<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Senator Australia Kenakan Burqa di Parlemen, Picu Kemarahan dan Tuduhan Rasisme</title><description>Ini bukan pertama kalinya Hanson melakukan aksi ini sebagai upaya mendorong larangan burqa di Australia. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/24/18/3185619/senator-australia-kenakan-burqa-di-parlemen-picu-kemarahan-dan-tuduhan-rasisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/11/24/18/3185619/senator-australia-kenakan-burqa-di-parlemen-picu-kemarahan-dan-tuduhan-rasisme"/><item><title>Senator Australia Kenakan Burqa di Parlemen, Picu Kemarahan dan Tuduhan Rasisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/11/24/18/3185619/senator-australia-kenakan-burqa-di-parlemen-picu-kemarahan-dan-tuduhan-rasisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/11/24/18/3185619/senator-australia-kenakan-burqa-di-parlemen-picu-kemarahan-dan-tuduhan-rasisme</guid><pubDate>Senin 24 November 2025 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/24/18/3185619/senator_australia_pauline_hanson_mengenakan_burqa_di_parlemen-dHWR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Senator Australia Pauline Hanson mengenakan burqa di Parlemen. (Foto: X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/24/18/3185619/senator_australia_pauline_hanson_mengenakan_burqa_di_parlemen-dHWR_large.jpg</image><title>Senator Australia Pauline Hanson mengenakan burqa di Parlemen. (Foto: X)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Senator sayap kanan Australia Pauline Hanson pada Senin (24/11/2025) mengenakan burka di Parlemen sebagai bentuk protes, mendorong larangan pakaian Muslim yang sangat tertutup itu di tempat umum. Aksi Hanson memicu kemarahan dan tuduhan rasisme dari para senator Muslim Australia.&#13;
&#13;
Hanson mengenakan burka tak lama setelah ia ditolak izinnya untuk mengajukan rancangan undang-undang yang akan melarang burka dan penutup wajah penuh lainnya di tempat umum di Australia.&#13;
&#13;
Diwartakan Reuters, ini adalah kali kedua Hanson menggunakan penutup kepala tersebut, yang dikenakan oleh beberapa perempuan Muslim, di Parlemen dalam upaya melarang penggunaan burka di tempat umum.&#13;
&#13;
Senat meluapkan amarah ketika ia memasuki ruang sidang dengan mengenakan burka, dan sidang ditangguhkan ketika Hanson menolak untuk melepasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah senator rasis, yang menunjukkan rasisme yang terang-terangan,&amp;rdquo; kata Mehreen Faruqi, seorang senator Muslim dari Partai Hijau negara bagian New South Wales.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Fatima Payman, seorang senator independen dari negara bagian Australia Barat, menyebut aksi tersebut &amp;ldquo;memalukan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Baik Penny Wong, pemimpin pemerintahan Partai Buruh sayap kiri-tengah Australia di Senat, maupun Anne Ruston, wakil pemimpin Senat untuk koalisi oposisi, mengutuk tindakan Hanson.&#13;
&#13;
Wong menyebut tindakan tersebut &amp;ldquo;tidak layak bagi seorang anggota Senat Australia&amp;rdquo; dan mengajukan mosi untuk menskors Hanson karena gagal melepas pakaian itu. Setelah Hanson menolak untuk pergi, sidang Senat ditangguhkan.&#13;
&#13;
Hanson, seorang senator untuk Queensland, pertama kali menjadi terkenal pada 1990-an karena penentangannya yang keras terhadap imigrasi dari Asia dan pencari suaka, dan telah lama berkampanye menentang pakaian Islami selama karier parlementernya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, ia mengenakan burka di Parlemen pada 2017, dan juga menyerukan larangan nasional pada saat itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Partai One Nation yang dipimpin Hanson memiliki empat kursi di Senat, dan memperoleh dua kursi lagi dalam pemilihan umum pada Mei di tengah meningkatnya dukungan terhadap kebijakan anti-imigrasi sayap kanan.&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan yang kemudian diunggah di Facebook, Hanson mengatakan bahwa tindakannya merupakan protes terhadap penolakan Senat atas rancangan undang-undang yang diusulkannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, jika Parlemen tidak melarangnya, saya akan menampilkan penutup kepala yang opresif, radikal, dan non-religius ini yang membahayakan keamanan nasional kita serta perlakuan buruk terhadap perempuan di gedung Parlemen agar setiap warga Australia tahu apa yang dipertaruhkan,&amp;rdquo; kata Hanson dalam pernyataan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika mereka tidak ingin saya mengenakannya &amp;ndash; larang burka.&amp;rdquo;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Senator sayap kanan Australia Pauline Hanson pada Senin (24/11/2025) mengenakan burka di Parlemen sebagai bentuk protes, mendorong larangan pakaian Muslim yang sangat tertutup itu di tempat umum. Aksi Hanson memicu kemarahan dan tuduhan rasisme dari para senator Muslim Australia.&#13;
&#13;
Hanson mengenakan burka tak lama setelah ia ditolak izinnya untuk mengajukan rancangan undang-undang yang akan melarang burka dan penutup wajah penuh lainnya di tempat umum di Australia.&#13;
&#13;
Diwartakan Reuters, ini adalah kali kedua Hanson menggunakan penutup kepala tersebut, yang dikenakan oleh beberapa perempuan Muslim, di Parlemen dalam upaya melarang penggunaan burka di tempat umum.&#13;
&#13;
Senat meluapkan amarah ketika ia memasuki ruang sidang dengan mengenakan burka, dan sidang ditangguhkan ketika Hanson menolak untuk melepasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah senator rasis, yang menunjukkan rasisme yang terang-terangan,&amp;rdquo; kata Mehreen Faruqi, seorang senator Muslim dari Partai Hijau negara bagian New South Wales.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Fatima Payman, seorang senator independen dari negara bagian Australia Barat, menyebut aksi tersebut &amp;ldquo;memalukan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Baik Penny Wong, pemimpin pemerintahan Partai Buruh sayap kiri-tengah Australia di Senat, maupun Anne Ruston, wakil pemimpin Senat untuk koalisi oposisi, mengutuk tindakan Hanson.&#13;
&#13;
Wong menyebut tindakan tersebut &amp;ldquo;tidak layak bagi seorang anggota Senat Australia&amp;rdquo; dan mengajukan mosi untuk menskors Hanson karena gagal melepas pakaian itu. Setelah Hanson menolak untuk pergi, sidang Senat ditangguhkan.&#13;
&#13;
Hanson, seorang senator untuk Queensland, pertama kali menjadi terkenal pada 1990-an karena penentangannya yang keras terhadap imigrasi dari Asia dan pencari suaka, dan telah lama berkampanye menentang pakaian Islami selama karier parlementernya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, ia mengenakan burka di Parlemen pada 2017, dan juga menyerukan larangan nasional pada saat itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Partai One Nation yang dipimpin Hanson memiliki empat kursi di Senat, dan memperoleh dua kursi lagi dalam pemilihan umum pada Mei di tengah meningkatnya dukungan terhadap kebijakan anti-imigrasi sayap kanan.&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan yang kemudian diunggah di Facebook, Hanson mengatakan bahwa tindakannya merupakan protes terhadap penolakan Senat atas rancangan undang-undang yang diusulkannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, jika Parlemen tidak melarangnya, saya akan menampilkan penutup kepala yang opresif, radikal, dan non-religius ini yang membahayakan keamanan nasional kita serta perlakuan buruk terhadap perempuan di gedung Parlemen agar setiap warga Australia tahu apa yang dipertaruhkan,&amp;rdquo; kata Hanson dalam pernyataan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika mereka tidak ingin saya mengenakannya &amp;ndash; larang burka.&amp;rdquo;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
