<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Resmikan 10 Pahlawan Nasional, Simak Riwayat Perjuangan Mereka!</title><description>Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Dua di antara tokoh yang mendapat gelar tersebut adalah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-2 RI Soeharto.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182585/prabowo-resmikan-10-pahlawan-nasional-simak-riwayat-perjuangan-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182585/prabowo-resmikan-10-pahlawan-nasional-simak-riwayat-perjuangan-mereka"/><item><title>Prabowo Resmikan 10 Pahlawan Nasional, Simak Riwayat Perjuangan Mereka!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182585/prabowo-resmikan-10-pahlawan-nasional-simak-riwayat-perjuangan-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182585/prabowo-resmikan-10-pahlawan-nasional-simak-riwayat-perjuangan-mereka</guid><pubDate>Senin 10 November 2025 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182585/prabowo_resmikan_10_pahlawan_nasional-1mA4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Resmikan 10 Pahlawan Nasional (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182585/prabowo_resmikan_10_pahlawan_nasional-1mA4_large.jpg</image><title>Prabowo Resmikan 10 Pahlawan Nasional (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Dua di antara tokoh yang mendapat gelar tersebut adalah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-2 RI Soeharto.&#13;
&#13;
Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada 6 November 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi, atas jasa-jasanya yang luar biasa untuk kepentingan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,&amp;rdquo; bunyi kutipan Keppres tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam upacara itu, juga dibacakan ringkasan jasa-jasa dari kesepuluh tokoh penerima gelar pahlawan nasional tahun 2025 berikut ini:&#13;
&#13;
1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
Tokoh bangsa di bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam. Sepanjang hidupnya, Gus Dur dikenal memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia.&#13;
&#13;
2. Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
Menonjol di bidang perjuangan kemerdekaan. Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta, ia memimpin pelucutan senjata pasukan Jepang di Kota Baru pada 1945.&#13;
&#13;
3. Marsinah &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
Pahlawan di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Buruh perempuan ini menjadi simbol keberanian dan moral dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan sosial.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja &amp;ndash; Jawa Barat&#13;
&#13;
Pahlawan di bidang hukum dan politik. Ia dikenal sebagai penggagas konsep Negara Kepulauan Indonesia, yang menjadi dasar Deklarasi Djuanda tahun 1957.&#13;
&#13;
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah &amp;ndash; Sumatera Barat&#13;
&#13;
Ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan. Ia dikenal sebagai pelopor pendidikan perempuan Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
Tokoh militer yang berjuang sejak perang kemerdekaan 1945&amp;ndash;1949. Dikenal sebagai komandan yang tegas dan berperan penting dalam penumpasan pemberontakan G30S/PKI.&#13;
&#13;
7. Sultan Muhammad Salahuddin &amp;ndash; Nusa Tenggara Barat&#13;
&#13;
Berjasa di bidang pendidikan dan diplomasi. Mendirikan berbagai lembaga pendidikan seperti HIS Rabah (1921), Sekolah Kejuruan Wanita (1922), serta sekolah agama di wilayah kesultanannya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
8. Syaikhona Muhammad Kholil &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
Ulama karismatik dan guru besar para pendiri Nahdlatul Ulama. Ia berjuang melalui jalur pendidikan kultural, sosial, dan keagamaan.&#13;
&#13;
9. Tuan Rondahaim Saragih &amp;ndash; Sumatera Utara&#13;
&#13;
Dikenal sebagai &amp;ldquo;Napoleon dari Batak&amp;rdquo;, ia memimpin pasukan rakyat Simalungun melawan kolonialisme Belanda. Di bawah komandonya, rakyat mencatat kemenangan dalam pertempuran Dolok Merawan dan Dolok Sagala.&#13;
&#13;
10. Zainal Abidin Syah &amp;ndash; Maluku Utara&#13;
&#13;
Sultan Tidore ke-37 yang memimpin sejak 1946 hingga 1967. Berperan penting dalam perjuangan politik dan diplomasi mempertahankan kedaulatan Indonesia di kawasan timur.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Dua di antara tokoh yang mendapat gelar tersebut adalah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-2 RI Soeharto.&#13;
&#13;
Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada 6 November 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi, atas jasa-jasanya yang luar biasa untuk kepentingan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,&amp;rdquo; bunyi kutipan Keppres tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam upacara itu, juga dibacakan ringkasan jasa-jasa dari kesepuluh tokoh penerima gelar pahlawan nasional tahun 2025 berikut ini:&#13;
&#13;
1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
Tokoh bangsa di bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam. Sepanjang hidupnya, Gus Dur dikenal memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia.&#13;
&#13;
2. Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
Menonjol di bidang perjuangan kemerdekaan. Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta, ia memimpin pelucutan senjata pasukan Jepang di Kota Baru pada 1945.&#13;
&#13;
3. Marsinah &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
Pahlawan di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Buruh perempuan ini menjadi simbol keberanian dan moral dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan sosial.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja &amp;ndash; Jawa Barat&#13;
&#13;
Pahlawan di bidang hukum dan politik. Ia dikenal sebagai penggagas konsep Negara Kepulauan Indonesia, yang menjadi dasar Deklarasi Djuanda tahun 1957.&#13;
&#13;
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah &amp;ndash; Sumatera Barat&#13;
&#13;
Ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan. Ia dikenal sebagai pelopor pendidikan perempuan Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
Tokoh militer yang berjuang sejak perang kemerdekaan 1945&amp;ndash;1949. Dikenal sebagai komandan yang tegas dan berperan penting dalam penumpasan pemberontakan G30S/PKI.&#13;
&#13;
7. Sultan Muhammad Salahuddin &amp;ndash; Nusa Tenggara Barat&#13;
&#13;
Berjasa di bidang pendidikan dan diplomasi. Mendirikan berbagai lembaga pendidikan seperti HIS Rabah (1921), Sekolah Kejuruan Wanita (1922), serta sekolah agama di wilayah kesultanannya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
8. Syaikhona Muhammad Kholil &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
Ulama karismatik dan guru besar para pendiri Nahdlatul Ulama. Ia berjuang melalui jalur pendidikan kultural, sosial, dan keagamaan.&#13;
&#13;
9. Tuan Rondahaim Saragih &amp;ndash; Sumatera Utara&#13;
&#13;
Dikenal sebagai &amp;ldquo;Napoleon dari Batak&amp;rdquo;, ia memimpin pasukan rakyat Simalungun melawan kolonialisme Belanda. Di bawah komandonya, rakyat mencatat kemenangan dalam pertempuran Dolok Merawan dan Dolok Sagala.&#13;
&#13;
10. Zainal Abidin Syah &amp;ndash; Maluku Utara&#13;
&#13;
Sultan Tidore ke-37 yang memimpin sejak 1946 hingga 1967. Berperan penting dalam perjuangan politik dan diplomasi mempertahankan kedaulatan Indonesia di kawasan timur.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
