<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Buka-bukaan soal Dugaan Korupsi Whoosh, Sebut Tanah Negara Dijual dengan Harga Tinggi</title><description>Asep mengatakan, seharusnya negara tidak perlu membayar atas penggunaan tanah tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182753/kpk-buka-bukaan-soal-dugaan-korupsi-whoosh-sebut-tanah-negara-dijual-dengan-harga-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182753/kpk-buka-bukaan-soal-dugaan-korupsi-whoosh-sebut-tanah-negara-dijual-dengan-harga-tinggi"/><item><title>KPK Buka-bukaan soal Dugaan Korupsi Whoosh, Sebut Tanah Negara Dijual dengan Harga Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182753/kpk-buka-bukaan-soal-dugaan-korupsi-whoosh-sebut-tanah-negara-dijual-dengan-harga-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182753/kpk-buka-bukaan-soal-dugaan-korupsi-whoosh-sebut-tanah-negara-dijual-dengan-harga-tinggi</guid><pubDate>Selasa 11 November 2025 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182753/kpk-JzPd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK Buka-bukaan soal Dugaan Korupsi Whoosh/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/10/337/3182753/kpk-JzPd_large.jpg</image><title>KPK Buka-bukaan soal Dugaan Korupsi Whoosh/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini menyelidiki kasus dugaan korupsi terkait proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Whoosh. Komisi antirasuah menduga, ada tanah negara yang kembali dijual ke negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kita dengan laporan yang ada ini adalah, ada barang milik negara yang dijual kembali kepada negara, dalam pengadaan tanahnya ini,&amp;quot; ujar Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
Asep mengatakan, seharusnya negara tidak perlu membayar atas penggunaan tanah tersebut. Pasalnya, Kereta Cepat Whoosh merupakan proyek negara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalaupun itu misalkan kawasan hutan ya, dikonversi nanti dengan ada lahan yang lain lagi seperti itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih dari itu lanjut Asep, oknum tersebut menjual tanah negara tidak dengan harga wajar di pasaran, tapi lebih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada lahan-lahan milik negara, ada lahan yang kemudian dijual tidak sesuai dengan harga pasar, dan jauh lebih tinggi, dan lain-lain,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerugian dari sisi pembebasan lahan inilah yang sedang kita kejar, dan kita akan kembalikan kepada negara, seperti itu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini menyelidiki kasus dugaan korupsi terkait proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Whoosh. Komisi antirasuah menduga, ada tanah negara yang kembali dijual ke negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kita dengan laporan yang ada ini adalah, ada barang milik negara yang dijual kembali kepada negara, dalam pengadaan tanahnya ini,&amp;quot; ujar Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
Asep mengatakan, seharusnya negara tidak perlu membayar atas penggunaan tanah tersebut. Pasalnya, Kereta Cepat Whoosh merupakan proyek negara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalaupun itu misalkan kawasan hutan ya, dikonversi nanti dengan ada lahan yang lain lagi seperti itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih dari itu lanjut Asep, oknum tersebut menjual tanah negara tidak dengan harga wajar di pasaran, tapi lebih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada lahan-lahan milik negara, ada lahan yang kemudian dijual tidak sesuai dengan harga pasar, dan jauh lebih tinggi, dan lain-lain,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerugian dari sisi pembebasan lahan inilah yang sedang kita kejar, dan kita akan kembalikan kepada negara, seperti itu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
