<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Tanah Bergerak, Puluhan Rumah Warga di Banyumas Jateng Rusak</title><description>Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 56 KK terdampak, sedangkan 33 warga dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengungsi sementara waktu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/15/340/3183738/fenomena-tanah-bergerak-puluhan-rumah-warga-di-banyumas-jateng-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/15/340/3183738/fenomena-tanah-bergerak-puluhan-rumah-warga-di-banyumas-jateng-rusak"/><item><title>Fenomena Tanah Bergerak, Puluhan Rumah Warga di Banyumas Jateng Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/15/340/3183738/fenomena-tanah-bergerak-puluhan-rumah-warga-di-banyumas-jateng-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/15/340/3183738/fenomena-tanah-bergerak-puluhan-rumah-warga-di-banyumas-jateng-rusak</guid><pubDate>Sabtu 15 November 2025 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/15/340/3183738/viral-08yU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fenomena Tanah Bergerak, Puluhan Rumah Warga di Banyumas Jateng Rusak</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/15/340/3183738/viral-08yU_large.jpg</image><title>Fenomena Tanah Bergerak, Puluhan Rumah Warga di Banyumas Jateng Rusak</title></images><description>JAKARTA- Fenomena tanah bergerak membuat puluhan Kepala Keluarga (KK) terdampak dan puluhan rumah mengalami kerusakan. &amp;nbsp;Gerakan tanah terjadi di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah,&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lokasi terdampak berada di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh,&amp;rdquo; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (15/11/2025).&#13;
&#13;
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 56 KK terdampak, sedangkan 33 warga dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengungsi sementara waktu.&#13;
&#13;
Fenomena tersebut menyebabkan rumah rusak sebanyak 42 unit, dengan rincian rusak sedang 32 unit dan rusak ringan 10 unit. Sementara warga diungsikan di Balai Desa Ketanda.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, gerakan tanah juga terjadi di wilayah Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (13/11).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Peristiwa yang berlangsung setelah adanya hujan lebat ini terpantau oleh BPBD setempat pada pukul 17.00 WIB. Fenomena ini berlangsung di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar.&#13;
&#13;
Kondisi ini menyebabkan sebanyak 20 KK atau 65 jiwa memutuskan untuk mengungsi ke tempat aman. Petugas BPBD membantu warga dalam proses evakuasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sejumlah rumah di kawasan bahaya, terdapat 2 rumah warga yang roboh akibat gerakan tanah. Hingga Jumat kemarin (14/11), petugas memantau tanah di kawasan terdampak masih bergerak,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengungkap, pantauan cuaca pada hari ini, Sabtu, 15 November 2025, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai adanya angin kencang.&#13;
&#13;
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, angin kencang, tanah longsor atau gerakan tanah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila terjadi hujan lebat dengan durasi panjang, warga dapat segera evakuasi untuk menghindari potensi dampak bahaya longsor atau gerakan tanah,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA- Fenomena tanah bergerak membuat puluhan Kepala Keluarga (KK) terdampak dan puluhan rumah mengalami kerusakan. &amp;nbsp;Gerakan tanah terjadi di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah,&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lokasi terdampak berada di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh,&amp;rdquo; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (15/11/2025).&#13;
&#13;
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 56 KK terdampak, sedangkan 33 warga dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengungsi sementara waktu.&#13;
&#13;
Fenomena tersebut menyebabkan rumah rusak sebanyak 42 unit, dengan rincian rusak sedang 32 unit dan rusak ringan 10 unit. Sementara warga diungsikan di Balai Desa Ketanda.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, gerakan tanah juga terjadi di wilayah Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (13/11).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Peristiwa yang berlangsung setelah adanya hujan lebat ini terpantau oleh BPBD setempat pada pukul 17.00 WIB. Fenomena ini berlangsung di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar.&#13;
&#13;
Kondisi ini menyebabkan sebanyak 20 KK atau 65 jiwa memutuskan untuk mengungsi ke tempat aman. Petugas BPBD membantu warga dalam proses evakuasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sejumlah rumah di kawasan bahaya, terdapat 2 rumah warga yang roboh akibat gerakan tanah. Hingga Jumat kemarin (14/11), petugas memantau tanah di kawasan terdampak masih bergerak,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengungkap, pantauan cuaca pada hari ini, Sabtu, 15 November 2025, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai adanya angin kencang.&#13;
&#13;
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, angin kencang, tanah longsor atau gerakan tanah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila terjadi hujan lebat dengan durasi panjang, warga dapat segera evakuasi untuk menghindari potensi dampak bahaya longsor atau gerakan tanah,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
