<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhut Bentuk Tim soal Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, IMM: Cegah Bencana Terulang!</title><description>Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membentuk tim khusus untuk menelusuri asal-usul kayu gelondongan yang ikut terbawa banjir Sumatera.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/05/337/3188015/menhut-bentuk-tim-soal-kayu-gelondongan-di-banjir-sumatera-imm-cegah-bencana-terulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/05/337/3188015/menhut-bentuk-tim-soal-kayu-gelondongan-di-banjir-sumatera-imm-cegah-bencana-terulang"/><item><title>Menhut Bentuk Tim soal Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, IMM: Cegah Bencana Terulang!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/05/337/3188015/menhut-bentuk-tim-soal-kayu-gelondongan-di-banjir-sumatera-imm-cegah-bencana-terulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/05/337/3188015/menhut-bentuk-tim-soal-kayu-gelondongan-di-banjir-sumatera-imm-cegah-bencana-terulang</guid><pubDate>Jum'at 05 Desember 2025 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/05/337/3188015/pemerintah-MdhU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/05/337/3188015/pemerintah-MdhU_large.jpg</image><title>Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, menjadi peringatan tentang rentannya kondisi ekologis di kawasan tersebut. Dalam bencana ini, ratusan orang menjadi korban.&#13;
&#13;
Gelondongan kayu yang terseret arus, rusaknya daerah aliran sungai (DAS), hingga hilangnya kawasan penyangga alam memperlihatkan bahwa tekanan terhadap lingkungan di wilayah hulu semakin tidak terkendali.&#13;
&#13;
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membentuk tim khusus untuk menelusuri asal-usul kayu gelondongan&amp;nbsp;yang ikut terbawa banjir Sumatera, pengetatan pengawasan terhadap izin pemanfaatan hutan, serta penyusunan program pemulihan kawasan hutan kritis.&#13;
&#13;
Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Riyan Beltra Delza menyatakan, apresiasinya terhadap sikap tegas yang diambil Kemenhut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat mengapresiasi sikap tegas Menteri Kehutanan. Ini langkah penting untuk mencegah bencana berulang dan menjaga kehidupan masyarakat di Sumatera,&amp;rdquo; ujar Riyan, Jumat (5/12/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, pemulihan hutan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat menjaga alam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jaga hutan itu bukan cuma tugas pemerintah saja. Kita semua harus ikut terlibat, entah itu menanam, mengawasi, atau melaporkan kalau ada penyimpangan,&amp;quot;tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan biarkan Kemenhut kerja sendirian. Kalau bareng-bareng, hasilnya pasti jauh lebih maksimal,&amp;rdquo; ujar Riyan.&#13;
&#13;
Lebih jauh, dia mengatakan, &amp;nbsp;bencana kali ini semestinya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola lingkungan secara menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini peringatan serius buat kita. Sudah waktunya kita berbenah dan lebih peduli dengan kondisi hutan di sekitar kita,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, menjadi peringatan tentang rentannya kondisi ekologis di kawasan tersebut. Dalam bencana ini, ratusan orang menjadi korban.&#13;
&#13;
Gelondongan kayu yang terseret arus, rusaknya daerah aliran sungai (DAS), hingga hilangnya kawasan penyangga alam memperlihatkan bahwa tekanan terhadap lingkungan di wilayah hulu semakin tidak terkendali.&#13;
&#13;
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membentuk tim khusus untuk menelusuri asal-usul kayu gelondongan&amp;nbsp;yang ikut terbawa banjir Sumatera, pengetatan pengawasan terhadap izin pemanfaatan hutan, serta penyusunan program pemulihan kawasan hutan kritis.&#13;
&#13;
Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Riyan Beltra Delza menyatakan, apresiasinya terhadap sikap tegas yang diambil Kemenhut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat mengapresiasi sikap tegas Menteri Kehutanan. Ini langkah penting untuk mencegah bencana berulang dan menjaga kehidupan masyarakat di Sumatera,&amp;rdquo; ujar Riyan, Jumat (5/12/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, pemulihan hutan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat menjaga alam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jaga hutan itu bukan cuma tugas pemerintah saja. Kita semua harus ikut terlibat, entah itu menanam, mengawasi, atau melaporkan kalau ada penyimpangan,&amp;quot;tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan biarkan Kemenhut kerja sendirian. Kalau bareng-bareng, hasilnya pasti jauh lebih maksimal,&amp;rdquo; ujar Riyan.&#13;
&#13;
Lebih jauh, dia mengatakan, &amp;nbsp;bencana kali ini semestinya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola lingkungan secara menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini peringatan serius buat kita. Sudah waktunya kita berbenah dan lebih peduli dengan kondisi hutan di sekitar kita,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
