<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baru 2 Minggu Diteken, Thailand Tangguhkan &amp;#039;Kesepakatan Damai&amp;#039; dengan Kamboja</title><description>Langkah ini diambil Thailand setelah tentaranya terluka akibat ledakan ranjau di perbatasan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/18/3182712/baru-2-minggu-diteken-thailand-tangguhkan-039-kesepakatan-damai-039-dengan-kamboja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/10/18/3182712/baru-2-minggu-diteken-thailand-tangguhkan-039-kesepakatan-damai-039-dengan-kamboja"/><item><title>Baru 2 Minggu Diteken, Thailand Tangguhkan &amp;#039;Kesepakatan Damai&amp;#039; dengan Kamboja</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/18/3182712/baru-2-minggu-diteken-thailand-tangguhkan-039-kesepakatan-damai-039-dengan-kamboja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/10/18/3182712/baru-2-minggu-diteken-thailand-tangguhkan-039-kesepakatan-damai-039-dengan-kamboja</guid><pubDate>Senin 10 November 2025 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/10/18/3182712/kesepakatan_gencatan_senjata_thailand_kamboja-1QIT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul (tengah) dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kiri) menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan Donald Trump pada Oktober. (Foto: EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/10/18/3182712/kesepakatan_gencatan_senjata_thailand_kamboja-1QIT_large.jpg</image><title>Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul (tengah) dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kiri) menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan Donald Trump pada Oktober. (Foto: EPA)</title></images><description>JAKARTA - Thailand mengatakan akan menangguhkan implementasi &amp;#39;kesepakatan damai&amp;#39;﻿ dengan negara tetangga Kamboja terkait perbatasan yang disengketakan. Penundaan itu diumumkan Bangkok hanya dua minggu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memimpin penandatanganannya.&#13;
&#13;
Pengumuman Thailand ini muncul setelah sejumlah tentara terluka dalam ledakan ranjau darat di dekat perbatasan Kamboja di Provinsi Sisaket, kata seorang juru bicara pemerintah.&#13;
&#13;
Kamboja menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan tersebut, yang diharapkan membawa perdamaian abadi setelah bentrokan perbatasan yang menewaskan lebih dari 40 orang pada Juli, demikian diwartakan BBC.&#13;
&#13;
Kedua belah pihak menandatangani perjanjian tersebut &amp;mdash; yang ditolak Thailand sebagai &amp;#39;kesepakatan damai&amp;#39;﻿ &amp;mdash; pada Oktober dalam sebuah upacara bersama presiden AS di Malaysia.&#13;
&#13;
Namun, pada Senin (10/11/2025), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan dalam konferensi pers bahwa ia setuju dengan keputusan yang diambil oleh para kepala pertahanan negara, dengan mengatakan bahwa &amp;quot;ancaman keamanan... belum benar-benar berkurang&amp;quot;.&#13;
&#13;
Menurut Bangkok Post, para prajurit tersebut terluka saat berpatroli &amp;mdash; salah satunya kehilangan kakinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sengketa perbatasan antara kedua belah pihak telah berlangsung lebih dari satu abad sejak perbatasan ditetapkan setelah pendudukan Prancis di Kamboja. Perselisihan ini telah menyebabkan sejumlah bentrokan selama bertahun-tahun, dengan bentrokan terbaru menyebabkan 300.000 orang mengungsi.&#13;
&#13;
Gencatan senjata disepakati dalam beberapa hari, dan perjanjian yang ditandatangani di Malaysia &amp;mdash; disebut &amp;#39;Deklarasi Bersama oleh Perdana Menteri Thailand dan Kamboja tentang Hasil Pertemuan Mereka di Kuala Lumpur&amp;#39;﻿ oleh Bangkok &amp;mdash; ditandatangani pada Oktober.&#13;
&#13;
Kedua belah pihak sepakat untuk menarik senjata berat dari wilayah yang disengketakan dan membentuk tim pengamat sementara untuk memantaunya.&#13;
&#13;
Langkah selanjutnya seharusnya mencakup pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan di Thailand.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Thailand mengatakan akan menangguhkan implementasi &amp;#39;kesepakatan damai&amp;#39;﻿ dengan negara tetangga Kamboja terkait perbatasan yang disengketakan. Penundaan itu diumumkan Bangkok hanya dua minggu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memimpin penandatanganannya.&#13;
&#13;
Pengumuman Thailand ini muncul setelah sejumlah tentara terluka dalam ledakan ranjau darat di dekat perbatasan Kamboja di Provinsi Sisaket, kata seorang juru bicara pemerintah.&#13;
&#13;
Kamboja menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan tersebut, yang diharapkan membawa perdamaian abadi setelah bentrokan perbatasan yang menewaskan lebih dari 40 orang pada Juli, demikian diwartakan BBC.&#13;
&#13;
Kedua belah pihak menandatangani perjanjian tersebut &amp;mdash; yang ditolak Thailand sebagai &amp;#39;kesepakatan damai&amp;#39;﻿ &amp;mdash; pada Oktober dalam sebuah upacara bersama presiden AS di Malaysia.&#13;
&#13;
Namun, pada Senin (10/11/2025), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan dalam konferensi pers bahwa ia setuju dengan keputusan yang diambil oleh para kepala pertahanan negara, dengan mengatakan bahwa &amp;quot;ancaman keamanan... belum benar-benar berkurang&amp;quot;.&#13;
&#13;
Menurut Bangkok Post, para prajurit tersebut terluka saat berpatroli &amp;mdash; salah satunya kehilangan kakinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sengketa perbatasan antara kedua belah pihak telah berlangsung lebih dari satu abad sejak perbatasan ditetapkan setelah pendudukan Prancis di Kamboja. Perselisihan ini telah menyebabkan sejumlah bentrokan selama bertahun-tahun, dengan bentrokan terbaru menyebabkan 300.000 orang mengungsi.&#13;
&#13;
Gencatan senjata disepakati dalam beberapa hari, dan perjanjian yang ditandatangani di Malaysia &amp;mdash; disebut &amp;#39;Deklarasi Bersama oleh Perdana Menteri Thailand dan Kamboja tentang Hasil Pertemuan Mereka di Kuala Lumpur&amp;#39;﻿ oleh Bangkok &amp;mdash; ditandatangani pada Oktober.&#13;
&#13;
Kedua belah pihak sepakat untuk menarik senjata berat dari wilayah yang disengketakan dan membentuk tim pengamat sementara untuk memantaunya.&#13;
&#13;
Langkah selanjutnya seharusnya mencakup pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan di Thailand.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
