<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Cak Imin Serukan &amp;lsquo;Taubatan Nasuha Kebijakan&amp;rsquo; Usai Bencana di Sumatera!</title><description>Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia, Abdul Muhaimin Iskandar, meminta semua pihak untuk bahu membahu memperbaiki diri terkait persoalan lingkungan. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/02/337/3187210/menko-cak-imin-serukan-lsquo-taubatan-nasuha-kebijakan-rsquo-usai-bencana-di-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/02/337/3187210/menko-cak-imin-serukan-lsquo-taubatan-nasuha-kebijakan-rsquo-usai-bencana-di-sumatera"/><item><title>Menko Cak Imin Serukan &amp;lsquo;Taubatan Nasuha Kebijakan&amp;rsquo; Usai Bencana di Sumatera!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/02/337/3187210/menko-cak-imin-serukan-lsquo-taubatan-nasuha-kebijakan-rsquo-usai-bencana-di-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/02/337/3187210/menko-cak-imin-serukan-lsquo-taubatan-nasuha-kebijakan-rsquo-usai-bencana-di-sumatera</guid><pubDate>Selasa 02 Desember 2025 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/02/337/3187210/menteri_koordinator_bidang_pemberdayaan_manusia_abdul_muhaimin_iskandar-Khkx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Abdul Muhaimin Iskandar (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/02/337/3187210/menteri_koordinator_bidang_pemberdayaan_manusia_abdul_muhaimin_iskandar-Khkx_large.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Abdul Muhaimin Iskandar (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia, Abdul Muhaimin Iskandar, meminta semua pihak untuk bahu membahu memperbaiki diri terkait persoalan lingkungan. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menilai kerusakan lingkungan dan bencana alam terjadi karena dua hal: pertama, kesalahan manusia sendiri; kedua, perencanaan dan antisipasi yang masih rendah.&#13;
&#13;
Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bersama-sama melakukan perbaikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah. Bahasa NU-nya, taubatan nasuha,&amp;rdquo; kata Cak Imin, Selasa (2/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, kunci dari taubatan nasuha adalah evaluasi total terhadap kebijakan yang ada dari semua aspek.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua aspek, mulai dari cara kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat&amp;mdash;kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga diberi kesabaran. Amin,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data terbaru terkait korban meninggal banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dilihat dari website resmi BNPB pada Selasa (2/12/2025), korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor itu mencapai 604 orang. Selain korban tewas, terdapat 464 hilang, 2,6 ribu orang terluka.&#13;
&#13;
Kemudian 1,5 juta jiwa terdampak, 570,7 ribu orang mengungsi tersebar di 50 kabupaten/kota. Selain itu, sebanyak 3,500 rumah mengalami rusak berat, 4,100 rusak sedang, 20,5 ribu rusak ringan, 282 unit fasdik rusak dan 271 unit jembatan rusak.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia, Abdul Muhaimin Iskandar, meminta semua pihak untuk bahu membahu memperbaiki diri terkait persoalan lingkungan. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menilai kerusakan lingkungan dan bencana alam terjadi karena dua hal: pertama, kesalahan manusia sendiri; kedua, perencanaan dan antisipasi yang masih rendah.&#13;
&#13;
Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bersama-sama melakukan perbaikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama melakukan evaluasi total terhadap seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah. Bahasa NU-nya, taubatan nasuha,&amp;rdquo; kata Cak Imin, Selasa (2/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, kunci dari taubatan nasuha adalah evaluasi total terhadap kebijakan yang ada dari semua aspek.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua aspek, mulai dari cara kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat&amp;mdash;kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga diberi kesabaran. Amin,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data terbaru terkait korban meninggal banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dilihat dari website resmi BNPB pada Selasa (2/12/2025), korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor itu mencapai 604 orang. Selain korban tewas, terdapat 464 hilang, 2,6 ribu orang terluka.&#13;
&#13;
Kemudian 1,5 juta jiwa terdampak, 570,7 ribu orang mengungsi tersebar di 50 kabupaten/kota. Selain itu, sebanyak 3,500 rumah mengalami rusak berat, 4,100 rusak sedang, 20,5 ribu rusak ringan, 282 unit fasdik rusak dan 271 unit jembatan rusak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
