<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Sumatera, Mantan Hakim MK Usul Satgas PKH Kejagung Tindak Tegas Perusak Hutan</title><description>Diketahui, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengakibatkan 914 orang meninggal dan 389 warga hilang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/07/337/3188415/banjir-sumatera-mantan-hakim-mk-usul-satgas-pkh-kejagung-tindak-tegas-perusak-hutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/07/337/3188415/banjir-sumatera-mantan-hakim-mk-usul-satgas-pkh-kejagung-tindak-tegas-perusak-hutan"/><item><title>Banjir Sumatera, Mantan Hakim MK Usul Satgas PKH Kejagung Tindak Tegas Perusak Hutan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/07/337/3188415/banjir-sumatera-mantan-hakim-mk-usul-satgas-pkh-kejagung-tindak-tegas-perusak-hutan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/07/337/3188415/banjir-sumatera-mantan-hakim-mk-usul-satgas-pkh-kejagung-tindak-tegas-perusak-hutan</guid><pubDate>Minggu 07 Desember 2025 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/07/337/3188415/viral-GEk3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Sumatera</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/07/337/3188415/viral-GEk3_large.jpg</image><title>Banjir di Sumatera</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Maruarar Siahaan, menyarankan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), untuk menindak tegas pembalakan hutan. Pasalnya, kerusakan hutan saat ini semakin parah.&#13;
&#13;
Diketahui, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengakibatkan 914 orang meninggal dan 389 warga hilang. Selain itu, jutaan warga juga ikut terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perlu tindakan yang tegas. Kita meminta Presiden Prabowo untuk memerintahkan Karena Satgas PKH untuk melakukan observasi dan menindak di lapangan. Bayangkan bencana itu (banjir dan longsor Sumatera) sudah sangat memprihatinkan,&amp;rdquo; kata Maruarar, Minggu (7/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakan, jika penebangan hutan dilakukan tanpa izin atau menyalahi ketentuan yang ada maka seharusnya pelaku, baik individu maupun perusahaan bisa diproses hukum. &amp;ldquo;Mereka bisa ditangkap dan dibawa ke pengadilan,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Maruarar juga menyoroti viral gelondongan kayu yang terpotong dengan rapi pada saat banjir Sumatera.&#13;
&#13;
Dia menduga, &amp;nbsp;kayu-kayu tersebut dipotong dengan gergaji mesin. Bukan karena roboh karena longsor atau banjir.&amp;nbsp; &amp;ldquo;Ini menunjukan di hulu ada pembalakan hutan tanpa kontrol,&amp;rdquo; ujar Maruarar.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengawasan terhadap pemanfaatan maupun menjaga hutan hutan dari pembalakan liar, sangat diperlukan. Bahkan sudah perlu pada tahapan pengawasan kategori exstraordinary (luar biasa).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kerusakan hutan yang terjadi di Sumatera bukan saja karena persoalan penyalahgunaan izin, tetapi juga masalah pengawasan hutan. &amp;nbsp;Oleh karena itu, untuk menelisik pelaku kerusakan hutan, kata dia tidak terlalu sulit.&#13;
&#13;
Menurutnya, masyarakat sekitar pasti juga tahu pelaku penebangan kayu. Begitu juga data perizinan penebangan juga pasti dimiliki Kementerian Kehutanan maupun pemerintah daerah setempat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk membabat hutan sedemikian hanya bisa dilakukan dengan sarana dan prasarana memadai. Itu sulit kalau dilakukan masyarakat biasa,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Maruarar Siahaan, menyarankan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), untuk menindak tegas pembalakan hutan. Pasalnya, kerusakan hutan saat ini semakin parah.&#13;
&#13;
Diketahui, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengakibatkan 914 orang meninggal dan 389 warga hilang. Selain itu, jutaan warga juga ikut terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perlu tindakan yang tegas. Kita meminta Presiden Prabowo untuk memerintahkan Karena Satgas PKH untuk melakukan observasi dan menindak di lapangan. Bayangkan bencana itu (banjir dan longsor Sumatera) sudah sangat memprihatinkan,&amp;rdquo; kata Maruarar, Minggu (7/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakan, jika penebangan hutan dilakukan tanpa izin atau menyalahi ketentuan yang ada maka seharusnya pelaku, baik individu maupun perusahaan bisa diproses hukum. &amp;ldquo;Mereka bisa ditangkap dan dibawa ke pengadilan,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Maruarar juga menyoroti viral gelondongan kayu yang terpotong dengan rapi pada saat banjir Sumatera.&#13;
&#13;
Dia menduga, &amp;nbsp;kayu-kayu tersebut dipotong dengan gergaji mesin. Bukan karena roboh karena longsor atau banjir.&amp;nbsp; &amp;ldquo;Ini menunjukan di hulu ada pembalakan hutan tanpa kontrol,&amp;rdquo; ujar Maruarar.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengawasan terhadap pemanfaatan maupun menjaga hutan hutan dari pembalakan liar, sangat diperlukan. Bahkan sudah perlu pada tahapan pengawasan kategori exstraordinary (luar biasa).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kerusakan hutan yang terjadi di Sumatera bukan saja karena persoalan penyalahgunaan izin, tetapi juga masalah pengawasan hutan. &amp;nbsp;Oleh karena itu, untuk menelisik pelaku kerusakan hutan, kata dia tidak terlalu sulit.&#13;
&#13;
Menurutnya, masyarakat sekitar pasti juga tahu pelaku penebangan kayu. Begitu juga data perizinan penebangan juga pasti dimiliki Kementerian Kehutanan maupun pemerintah daerah setempat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk membabat hutan sedemikian hanya bisa dilakukan dengan sarana dan prasarana memadai. Itu sulit kalau dilakukan masyarakat biasa,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
