<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelajar SMK di Jakbar Dikeluarkan, Ternyata Sering Bolos karena Dibully Bertahun-tahun</title><description>Seorang pelajar berinisial AS (18), siswa kelas tiga di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dikeluarkan dari sekolah dengan alasan sering absen.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/21/338/3184887/pelajar-smk-di-jakbar-dikeluarkan-ternyata-sering-bolos-karena-dibully-bertahun-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/21/338/3184887/pelajar-smk-di-jakbar-dikeluarkan-ternyata-sering-bolos-karena-dibully-bertahun-tahun"/><item><title>Pelajar SMK di Jakbar Dikeluarkan, Ternyata Sering Bolos karena Dibully Bertahun-tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/21/338/3184887/pelajar-smk-di-jakbar-dikeluarkan-ternyata-sering-bolos-karena-dibully-bertahun-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/21/338/3184887/pelajar-smk-di-jakbar-dikeluarkan-ternyata-sering-bolos-karena-dibully-bertahun-tahun</guid><pubDate>Jum'at 21 November 2025 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/20/338/3184887/bullying-1Bj6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bullying Pelajar SMK (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/20/338/3184887/bullying-1Bj6_large.jpg</image><title>Bullying Pelajar SMK (foto: freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Seorang pelajar berinisial AS (18), siswa kelas tiga di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dikeluarkan dari sekolah dengan alasan sering absen.&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan orang tua AS, Nurmawati, kejadian ini bermula ketika ia tiba-tiba mendapat surat panggilan dari pihak sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, awalnya dia jarang masuk sekolah. Saya kan nggak tahu kenapa dia jarang masuk. Terus tiba-tiba saya dapat surat panggilan, ditelepon, &amp;lsquo;Bu, sekarang juga datang ke sekolah, saya tunggu&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata Nurmawati kepada wartawan, Kamis (20/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika sampai di sekolah, Nurmawati mengaku diberi tahu bahwa anaknya sudah tidak bisa melanjutkan sekolah di tempat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Begitu datang, ya sudah, &amp;lsquo;Bu ini sudah ya, sudah nggak ada kesempatan lagi&amp;rsquo;. Ini sudah surat terakhir, kata mereka. Di atas materai sudah ada perjanjian kalau AS masih tidak masuk sekolah. Terus saya disodorkan surat pengunduran diri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui jika sang anak ternyata kerap bolos. Setelah ditelusuri, AS akhirnya mengakui bahwa ia sering tidak masuk sekolah karena mendapat perlakuan bullying dari teman-temannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;AS minta maaf ke saya, &amp;lsquo;Ma, maafin AS. AS nggak bisa sekolah lagi&amp;rsquo;. Saya tanya alasannya kenapa, ternyata selama ini dia dibully dari kelas 10 sampai sekarang kelas 12,&amp;rdquo; ungkap Nurmawati.&#13;
&#13;
Sementara itu, AS menuturkan bahwa ia sudah menjadi korban bullying sejak kelas 10.&#13;
&#13;
Puncaknya terjadi saat ada tugas membuat gantungan kunci. Tanpa sepengetahuannya, wajah AS diedit dan dicetak menjadi gantungan kunci oleh teman sekelasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terakhir, foto saya dicetak di gantungan kunci tanpa sepengetahuan saya. Itu pun diedit, rambutnya digondrongin. Jadi praktik itu satu siswa satu gantungan kunci disuruh buat,&amp;rdquo; jelas AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, ia bercerita bahwa wajahnya pernah ditempel dalam sebuah poster dan diletakkan di beberapa ruang kelas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Foto saya dicetak, terus ditempel di ruangan-ruangan. Ada beberapa ruang, ada waktu itu di bengkel, terus di sudut kelas mana lagi, saya lupa,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
AS mengaku tidak berani bercerita kepada orang tuanya maupun kepada orang lain mengenai bullying yang ia alami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak ada ancaman, memang saya yang enggak mau ngomong. Lebih memilih memendam saja,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Atas kejadian tersebut, AS mengaku menyimpan rasa kesal dan dendam kepada teman-temannya yang telah membully dirinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dendam ya pasti. Namanya diledek begitu, siapa sih yang nggak sakit hati,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Seorang pelajar berinisial AS (18), siswa kelas tiga di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dikeluarkan dari sekolah dengan alasan sering absen.&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan orang tua AS, Nurmawati, kejadian ini bermula ketika ia tiba-tiba mendapat surat panggilan dari pihak sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, awalnya dia jarang masuk sekolah. Saya kan nggak tahu kenapa dia jarang masuk. Terus tiba-tiba saya dapat surat panggilan, ditelepon, &amp;lsquo;Bu, sekarang juga datang ke sekolah, saya tunggu&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata Nurmawati kepada wartawan, Kamis (20/11/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika sampai di sekolah, Nurmawati mengaku diberi tahu bahwa anaknya sudah tidak bisa melanjutkan sekolah di tempat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Begitu datang, ya sudah, &amp;lsquo;Bu ini sudah ya, sudah nggak ada kesempatan lagi&amp;rsquo;. Ini sudah surat terakhir, kata mereka. Di atas materai sudah ada perjanjian kalau AS masih tidak masuk sekolah. Terus saya disodorkan surat pengunduran diri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui jika sang anak ternyata kerap bolos. Setelah ditelusuri, AS akhirnya mengakui bahwa ia sering tidak masuk sekolah karena mendapat perlakuan bullying dari teman-temannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;AS minta maaf ke saya, &amp;lsquo;Ma, maafin AS. AS nggak bisa sekolah lagi&amp;rsquo;. Saya tanya alasannya kenapa, ternyata selama ini dia dibully dari kelas 10 sampai sekarang kelas 12,&amp;rdquo; ungkap Nurmawati.&#13;
&#13;
Sementara itu, AS menuturkan bahwa ia sudah menjadi korban bullying sejak kelas 10.&#13;
&#13;
Puncaknya terjadi saat ada tugas membuat gantungan kunci. Tanpa sepengetahuannya, wajah AS diedit dan dicetak menjadi gantungan kunci oleh teman sekelasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terakhir, foto saya dicetak di gantungan kunci tanpa sepengetahuan saya. Itu pun diedit, rambutnya digondrongin. Jadi praktik itu satu siswa satu gantungan kunci disuruh buat,&amp;rdquo; jelas AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, ia bercerita bahwa wajahnya pernah ditempel dalam sebuah poster dan diletakkan di beberapa ruang kelas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Foto saya dicetak, terus ditempel di ruangan-ruangan. Ada beberapa ruang, ada waktu itu di bengkel, terus di sudut kelas mana lagi, saya lupa,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
AS mengaku tidak berani bercerita kepada orang tuanya maupun kepada orang lain mengenai bullying yang ia alami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak ada ancaman, memang saya yang enggak mau ngomong. Lebih memilih memendam saja,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Atas kejadian tersebut, AS mengaku menyimpan rasa kesal dan dendam kepada teman-temannya yang telah membully dirinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dendam ya pasti. Namanya diledek begitu, siapa sih yang nggak sakit hati,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
