<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakapolri: Masjid Bukan Hanya Tempat Beribadah, Namun Juga Pusat Pembinaan Akhlak dan Karakter</title><description>Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/13/337/3183389/wakapolri-masjid-bukan-hanya-tempat-beribadah-namun-juga-pusat-pembinaan-akhlak-dan-karakter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/13/337/3183389/wakapolri-masjid-bukan-hanya-tempat-beribadah-namun-juga-pusat-pembinaan-akhlak-dan-karakter"/><item><title>Wakapolri: Masjid Bukan Hanya Tempat Beribadah, Namun Juga Pusat Pembinaan Akhlak dan Karakter</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/13/337/3183389/wakapolri-masjid-bukan-hanya-tempat-beribadah-namun-juga-pusat-pembinaan-akhlak-dan-karakter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/13/337/3183389/wakapolri-masjid-bukan-hanya-tempat-beribadah-namun-juga-pusat-pembinaan-akhlak-dan-karakter</guid><pubDate>Kamis 13 November 2025 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/13/337/3183389/polri-70ZP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/13/337/3183389/polri-70ZP_large.jpg</image><title>Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo</title></images><description>JAKARTA -Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, menyebut, masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, namun menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Komjen Dedi saat meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini juga sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah,&amp;rdquo; ujar Komjen Dedi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dedi juga memimpin kegiatan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah Non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. &amp;nbsp;Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan pendidikan.&#13;
&#13;
Dia juga menyampaikan harapan besar agar seluruh fasilitas SMA Kemala Taruna Bhayangkara dapat diselesaikan tepat waktu sehingga sekolah dapat beroperasi penuh pada Mei 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyelesaian tepat waktu sangat penting untuk menghadirkan layanan pendidikan unggul bagi putra-putri bangsa sebagai bagian dari percepatan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah.&#13;
&#13;
Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.&#13;
&#13;
Sementara, pembangunan rumah ibadah non-muslim, yaitu Gereja Protestan dan Gereja Katolik masing-masing seluas 90 m&amp;sup2;, serta Vihara dan Pura masing-masing 36 m&amp;sup2;. Peletakan batu pertama dilakukan Wakapolri bersama tokoh lintas agama, sebagai simbol kuat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, menyebut, masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, namun menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Komjen Dedi saat meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini juga sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah,&amp;rdquo; ujar Komjen Dedi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dedi juga memimpin kegiatan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah Non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. &amp;nbsp;Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan pendidikan.&#13;
&#13;
Dia juga menyampaikan harapan besar agar seluruh fasilitas SMA Kemala Taruna Bhayangkara dapat diselesaikan tepat waktu sehingga sekolah dapat beroperasi penuh pada Mei 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyelesaian tepat waktu sangat penting untuk menghadirkan layanan pendidikan unggul bagi putra-putri bangsa sebagai bagian dari percepatan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah.&#13;
&#13;
Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.&#13;
&#13;
Sementara, pembangunan rumah ibadah non-muslim, yaitu Gereja Protestan dan Gereja Katolik masing-masing seluas 90 m&amp;sup2;, serta Vihara dan Pura masing-masing 36 m&amp;sup2;. Peletakan batu pertama dilakukan Wakapolri bersama tokoh lintas agama, sebagai simbol kuat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
