<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone, Api dari Baterai Lithium Terjatuh</title><description>Polisi mengungkap asal-usul pemicu kebakaran yang melahap Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran ternyata berasal dari percikan api pada baterai jenis Lithium Polymer.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189457/terungkap-pemicu-kebakaran-maut-gedung-terra-drone-api-dari-baterai-lithium-terjatuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189457/terungkap-pemicu-kebakaran-maut-gedung-terra-drone-api-dari-baterai-lithium-terjatuh"/><item><title>Terungkap! Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone, Api dari Baterai Lithium Terjatuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189457/terungkap-pemicu-kebakaran-maut-gedung-terra-drone-api-dari-baterai-lithium-terjatuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189457/terungkap-pemicu-kebakaran-maut-gedung-terra-drone-api-dari-baterai-lithium-terjatuh</guid><pubDate>Jum'at 12 Desember 2025 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/12/338/3189457/kebakaran_gedung_terra_drone-kCeZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi ungkap pemicu kebakaran Gedung Terra Drone (Foto: Jonathan S/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/12/338/3189457/kebakaran_gedung_terra_drone-kCeZ_large.jpg</image><title>Polisi ungkap pemicu kebakaran Gedung Terra Drone (Foto: Jonathan S/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Polisi mengungkap asal-usul pemicu kebakaran yang melahap Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran ternyata berasal dari percikan api pada baterai jenis Lithium Polymer.&#13;
&#13;
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan baterai rusak berkapasitas 30.000 mAh yang ditumpuk itu terjatuh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Baterai berukuran 30.000 mAh itu jatuh. Sejak jatuh, timbul percikan api di mana di tempat tersebut juga ada baterai lainnya, kemudian menyambar sehingga akhirnya seluruh lantai 1 terbakar,&amp;rdquo; ucap Susatyo, Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
Susatyo menjelaskan kebakaran itu terjadi di lantai 1 gedung yang difungsikan sebagai gudang inventaris perusahaan Terra Drone. Api lantas membesar dan membakar seluruh ruangan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lokasi api pertama di ruangan dua yang difungsikan sebagai gudang inventaris,&amp;rdquo; lanjut Susatyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam penyidikannya, polisi menyebut karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, api yang tak kunjung padam membuat sejumlah karyawan akhirnya memilih mengevakuasi diri.&#13;
&#13;
Susatyo menyebut kebakaran ini menelan korban jiwa sebanyak 22 orang yang merupakan karyawan Terra Drone. Puluhan korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun karbonmonoksida.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua jenazah telah teridentifikasi,&amp;rdquo; ujar Susatyo.&#13;
&#13;
Kebakaran Gedung Terra Drone&#13;
&#13;
Kebakaran hebat di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, terjadi pada Selasa 9 Desember 2025 siang. Api pertama kali muncul di lantai satu gedung tersebut yang disebut berasal dari baterai.&#13;
&#13;
Upaya pemadaman sempat dilakukan menggunakan APAR. Namun, api ternyata mengamuk hebat dan membakar cepat seluruh lantai yang menjadi ruang penyimpanan baterai.&#13;
&#13;
Saat peristiwa itu terjadi, sejumlah karyawan terjebak di lantai 2&amp;ndash;6 gedung. Api besar dan asap pekat menambah kesulitan ratusan personel kebakaran untuk memadamkan api.&#13;
&#13;
Pada akhirnya, api baru bisa dijinakkan pada sore hari. Sebanyak 22 orang tercatat tewas, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Korban diduga meninggal akibat menghirup karbonmonoksida.&#13;
&#13;
Atas peristiwa ini, polisi juga menetapkan Direktur Utama Terra Drone, Michael Wisnu Wardhana, sebagai tersangka.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Polisi mengungkap asal-usul pemicu kebakaran yang melahap Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran ternyata berasal dari percikan api pada baterai jenis Lithium Polymer.&#13;
&#13;
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan baterai rusak berkapasitas 30.000 mAh yang ditumpuk itu terjatuh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Baterai berukuran 30.000 mAh itu jatuh. Sejak jatuh, timbul percikan api di mana di tempat tersebut juga ada baterai lainnya, kemudian menyambar sehingga akhirnya seluruh lantai 1 terbakar,&amp;rdquo; ucap Susatyo, Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
Susatyo menjelaskan kebakaran itu terjadi di lantai 1 gedung yang difungsikan sebagai gudang inventaris perusahaan Terra Drone. Api lantas membesar dan membakar seluruh ruangan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lokasi api pertama di ruangan dua yang difungsikan sebagai gudang inventaris,&amp;rdquo; lanjut Susatyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam penyidikannya, polisi menyebut karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, api yang tak kunjung padam membuat sejumlah karyawan akhirnya memilih mengevakuasi diri.&#13;
&#13;
Susatyo menyebut kebakaran ini menelan korban jiwa sebanyak 22 orang yang merupakan karyawan Terra Drone. Puluhan korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun karbonmonoksida.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua jenazah telah teridentifikasi,&amp;rdquo; ujar Susatyo.&#13;
&#13;
Kebakaran Gedung Terra Drone&#13;
&#13;
Kebakaran hebat di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, terjadi pada Selasa 9 Desember 2025 siang. Api pertama kali muncul di lantai satu gedung tersebut yang disebut berasal dari baterai.&#13;
&#13;
Upaya pemadaman sempat dilakukan menggunakan APAR. Namun, api ternyata mengamuk hebat dan membakar cepat seluruh lantai yang menjadi ruang penyimpanan baterai.&#13;
&#13;
Saat peristiwa itu terjadi, sejumlah karyawan terjebak di lantai 2&amp;ndash;6 gedung. Api besar dan asap pekat menambah kesulitan ratusan personel kebakaran untuk memadamkan api.&#13;
&#13;
Pada akhirnya, api baru bisa dijinakkan pada sore hari. Sebanyak 22 orang tercatat tewas, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Korban diduga meninggal akibat menghirup karbonmonoksida.&#13;
&#13;
Atas peristiwa ini, polisi juga menetapkan Direktur Utama Terra Drone, Michael Wisnu Wardhana, sebagai tersangka.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
