<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Informasi di Salinan Ijazah Jokowi Banyak Ditutupi, Ini Kecurigaan Bonatua Silalahi</title><description>Peneliti Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menyebut masih banyak informasi dalam salinan ijazah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang telah dilegalisir namun ditutupi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/12/337/3183007/informasi-di-salinan-ijazah-jokowi-banyak-ditutupi-ini-kecurigaan-bonatua-silalahi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/12/337/3183007/informasi-di-salinan-ijazah-jokowi-banyak-ditutupi-ini-kecurigaan-bonatua-silalahi"/><item><title>Informasi di Salinan Ijazah Jokowi Banyak Ditutupi, Ini Kecurigaan Bonatua Silalahi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/12/337/3183007/informasi-di-salinan-ijazah-jokowi-banyak-ditutupi-ini-kecurigaan-bonatua-silalahi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/12/337/3183007/informasi-di-salinan-ijazah-jokowi-banyak-ditutupi-ini-kecurigaan-bonatua-silalahi</guid><pubDate>Rabu 12 November 2025 01:30 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/12/337/3183007/bonatua_silalahi-0ZVN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bonatua Silalahi (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/12/337/3183007/bonatua_silalahi-0ZVN_large.jpg</image><title>Bonatua Silalahi (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Peneliti Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menyebut masih banyak informasi dalam salinan ijazah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang telah dilegalisir namun ditutupi. Ia menilai hal tersebut menimbulkan kecurigaan.&#13;
&#13;
Adapun yang dimaksud Bonatua berkaitan dengan salinan ijazah Jokowi terlegalisir yang digunakan dalam berbagai Pemilihan Umum (Pemilu).&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang kita harus akui, sepertinya, ini mungkin kecurigaan ya, ada pemalsuan tanda tangan, justru di sininya pemalsuan tanda tangan,&amp;quot; ujar Bonatua dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (11/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bonatua menduga, tanda tangan dalam salinan tersebut sengaja ditutupi agar publik tidak dapat membandingkan dengan tanda tangan aslinya. &amp;quot;Takut dibandingkan dengan aslinya, mungkin ya. Mungkin dibikin-bikin sendiri tanda tangannya, takut yang lain punya yang asli, takut dibandingin,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, setiap informasi yang ditutup seharusnya memiliki dasar hukum yang jelas untuk melegitimasi penutupan tersebut. Namun, Bonatua mengaku belum menemukan dasar aturan yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seharusnya setiap satu (informasi) yang ditutupi ini ada satu konsekuensi, ada peraturan yang mendasari kenapa itu ditutupi,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Peneliti Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menyebut masih banyak informasi dalam salinan ijazah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang telah dilegalisir namun ditutupi. Ia menilai hal tersebut menimbulkan kecurigaan.&#13;
&#13;
Adapun yang dimaksud Bonatua berkaitan dengan salinan ijazah Jokowi terlegalisir yang digunakan dalam berbagai Pemilihan Umum (Pemilu).&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang kita harus akui, sepertinya, ini mungkin kecurigaan ya, ada pemalsuan tanda tangan, justru di sininya pemalsuan tanda tangan,&amp;quot; ujar Bonatua dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (11/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bonatua menduga, tanda tangan dalam salinan tersebut sengaja ditutupi agar publik tidak dapat membandingkan dengan tanda tangan aslinya. &amp;quot;Takut dibandingkan dengan aslinya, mungkin ya. Mungkin dibikin-bikin sendiri tanda tangannya, takut yang lain punya yang asli, takut dibandingin,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, setiap informasi yang ditutup seharusnya memiliki dasar hukum yang jelas untuk melegitimasi penutupan tersebut. Namun, Bonatua mengaku belum menemukan dasar aturan yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seharusnya setiap satu (informasi) yang ditutupi ini ada satu konsekuensi, ada peraturan yang mendasari kenapa itu ditutupi,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
