<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Nasaruddin: Film Islami Jadi Sarana Dakwah dan Relevan bagi Generasi Masa Kini</title><description>Nasaruddin  menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan penyelenggaraan kompetisi ini agar lebih profesional dan melibatkan lebih banyak pihak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182911/menag-nasaruddin-film-islami-jadi-sarana-dakwah-dan-relevan-bagi-generasi-masa-kini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182911/menag-nasaruddin-film-islami-jadi-sarana-dakwah-dan-relevan-bagi-generasi-masa-kini"/><item><title>Menag Nasaruddin: Film Islami Jadi Sarana Dakwah dan Relevan bagi Generasi Masa Kini</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182911/menag-nasaruddin-film-islami-jadi-sarana-dakwah-dan-relevan-bagi-generasi-masa-kini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/11/337/3182911/menag-nasaruddin-film-islami-jadi-sarana-dakwah-dan-relevan-bagi-generasi-masa-kini</guid><pubDate>Selasa 11 November 2025 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/11/337/3182911/pemerintah-4aNV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Nasaruddin: Film Islami Jadi Sarana Dakwah dan Relevan bagi Generasi Masa Kini</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/11/337/3182911/pemerintah-4aNV_large.jpg</image><title>Menag Nasaruddin: Film Islami Jadi Sarana Dakwah dan Relevan bagi Generasi Masa Kini</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut, film merupakan medium seni yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Nasaruddin menilai, film Islami mampu menjadi sarana dakwah yang lebih inklusif dan relevan bagi generasi masa kini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Film ini adalah sebuah karya seni. Dan di dalam Islam, itu sangat compatible kalau kita bicara tentang seni,&amp;rdquo;ujar Nasaruddin saat acara penganugerahan Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penganugerahan Kompetisi Film Islami oleh Kementerian Agama kali ini semakin banyak pesertanya dibanding dengan tahun-tahun yang lampau,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan penyelenggaraan kompetisi ini agar lebih profesional dan melibatkan lebih banyak pihak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Barangkali yang akan datang, kami bisa lebih membuka secara profesional. Mungkin nanti ada final nominasinya siapa, kemudian kita pilih mana yang terbaik dengan melibatkan lembaga-lembaga tertentu yang bisa berkontribusi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menambahkan, film Islami merupakan media strategis untuk menyebarkan pesan-pesan rahmatan lil &amp;#39;alamin melalui pendekatan seni, estetika, dan naratif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Film bukan hanya menyampaikan pesan moral, tetapi juga menggugah, memberi pencerahan, dan menumbuhkan optimisme masyarakat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung para sineas muda untuk menyampaikan gagasan kreatif dalam memperkuat literasi keagamaan melalui media visual.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin nilai-nilai keislaman disampaikan dengan cara-cara kekinian, menarik, dan inspiratif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Abu melanjutkan, &amp;nbsp;setiap karya yang dipersembahkan menampilkan keunikan lokal serta kekuatan pesan universal tentang nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang dan kemanusiaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap karya para sineas ini terus memberikan manfaat bagi bangsa dan menjadi bagian dari lahirnya generasi yang penuh kreativitas serta optimisme untuk masa depan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut, film merupakan medium seni yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Nasaruddin menilai, film Islami mampu menjadi sarana dakwah yang lebih inklusif dan relevan bagi generasi masa kini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Film ini adalah sebuah karya seni. Dan di dalam Islam, itu sangat compatible kalau kita bicara tentang seni,&amp;rdquo;ujar Nasaruddin saat acara penganugerahan Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penganugerahan Kompetisi Film Islami oleh Kementerian Agama kali ini semakin banyak pesertanya dibanding dengan tahun-tahun yang lampau,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan penyelenggaraan kompetisi ini agar lebih profesional dan melibatkan lebih banyak pihak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Barangkali yang akan datang, kami bisa lebih membuka secara profesional. Mungkin nanti ada final nominasinya siapa, kemudian kita pilih mana yang terbaik dengan melibatkan lembaga-lembaga tertentu yang bisa berkontribusi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menambahkan, film Islami merupakan media strategis untuk menyebarkan pesan-pesan rahmatan lil &amp;#39;alamin melalui pendekatan seni, estetika, dan naratif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Film bukan hanya menyampaikan pesan moral, tetapi juga menggugah, memberi pencerahan, dan menumbuhkan optimisme masyarakat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung para sineas muda untuk menyampaikan gagasan kreatif dalam memperkuat literasi keagamaan melalui media visual.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin nilai-nilai keislaman disampaikan dengan cara-cara kekinian, menarik, dan inspiratif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Abu melanjutkan, &amp;nbsp;setiap karya yang dipersembahkan menampilkan keunikan lokal serta kekuatan pesan universal tentang nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang dan kemanusiaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap karya para sineas ini terus memberikan manfaat bagi bangsa dan menjadi bagian dari lahirnya generasi yang penuh kreativitas serta optimisme untuk masa depan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
