<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soeharto Dikukuhkan Jadi Pahlawan Nasional, JK: Kita Harus Terima Kenyataan</title><description>Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai seluruh pihak harus menerima pengukuhan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, meski Soeharto memiliki kekurangan, ia juga memberikan banyak kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182597/soeharto-dikukuhkan-jadi-pahlawan-nasional-jk-kita-harus-terima-kenyataan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182597/soeharto-dikukuhkan-jadi-pahlawan-nasional-jk-kita-harus-terima-kenyataan"/><item><title>Soeharto Dikukuhkan Jadi Pahlawan Nasional, JK: Kita Harus Terima Kenyataan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182597/soeharto-dikukuhkan-jadi-pahlawan-nasional-jk-kita-harus-terima-kenyataan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182597/soeharto-dikukuhkan-jadi-pahlawan-nasional-jk-kita-harus-terima-kenyataan</guid><pubDate>Senin 10 November 2025 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182597/jusuf_kalla-KLx0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jusuf Kalla (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182597/jusuf_kalla-KLx0_large.jpg</image><title>Jusuf Kalla (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai seluruh pihak harus menerima pengukuhan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, meski Soeharto memiliki kekurangan, ia juga memberikan banyak kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.&#13;
&#13;
JK menyebut, penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional telah mengakhiri perdebatan panjang di masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menghormati keputusan pemerintah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, karena kalau sudah diresmikan oleh pemerintah, itu bukan lagi pro dan kontra. Sebelumnya memang ada pro kontra, tapi sekarang kita harus menerima itu sebagai suatu kenyataan,&amp;quot; kata JK saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
JK menambahkan, sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan itu memang tidak luput dari kekurangan, namun jasanya terhadap kemajuan bangsa sangat besar. Salah satunya adalah keberhasilan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa beliau punya kekurangan, ya semua orang tahu. Siapa sih yang sempurna? Tapi beliau telah membawa negeri ini lebih baik. Ekonomi pada zaman Soeharto bisa tumbuh sampai 7&amp;ndash;8 persen,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Di antara penerimanya adalah Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).&#13;
&#13;
Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 dan dihadiri para ahli waris yang mewakili masing-masing tokoh penerima gelar.&#13;
&#13;
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK Tahun 2025, berikut sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional:&#13;
&#13;
1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
2. Jenderal Besar TNI Soeharto &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
3. Marsinah &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
4. Mochtar Kusumaatmadja &amp;ndash; Jawa Barat&#13;
&#13;
5. Hajjah Rahma El Yunusiyyah &amp;ndash; Sumatera Barat&#13;
&#13;
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
7. Sultan Muhammad Salahuddin &amp;ndash; Nusa Tenggara Barat&#13;
&#13;
8. Syaikhona Muhammad Kholil &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
9. Tuan Rondahaim Saragih &amp;ndash; Sumatera Utara&#13;
&#13;
10. Zainal Abidin Syah &amp;ndash; Maluku Utara&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai seluruh pihak harus menerima pengukuhan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, meski Soeharto memiliki kekurangan, ia juga memberikan banyak kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.&#13;
&#13;
JK menyebut, penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional telah mengakhiri perdebatan panjang di masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menghormati keputusan pemerintah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, karena kalau sudah diresmikan oleh pemerintah, itu bukan lagi pro dan kontra. Sebelumnya memang ada pro kontra, tapi sekarang kita harus menerima itu sebagai suatu kenyataan,&amp;quot; kata JK saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
JK menambahkan, sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan itu memang tidak luput dari kekurangan, namun jasanya terhadap kemajuan bangsa sangat besar. Salah satunya adalah keberhasilan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa beliau punya kekurangan, ya semua orang tahu. Siapa sih yang sempurna? Tapi beliau telah membawa negeri ini lebih baik. Ekonomi pada zaman Soeharto bisa tumbuh sampai 7&amp;ndash;8 persen,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Di antara penerimanya adalah Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).&#13;
&#13;
Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 dan dihadiri para ahli waris yang mewakili masing-masing tokoh penerima gelar.&#13;
&#13;
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK Tahun 2025, berikut sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional:&#13;
&#13;
1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
2. Jenderal Besar TNI Soeharto &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
3. Marsinah &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
4. Mochtar Kusumaatmadja &amp;ndash; Jawa Barat&#13;
&#13;
5. Hajjah Rahma El Yunusiyyah &amp;ndash; Sumatera Barat&#13;
&#13;
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo &amp;ndash; Jawa Tengah&#13;
&#13;
7. Sultan Muhammad Salahuddin &amp;ndash; Nusa Tenggara Barat&#13;
&#13;
8. Syaikhona Muhammad Kholil &amp;ndash; Jawa Timur&#13;
&#13;
9. Tuan Rondahaim Saragih &amp;ndash; Sumatera Utara&#13;
&#13;
10. Zainal Abidin Syah &amp;ndash; Maluku Utara&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
