<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menguak Cara KPK Gali Informasi Saksi, dari Tanya Hobi hingga Asal Daerah</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan metode menggali informasi dari saksi yang menutup diri untuk memberikan keterangan secara gamblang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/19/337/3184442/menguak-cara-kpk-gali-informasi-saksi-dari-tanya-hobi-hingga-asal-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/19/337/3184442/menguak-cara-kpk-gali-informasi-saksi-dari-tanya-hobi-hingga-asal-daerah"/><item><title>Menguak Cara KPK Gali Informasi Saksi, dari Tanya Hobi hingga Asal Daerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/19/337/3184442/menguak-cara-kpk-gali-informasi-saksi-dari-tanya-hobi-hingga-asal-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/19/337/3184442/menguak-cara-kpk-gali-informasi-saksi-dari-tanya-hobi-hingga-asal-daerah</guid><pubDate>Rabu 19 November 2025 06:56 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/19/337/3184442/kpk-TbuZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK ungkap metode periksa saksi (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/19/337/3184442/kpk-TbuZ_large.jpg</image><title>KPK ungkap metode periksa saksi (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan metode menggali informasi dari saksi yang menutup diri untuk memberikan keterangan secara gamblang.&#13;
&#13;
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan pihaknya sebelum memeriksa akan melakukan profiling terhadap saksi. &amp;ldquo;Kita profiling dulu orangnya, kita lihat dulu, ini siapa nih yang mau diperiksa hari ini, &amp;lsquo;oh si A misalkan&amp;rsquo;, kita lihat dulu,&amp;rdquo; kata Asep dalam diskusi di Bogor, Selasa (18/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Asep melanjutkan, saksi yang tiba di ruang pemeriksaan juga tidak langsung ditanya materi. Mayoritas, mereka akan diajak mengobrol terlebih dahulu agar lebih rileks.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ngobrol dulu, ice breaking lah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Asep, obrolan tersebut akan mengarah pada hasil profiling yang telah dilakukan, di antaranya terkait hobi hingga keluarganya. &amp;ldquo;Ngobrol dulu, cerita-cerita tentang keluarganya, cerita tentang hobinya, cerita tentang segala macam,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Selain itu, penyidik juga akan menggunakan bahasa daerah asal dari saksi yang diperiksa. &amp;ldquo;Dia lahir di Jawa, ya kita ngobrol pakai bahasa Jawa, &amp;lsquo;gimana, mbak, atau pak, piye kabare?&amp;rsquo; seperti itu. &amp;lsquo;Saking pundi Pak asline?&amp;rsquo;, seperti itu,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Asep menambahkan, urutan pertanyaan akan dilakukan berdasarkan informasi kesalahan utama. &amp;ldquo;Cari dulu kesalahan yang utamanya, set kita tunjukin salahnya, &amp;lsquo;Ini, Pak, Bapak salahnya di sini&amp;rsquo;, gitu. Jadi setelah itu biasanya dia enggak tahu karena ini sudah salahnya, baru berikutnya lebih memudahkan kepada kita,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan metode menggali informasi dari saksi yang menutup diri untuk memberikan keterangan secara gamblang.&#13;
&#13;
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan pihaknya sebelum memeriksa akan melakukan profiling terhadap saksi. &amp;ldquo;Kita profiling dulu orangnya, kita lihat dulu, ini siapa nih yang mau diperiksa hari ini, &amp;lsquo;oh si A misalkan&amp;rsquo;, kita lihat dulu,&amp;rdquo; kata Asep dalam diskusi di Bogor, Selasa (18/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Asep melanjutkan, saksi yang tiba di ruang pemeriksaan juga tidak langsung ditanya materi. Mayoritas, mereka akan diajak mengobrol terlebih dahulu agar lebih rileks.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ngobrol dulu, ice breaking lah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Asep, obrolan tersebut akan mengarah pada hasil profiling yang telah dilakukan, di antaranya terkait hobi hingga keluarganya. &amp;ldquo;Ngobrol dulu, cerita-cerita tentang keluarganya, cerita tentang hobinya, cerita tentang segala macam,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Selain itu, penyidik juga akan menggunakan bahasa daerah asal dari saksi yang diperiksa. &amp;ldquo;Dia lahir di Jawa, ya kita ngobrol pakai bahasa Jawa, &amp;lsquo;gimana, mbak, atau pak, piye kabare?&amp;rsquo; seperti itu. &amp;lsquo;Saking pundi Pak asline?&amp;rsquo;, seperti itu,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Asep menambahkan, urutan pertanyaan akan dilakukan berdasarkan informasi kesalahan utama. &amp;ldquo;Cari dulu kesalahan yang utamanya, set kita tunjukin salahnya, &amp;lsquo;Ini, Pak, Bapak salahnya di sini&amp;rsquo;, gitu. Jadi setelah itu biasanya dia enggak tahu karena ini sudah salahnya, baru berikutnya lebih memudahkan kepada kita,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
