<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pria Ini Tega Tipu Belasan Pelamar Kerja hingga Rp40 Juta</title><description>Seorang pria bernama Rahmat Prihatin (51) ditangkap polisi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, karena diduga melakukan penipuan terhadap belasan pelamar kerja.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/04/338/3187761/pria-ini-tega-tipu-belasan-pelamar-kerja-hingga-rp40-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/04/338/3187761/pria-ini-tega-tipu-belasan-pelamar-kerja-hingga-rp40-juta"/><item><title>Pria Ini Tega Tipu Belasan Pelamar Kerja hingga Rp40 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/04/338/3187761/pria-ini-tega-tipu-belasan-pelamar-kerja-hingga-rp40-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/04/338/3187761/pria-ini-tega-tipu-belasan-pelamar-kerja-hingga-rp40-juta</guid><pubDate>Kamis 04 Desember 2025 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/04/338/3187761/kasus_penipuan-RrIA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">kasus penipuan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/04/338/3187761/kasus_penipuan-RrIA_large.jpg</image><title>kasus penipuan (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Seorang pria bernama Rahmat Prihatin (51) ditangkap polisi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, karena diduga melakukan penipuan terhadap belasan pelamar kerja.&#13;
&#13;
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengatakan aksi pelaku terungkap setelah warga curiga lalu mengamankannya dan menyerahkannya kepada polisi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari hasil pemeriksaan awal, Rahmat diketahui menawarkan berbagai lowongan palsu, mulai dari posisi sekuriti, pramugara bus TransJakarta, hingga sejumlah pekerjaan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Telah diserahkan satu orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan,&amp;rdquo; ujar Murodih, Kamis (4/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku meminta para pencari kerja membayar biaya administrasi antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta sebagai syarat mendapatkan pekerjaan tersebut. Korban berasal dari wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun sampai sekarang para korban belum bekerja. Korban kurang lebih 18 orang dengan total kerugian sekitar Rp 40 juta,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Murodih menambahkan, hingga kini para korban belum membuat laporan polisi. Namun, pihak kepolisian telah meminta mereka untuk segera melaporkan kejadian tersebut agar kasus bisa diproses lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban belum membuat laporan polisi. TKP ada di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara,&amp;rdquo; kata Murodih.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Seorang pria bernama Rahmat Prihatin (51) ditangkap polisi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, karena diduga melakukan penipuan terhadap belasan pelamar kerja.&#13;
&#13;
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengatakan aksi pelaku terungkap setelah warga curiga lalu mengamankannya dan menyerahkannya kepada polisi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari hasil pemeriksaan awal, Rahmat diketahui menawarkan berbagai lowongan palsu, mulai dari posisi sekuriti, pramugara bus TransJakarta, hingga sejumlah pekerjaan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Telah diserahkan satu orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan,&amp;rdquo; ujar Murodih, Kamis (4/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku meminta para pencari kerja membayar biaya administrasi antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta sebagai syarat mendapatkan pekerjaan tersebut. Korban berasal dari wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun sampai sekarang para korban belum bekerja. Korban kurang lebih 18 orang dengan total kerugian sekitar Rp 40 juta,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Murodih menambahkan, hingga kini para korban belum membuat laporan polisi. Namun, pihak kepolisian telah meminta mereka untuk segera melaporkan kejadian tersebut agar kasus bisa diproses lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban belum membuat laporan polisi. TKP ada di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara,&amp;rdquo; kata Murodih.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
