<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Kebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh</title><description>Selain mengumpulkan keterangan, KPK menurut Budi juga melakukan pendalaman analisis terkait dengan informasi-informasi lainnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/17/337/3184193/kpk-kebut-penyelidikan-dugaan-korupsi-kereta-cepat-whoosh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/17/337/3184193/kpk-kebut-penyelidikan-dugaan-korupsi-kereta-cepat-whoosh"/><item><title>KPK Kebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/17/337/3184193/kpk-kebut-penyelidikan-dugaan-korupsi-kereta-cepat-whoosh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/17/337/3184193/kpk-kebut-penyelidikan-dugaan-korupsi-kereta-cepat-whoosh</guid><pubDate>Senin 17 November 2025 23:20 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/17/337/3184193/kpk-hrOt_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">KPK Kebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh/KCIC</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/17/337/3184193/kpk-hrOt_large.jpeg</image><title>KPK Kebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh/KCIC</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, penyelidikan dugaan korupsi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh terus berjalan. Sejumlah pihak pun sudah dimintai keterangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait kereta cepat perkaranya masih di penyelidikan dan ini tim juga masih terus melakukan pendalaman dan permintaan keterangan kepada sejumlah pihak terkait dengan peristiwa pidananya,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (17/11/2025).&#13;
&#13;
Namun Budi tidak menyebutkan lebih lanjut terkait pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan tersebut. Namun, Budi menyatakan, mereka dimintai keterangan soal dugaan tanah negara dijual ke negara terkait proyek Whoosh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi KPK mendalami bagaimana proses-proses pengadaan, salah satunya terkait dengan pengadaan lahannya, bagaimana pihak-pihak ini kemudian melakukan pengadaan lahan yang digunakan untuk jalur kereta cepat tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi nanti kita akan terus menelusuri adanya tanah-tanah yang diduga punya negara kemudian dijual kembali dalam proses pengadaan lahan. Artinya negara membeli kembali yang sebetulnya tanah itu adalah milik negara,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Selain mengumpulkan keterangan, KPK menurut Budi juga melakukan pendalaman analisis terkait dengan informasi-informasi lainnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, penyelidikan dugaan korupsi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh terus berjalan. Sejumlah pihak pun sudah dimintai keterangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait kereta cepat perkaranya masih di penyelidikan dan ini tim juga masih terus melakukan pendalaman dan permintaan keterangan kepada sejumlah pihak terkait dengan peristiwa pidananya,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (17/11/2025).&#13;
&#13;
Namun Budi tidak menyebutkan lebih lanjut terkait pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan tersebut. Namun, Budi menyatakan, mereka dimintai keterangan soal dugaan tanah negara dijual ke negara terkait proyek Whoosh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi KPK mendalami bagaimana proses-proses pengadaan, salah satunya terkait dengan pengadaan lahannya, bagaimana pihak-pihak ini kemudian melakukan pengadaan lahan yang digunakan untuk jalur kereta cepat tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi nanti kita akan terus menelusuri adanya tanah-tanah yang diduga punya negara kemudian dijual kembali dalam proses pengadaan lahan. Artinya negara membeli kembali yang sebetulnya tanah itu adalah milik negara,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Selain mengumpulkan keterangan, KPK menurut Budi juga melakukan pendalaman analisis terkait dengan informasi-informasi lainnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
