<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Pahlawan, Kemenag Ungkap Pentingnya Arti Empat Guru dalam Hindu</title><description>Kementerian Agama (Kemenag) mengungkapkan arti empat guru dalam agama Hindu dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182661/hari-pahlawan-kemenag-ungkap-pentingnya-arti-empat-guru-dalam-hindu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182661/hari-pahlawan-kemenag-ungkap-pentingnya-arti-empat-guru-dalam-hindu"/><item><title>Hari Pahlawan, Kemenag Ungkap Pentingnya Arti Empat Guru dalam Hindu</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182661/hari-pahlawan-kemenag-ungkap-pentingnya-arti-empat-guru-dalam-hindu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/10/337/3182661/hari-pahlawan-kemenag-ungkap-pentingnya-arti-empat-guru-dalam-hindu</guid><pubDate>Senin 10 November 2025 16:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182661/kemenag-gC7k_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hari Pahlawan, Kemenag Ungkap Pentingnya Arti Empat Guru dalam Hindu/kemenag</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182661/kemenag-gC7k_large.jpg</image><title>Hari Pahlawan, Kemenag Ungkap Pentingnya Arti Empat Guru dalam Hindu/kemenag</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, yang jatuh pada hari ini, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
Kementerian Agama (Kemenag) pun mengungkapkan arti empat guru dalam agama Hindu dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Hari Pahlawan ini, kita harus menghargai beliau-beliau yang telah berjuang untuk negara ini. Bagi kami, negara adalah guru, jadi kami punya empat guru,&amp;quot; kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kemenag I Nengah Duija.&#13;
&#13;
Dijelaskannya, empat guru tersebut adalah guru rupaka atau orang tua, guru pengajian atau yang mengajarkan di sekolah, guru wisesa atau pemerintah, dan guru swadaya yang berarti Tuhan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, nilai-nilai inilah yang harus kita kembangkan, bahwa pemerintah itu, siapapun pemimpin kita adalah guru bagi kita semua, apalagi beliau-beliau telah berjuang dengan berdarah-darah sepenuh jiwa dan raganya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, kata dia seluruh umat beragama untuk meneladani sikap-sikap ksatria dan kepahlawanan dari para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mudah-mudahan seluruh umat bisa meneladani sikap-sikap ksatria dan kepahlawanan beliau-beliau, bagaimana kita membangun negara ini agar lebih harmonis dan toleran terhadap apa yang berbeda, baik etnis, agama, dan seterusnya,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Kemenag sangat mendukung program-program pemerintah yang memberikan manfaat bagi seluruh umat, termasuk bagi masyarakat Hindu dan generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat mendukung apapun yang diprogramkan oleh pemerintah dan telah memberikan manfaat bagi umat Hindu, juga generasi muda Hindu ke depan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Kemenag Jadi Rumah Besar Seluruh Umat&#13;
&#13;
Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Ismail Cawidu, menegaskan, Kemenag bukan hanya kementerian untuk satu&amp;nbsp;agama saja, namun menjadi rumah besar bagi seluruh umat beragama di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu permintaan Pak Menteri Agama kepada Ditjen Bimas Hindu adalah memperbanyak publikasi dan mengglorifikasi kegiatan-kegiatannya kepada masyarakat Indonesia,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu, tujuan kita berkomunikasi dengan media adalah memastikan Ditjen Bimas Hindu dapat melaksanakan amanah Pak Menteri secara optimal,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, salah satu kekuatan umat Hindu, adalah tradisi harmoni dan kehidupan sosial yang rukun dengan umat beragama lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tampilkan Ditjen Bimas Hindu sebagai penjaga harmoni kebangsaan, karena hal itu sudah terbukti di Bali,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
Lihat bagaimana masyarakat Bali dan masyarakat Lombok tetap hidup dalam harmoni. Mereka hidup berdampingan dengan saudara-saudara dari berbagai agama,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, peran media sangat menentukan bagaimana publik melihat kerja kementerian secara utuh.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Penguatan publikasi adalah langkah konkret untuk menunjukkan bahwa Kemenag hadir bagi semua agama. Karena itu, kolaborasi dengan media menjadi sangat penting,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, yang jatuh pada hari ini, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
Kementerian Agama (Kemenag) pun mengungkapkan arti empat guru dalam agama Hindu dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Hari Pahlawan ini, kita harus menghargai beliau-beliau yang telah berjuang untuk negara ini. Bagi kami, negara adalah guru, jadi kami punya empat guru,&amp;quot; kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kemenag I Nengah Duija.&#13;
&#13;
Dijelaskannya, empat guru tersebut adalah guru rupaka atau orang tua, guru pengajian atau yang mengajarkan di sekolah, guru wisesa atau pemerintah, dan guru swadaya yang berarti Tuhan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, nilai-nilai inilah yang harus kita kembangkan, bahwa pemerintah itu, siapapun pemimpin kita adalah guru bagi kita semua, apalagi beliau-beliau telah berjuang dengan berdarah-darah sepenuh jiwa dan raganya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, kata dia seluruh umat beragama untuk meneladani sikap-sikap ksatria dan kepahlawanan dari para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mudah-mudahan seluruh umat bisa meneladani sikap-sikap ksatria dan kepahlawanan beliau-beliau, bagaimana kita membangun negara ini agar lebih harmonis dan toleran terhadap apa yang berbeda, baik etnis, agama, dan seterusnya,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Kemenag sangat mendukung program-program pemerintah yang memberikan manfaat bagi seluruh umat, termasuk bagi masyarakat Hindu dan generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat mendukung apapun yang diprogramkan oleh pemerintah dan telah memberikan manfaat bagi umat Hindu, juga generasi muda Hindu ke depan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Kemenag Jadi Rumah Besar Seluruh Umat&#13;
&#13;
Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Ismail Cawidu, menegaskan, Kemenag bukan hanya kementerian untuk satu&amp;nbsp;agama saja, namun menjadi rumah besar bagi seluruh umat beragama di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu permintaan Pak Menteri Agama kepada Ditjen Bimas Hindu adalah memperbanyak publikasi dan mengglorifikasi kegiatan-kegiatannya kepada masyarakat Indonesia,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu, tujuan kita berkomunikasi dengan media adalah memastikan Ditjen Bimas Hindu dapat melaksanakan amanah Pak Menteri secara optimal,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, salah satu kekuatan umat Hindu, adalah tradisi harmoni dan kehidupan sosial yang rukun dengan umat beragama lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tampilkan Ditjen Bimas Hindu sebagai penjaga harmoni kebangsaan, karena hal itu sudah terbukti di Bali,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
Lihat bagaimana masyarakat Bali dan masyarakat Lombok tetap hidup dalam harmoni. Mereka hidup berdampingan dengan saudara-saudara dari berbagai agama,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, peran media sangat menentukan bagaimana publik melihat kerja kementerian secara utuh.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Penguatan publikasi adalah langkah konkret untuk menunjukkan bahwa Kemenag hadir bagi semua agama. Karena itu, kolaborasi dengan media menjadi sangat penting,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
