<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jimly Temui Megawati, Singgung Reformasi Polri dan Rencana Amandemen UUD 1945</title><description>Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, melangsungkan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Jumat (21/11/2025) sore.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/21/337/3185087/jimly-temui-megawati-singgung-reformasi-polri-dan-rencana-amandemen-uud-1945</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/21/337/3185087/jimly-temui-megawati-singgung-reformasi-polri-dan-rencana-amandemen-uud-1945"/><item><title>Jimly Temui Megawati, Singgung Reformasi Polri dan Rencana Amandemen UUD 1945</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/21/337/3185087/jimly-temui-megawati-singgung-reformasi-polri-dan-rencana-amandemen-uud-1945</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/21/337/3185087/jimly-temui-megawati-singgung-reformasi-polri-dan-rencana-amandemen-uud-1945</guid><pubDate>Jum'at 21 November 2025 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/21/337/3185087/ketua_komisi_percepatan_reformasi_polri_jimly_asshiddiqie_bertemu_megawati_soekarnoputri-iouH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie bertemu Megawati Soekarnoputri (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/21/337/3185087/ketua_komisi_percepatan_reformasi_polri_jimly_asshiddiqie_bertemu_megawati_soekarnoputri-iouH_large.jpg</image><title>Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie bertemu Megawati Soekarnoputri (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, melangsungkan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Jumat (21/11/2025) sore.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu, Jimly berdiskusi panjang dengan Megawati. Salah satu topik yang dibahas adalah reformasi institusi Polri dan hukum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak masalah kebangsaan yang kami diskusikan selama 2,5 jam, salah satunya tentang reformasi Polri, reformasi hukum, dan peradilan,&amp;rdquo; terang Jimly saat dihubungi, Jumat (21/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jimly menambahkan bahwa dirinya juga membahas perbaikan sistem ketatanegaraan dengan Presiden ke-5 RI tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahkan tentang kebutuhan untuk menata ulang sistem politik ketatanegaraan pasca 27 tahun Reformasi (1998&amp;ndash;2025),&amp;rdquo; pungkas Jimly.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Jimly juga menyerahkan buku barunya yang berjudul &amp;ldquo;Menuju Perubahan Kelima Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945&amp;rdquo; kepada Megawati.&#13;
&#13;
Buku ke-82 tersebut diserahkan langsung oleh Jimly, yang tampak didampingi mantan Menko Polhukam sekaligus anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan ini saya persembahkan kepada Ibunda Megawati Soekarnoputri, untuk dijadikan bahan bacaan dan bahan pemikiran dalam rangka penataan kembali sistem ketatanegaraan melalui perubahan kelima Undang-Undang Dasar 1945,&amp;rdquo; kata Jimly sambil menyerahkan buku tersebut.&#13;
&#13;
Jimly menjelaskan kepada Megawati bahwa setelah menyelesaikan tugas terkait reformasi Polri, ia akan melanjutkan pembahasan mengenai agenda perubahan konstitusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi maksudnya, Bu, habis kita ngurusin polisi, nanti kita membenahi yang lain-lain melalui perubahan kelima. Nanti materinya biar kami diskusikan,&amp;rdquo; ujar Jimly.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak, Bu. Termasuk MPR, DPR, DPD,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Menanggapi itu, Megawati mengatakan bahwa ia justru lebih dulu menggagas amandemen kelima UUD 1945 untuk memperkuat lembaga MPR RI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kan minta untuk dinaikkan lagi MPR, tapi saya bilangnya hanya satu kali kita menaikkan MPR. Nah, tapi yang protes sopo (siapa)? Abang Brewok. Katanya &amp;lsquo;kotak pandora&amp;rsquo;, entah kotak pandora opo (apa),&amp;rdquo; pungkas Megawati.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, melangsungkan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Jumat (21/11/2025) sore.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu, Jimly berdiskusi panjang dengan Megawati. Salah satu topik yang dibahas adalah reformasi institusi Polri dan hukum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak masalah kebangsaan yang kami diskusikan selama 2,5 jam, salah satunya tentang reformasi Polri, reformasi hukum, dan peradilan,&amp;rdquo; terang Jimly saat dihubungi, Jumat (21/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jimly menambahkan bahwa dirinya juga membahas perbaikan sistem ketatanegaraan dengan Presiden ke-5 RI tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahkan tentang kebutuhan untuk menata ulang sistem politik ketatanegaraan pasca 27 tahun Reformasi (1998&amp;ndash;2025),&amp;rdquo; pungkas Jimly.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Jimly juga menyerahkan buku barunya yang berjudul &amp;ldquo;Menuju Perubahan Kelima Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945&amp;rdquo; kepada Megawati.&#13;
&#13;
Buku ke-82 tersebut diserahkan langsung oleh Jimly, yang tampak didampingi mantan Menko Polhukam sekaligus anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan ini saya persembahkan kepada Ibunda Megawati Soekarnoputri, untuk dijadikan bahan bacaan dan bahan pemikiran dalam rangka penataan kembali sistem ketatanegaraan melalui perubahan kelima Undang-Undang Dasar 1945,&amp;rdquo; kata Jimly sambil menyerahkan buku tersebut.&#13;
&#13;
Jimly menjelaskan kepada Megawati bahwa setelah menyelesaikan tugas terkait reformasi Polri, ia akan melanjutkan pembahasan mengenai agenda perubahan konstitusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi maksudnya, Bu, habis kita ngurusin polisi, nanti kita membenahi yang lain-lain melalui perubahan kelima. Nanti materinya biar kami diskusikan,&amp;rdquo; ujar Jimly.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak, Bu. Termasuk MPR, DPR, DPD,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Menanggapi itu, Megawati mengatakan bahwa ia justru lebih dulu menggagas amandemen kelima UUD 1945 untuk memperkuat lembaga MPR RI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kan minta untuk dinaikkan lagi MPR, tapi saya bilangnya hanya satu kali kita menaikkan MPR. Nah, tapi yang protes sopo (siapa)? Abang Brewok. Katanya &amp;lsquo;kotak pandora&amp;rsquo;, entah kotak pandora opo (apa),&amp;rdquo; pungkas Megawati.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
