun, bunglon taman, ular segitiga merah, dan lain sebagainya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Data hasil pengamatan tersebut akan disusun dalam bentuk infografis dan papan informasi yang akan dipasang di area pesantren.&#13;
&#13;
Langkah ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para santri, pengajar, pengunjung, serta masyarakat sekitar pesantren untuk lebih mengenal kekayaan hayati di lingkungannya sendiri.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Program Ekopesantren sendiri bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan tentang lingkungan, sehingga tercipta komunitas pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah lingkungan,&amp;rsquo;&amp;rsquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program ini menjadi strategi penting dalam menjawab tantangan global, seperti kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, melalui pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.&#13;
&#13;
Berdasarkan data Kementerian Agama per 4 Oktober 2025, jumlah santri di Indonesia tahun ajaran 2025/2026 mencapai 1.378.687 orang. Angka ini menunjukkan potensi besar bagi gerakan lingkungan berbasis pesantren.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesuai dengan semangat gerakan anak muda Biodiversity Warriors Kehati, kami berharap para santri di seluruh Indonesia dapat menjadi garda depan dalam menjaga keanekaragaman hayati dan membangun Indonesia yang lestari,&amp;rdquo; tutup Rika.&#13;
</description><content:encoded>CIREBON &amp;ndash;Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati yang melimpah, baik dari ragam tumbuhan maupun satwanya. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap kekayaan alam, setiap 5 November diperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).&#13;
&#13;
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati, Rika Anggraini, menjelaskan, potensi besar jumlah santri di Indonesia dapat menjadi kekuatan nyata dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Edukasi dan sosialisasi mengenai keanekaragaman hayati Indonesia sangat penting untuk membentuk karakter santri yang peduli dan berwawasan lingkungan,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Rika saat kegiatan pengamatan satwa liar di lingkungan Ponpes Khas Kempek Cirebon, dikutip, Sabtu (8/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, para santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam.&#13;
&#13;
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, para santri berhasil mencatat keberadaan berbagai jenis satwa liar yang hidup di sekitar kawasan pesantren, antara lain burung bodol jawa, burung bondol haji,&amp;nbsp;kadal kebun, bunglon taman, ular segitiga merah, dan lain sebagainya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Data hasil pengamatan tersebut akan disusun dalam bentuk infografis dan papan informasi yang akan dipasang di area pesantren.&#13;
&#13;
Langkah ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para santri, pengajar, pengunjung, serta masyarakat sekitar pesantren untuk lebih mengenal kekayaan hayati di lingkungannya sendiri.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Program Ekopesantren sendiri bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan tentang lingkungan, sehingga tercipta komunitas pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah lingkungan,&amp;rsquo;&amp;rsquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program ini menjadi strategi penting dalam menjawab tantangan global, seperti kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, melalui pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.&#13;
&#13;
Berdasarkan data Kementerian Agama per 4 Oktober 2025, jumlah santri di Indonesia tahun ajaran 2025/2026 mencapai 1.378.687 orang. Angka ini menunjukkan potensi besar bagi gerakan lingkungan berbasis pesantren.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesuai dengan semangat gerakan anak muda Biodiversity Warriors Kehati, kami berharap para santri di seluruh Indonesia dapat menjadi garda depan dalam menjaga keanekaragaman hayati dan membangun Indonesia yang lestari,&amp;rdquo; tutup Rika.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
