<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa SMP Tangsel yang Diduga Dibully Meninggal, 6 Orang Saksi Diperiksa</title><description>Siswa SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH (13) diduga menjadi korban penganiayaan, hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Setelah dirawat selama sepekan, MH meninggal dunia pada Minggu (16/11/2025).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/16/338/3183884/siswa-smp-tangsel-yang-diduga-dibully-meninggal-6-orang-saksi-diperiksa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/16/338/3183884/siswa-smp-tangsel-yang-diduga-dibully-meninggal-6-orang-saksi-diperiksa"/><item><title>Siswa SMP Tangsel yang Diduga Dibully Meninggal, 6 Orang Saksi Diperiksa</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/16/338/3183884/siswa-smp-tangsel-yang-diduga-dibully-meninggal-6-orang-saksi-diperiksa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/16/338/3183884/siswa-smp-tangsel-yang-diduga-dibully-meninggal-6-orang-saksi-diperiksa</guid><pubDate>Minggu 16 November 2025 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/16/338/3183884/siswa_smp_tewas_usai_dibully-KELO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siswa SMP tewas usai dibully (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/16/338/3183884/siswa_smp_tewas_usai_dibully-KELO_large.jpg</image><title>Siswa SMP tewas usai dibully (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Siswa SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH (13) diduga menjadi korban penganiayaan, hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Setelah dirawat selama sepekan, MH meninggal dunia pada Minggu (16/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Bapak Kapolres Tangerang Selatan menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya dan akan menangani perkara tersebut secara profesional,&amp;rdquo; ujar Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil Sahril, Minggu (16/11/2025).&#13;
&#13;
Agil memastikan, bahwa polisi telah memulai penyelidikan dan membuat laporan informasi terkait kasus tersebut. Hingga saat ini, enam saksi telah dimintai keterangan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Petugas Satreskrim Polres Tangsel berinisiatif membuat laporan informasi dalam rangka proses penyelidikan. Penyidik juga telah meminta klarifikasi dari beberapa saksi, ada enam orang termasuk guru pengajar,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Polisi juga melakukan upaya untuk menemui terduga pelaku. Agil menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan pendampingan dari pihak keluarga korban, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas Pendidikan, serta UPTD PPA Kota Tangerang Selatan.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Siswa SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH (13) diduga menjadi korban penganiayaan, hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Setelah dirawat selama sepekan, MH meninggal dunia pada Minggu (16/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Bapak Kapolres Tangerang Selatan menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya dan akan menangani perkara tersebut secara profesional,&amp;rdquo; ujar Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil Sahril, Minggu (16/11/2025).&#13;
&#13;
Agil memastikan, bahwa polisi telah memulai penyelidikan dan membuat laporan informasi terkait kasus tersebut. Hingga saat ini, enam saksi telah dimintai keterangan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Petugas Satreskrim Polres Tangsel berinisiatif membuat laporan informasi dalam rangka proses penyelidikan. Penyidik juga telah meminta klarifikasi dari beberapa saksi, ada enam orang termasuk guru pengajar,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Polisi juga melakukan upaya untuk menemui terduga pelaku. Agil menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan pendampingan dari pihak keluarga korban, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas Pendidikan, serta UPTD PPA Kota Tangerang Selatan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
