<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Berdasarkan Kajian Sejarah dan Keteladanan</title><description>Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182774/prabowo-tetapkan-10-pahlawan-nasional-berdasarkan-kajian-sejarah-dan-keteladanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182774/prabowo-tetapkan-10-pahlawan-nasional-berdasarkan-kajian-sejarah-dan-keteladanan"/><item><title>Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Berdasarkan Kajian Sejarah dan Keteladanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182774/prabowo-tetapkan-10-pahlawan-nasional-berdasarkan-kajian-sejarah-dan-keteladanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182774/prabowo-tetapkan-10-pahlawan-nasional-berdasarkan-kajian-sejarah-dan-keteladanan</guid><pubDate>Selasa 11 November 2025 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/11/337/3182774/presiden_prabowo_subianto-Rqtf_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/11/337/3182774/presiden_prabowo_subianto-Rqtf_large.jpeg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.&#13;
&#13;
Pengumuman itu disampaikan Fadli dalam konferensi pers usai upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden telah menetapkan 10 Pahlawan Nasional yang sudah kita ketahui nama-namanya, yaitu Bapak Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar H. M. Soeharto, Ibu Marsinah, Bapak Mochtar Kusumaatmadja, Sayyiduna Kholil Bangkalan, Sultan ke-16 Dompu, Sultan Tidore ke-37, Tuan Saragih, Rahmah El Yunusiyyah, dan Bapak Sarwo Edhie,&amp;rdquo; ujar Fadli Zon.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Fadli menjelaskan, bahwa proses penetapan dilakukan secara berjenjang dan objektif, dimulai dari pengusulan masyarakat di tingkat kabupaten/kota, kemudian dikaji oleh tim peneliti dan pengkaji gelar daerah, hingga ke tingkat pusat di bawah koordinasi Kementerian Sosial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Totalnya ada 49 nama, 40 nama baru dan 9 merupakan carry over dari tahun sebelumnya. Dewan Gelar kemudian menyeleksi 24 nama prioritas, dan Presiden akhirnya memilih 10 nama Pahlawan Nasional,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menbud menegaskan, bahwa seluruh tokoh tersebut memenuhi kriteria sesuai peraturan perundang-undangan, dan keteladanan mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jasa-jasa mereka jelas, konkret, dan teruji melalui proses yang panjang, bahkan melalui seminar dan publikasi. Semoga keteladanan mereka memberi semangat bagi kita semua,&amp;rdquo; ujar Fadli.&#13;
&#13;
Terkait penetapan Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, Fadli menegaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kajian mendalam atas fakta sejarah perjuangannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pak Harto ikut dalam Serangan Umum 1 Maret, pertempuran di Ambarawa dan Semarang, menjadi Komandan Operasi Mandala perebutan Irian Barat, serta berperan besar dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan,&amp;rdquo; papar Fadli.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa-jasa tokoh bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mari kita belajar untuk melihat sejarah secara utuh. Setiap masa punya tokohnya, dengan kelebihan dan kekurangannya. Yang terpenting adalah meneladani jasa dan perjuangan mereka,&amp;rdquo; tutup Gus Ipul.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.&#13;
&#13;
Pengumuman itu disampaikan Fadli dalam konferensi pers usai upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden telah menetapkan 10 Pahlawan Nasional yang sudah kita ketahui nama-namanya, yaitu Bapak Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar H. M. Soeharto, Ibu Marsinah, Bapak Mochtar Kusumaatmadja, Sayyiduna Kholil Bangkalan, Sultan ke-16 Dompu, Sultan Tidore ke-37, Tuan Saragih, Rahmah El Yunusiyyah, dan Bapak Sarwo Edhie,&amp;rdquo; ujar Fadli Zon.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Fadli menjelaskan, bahwa proses penetapan dilakukan secara berjenjang dan objektif, dimulai dari pengusulan masyarakat di tingkat kabupaten/kota, kemudian dikaji oleh tim peneliti dan pengkaji gelar daerah, hingga ke tingkat pusat di bawah koordinasi Kementerian Sosial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Totalnya ada 49 nama, 40 nama baru dan 9 merupakan carry over dari tahun sebelumnya. Dewan Gelar kemudian menyeleksi 24 nama prioritas, dan Presiden akhirnya memilih 10 nama Pahlawan Nasional,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menbud menegaskan, bahwa seluruh tokoh tersebut memenuhi kriteria sesuai peraturan perundang-undangan, dan keteladanan mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jasa-jasa mereka jelas, konkret, dan teruji melalui proses yang panjang, bahkan melalui seminar dan publikasi. Semoga keteladanan mereka memberi semangat bagi kita semua,&amp;rdquo; ujar Fadli.&#13;
&#13;
Terkait penetapan Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, Fadli menegaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kajian mendalam atas fakta sejarah perjuangannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pak Harto ikut dalam Serangan Umum 1 Maret, pertempuran di Ambarawa dan Semarang, menjadi Komandan Operasi Mandala perebutan Irian Barat, serta berperan besar dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan,&amp;rdquo; papar Fadli.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa-jasa tokoh bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mari kita belajar untuk melihat sejarah secara utuh. Setiap masa punya tokohnya, dengan kelebihan dan kekurangannya. Yang terpenting adalah meneladani jasa dan perjuangan mereka,&amp;rdquo; tutup Gus Ipul.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
