<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Alat Pemecah Kaca, Korban Kebakaran Terra Drone Kehabisan Oksigen</title><description>Banyak korban ditemukan dekat jendela, diduga hendak pecahkan kaca untuk dapatkan oksigen. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189483/tak-ada-alat-pemecah-kaca-korban-kebakaran-terra-drone-kehabisan-oksigen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189483/tak-ada-alat-pemecah-kaca-korban-kebakaran-terra-drone-kehabisan-oksigen"/><item><title>Tak Ada Alat Pemecah Kaca, Korban Kebakaran Terra Drone Kehabisan Oksigen</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189483/tak-ada-alat-pemecah-kaca-korban-kebakaran-terra-drone-kehabisan-oksigen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/12/338/3189483/tak-ada-alat-pemecah-kaca-korban-kebakaran-terra-drone-kehabisan-oksigen</guid><pubDate>Jum'at 12 Desember 2025 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/12/338/3189483/kebakaran_gedung_terra_drone-wMXi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tak Ada Alat Pemecah Kaca, Korban Kebakaran Terra Drone Kehabisan Oksigen (Mei Sada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/12/338/3189483/kebakaran_gedung_terra_drone-wMXi_large.jpg</image><title>Tak Ada Alat Pemecah Kaca, Korban Kebakaran Terra Drone Kehabisan Oksigen (Mei Sada)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 22 orang tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2-25). Kebanyakan dari korban ditemukan di dekat jendela.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, menjelaskan korban terjebak di lantai 2-6 gedung tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu juga yang menjadi perkiraan kami bahwa dari 22 korban, selain banyak yang di jalur mengevakuasi diri ditemukannya, juga ada banyak yang di pinggiran kaca,&amp;quot; ujar Roby kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
1. Tak Ada Alat Pemecah Kaca&#13;
&#13;
Roby menduga para korban hendak memecahkan kaca-kaca itu demi menghirup oksigen dari luar. Namun, para korban disebut tidak berhasil memecahkan kaca.&#13;
&#13;
Roby juga menyebut polisi tidak menemukan adanya alat khusus untuk memecahkan kaca dalam kondisi darurat. Hal ini membuat mereka gagal memecahkan kaca.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Indikasinya tidak ada pemecah kaca karena tidak berhasil memecahkan kaca untuk mengambil udara atau oksigen,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam peristiwa ini, polisi menetapkan Direktur Utama Terra Drone, Michael Wishnu Wardhana, sebagai tersangka. Polisi menilai Wishnu telah lalai melakukan manajemen penyimpanan terkait bahan-bahan mudah terbakar.&#13;
&#13;
Adapun sebanyak 22 korban juga seluruhnya berhasil diidentifikasi. Seluruh korban akan diserahkan langsung kepada pihak keluarga.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 22 orang tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2-25). Kebanyakan dari korban ditemukan di dekat jendela.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, menjelaskan korban terjebak di lantai 2-6 gedung tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu juga yang menjadi perkiraan kami bahwa dari 22 korban, selain banyak yang di jalur mengevakuasi diri ditemukannya, juga ada banyak yang di pinggiran kaca,&amp;quot; ujar Roby kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
1. Tak Ada Alat Pemecah Kaca&#13;
&#13;
Roby menduga para korban hendak memecahkan kaca-kaca itu demi menghirup oksigen dari luar. Namun, para korban disebut tidak berhasil memecahkan kaca.&#13;
&#13;
Roby juga menyebut polisi tidak menemukan adanya alat khusus untuk memecahkan kaca dalam kondisi darurat. Hal ini membuat mereka gagal memecahkan kaca.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Indikasinya tidak ada pemecah kaca karena tidak berhasil memecahkan kaca untuk mengambil udara atau oksigen,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam peristiwa ini, polisi menetapkan Direktur Utama Terra Drone, Michael Wishnu Wardhana, sebagai tersangka. Polisi menilai Wishnu telah lalai melakukan manajemen penyimpanan terkait bahan-bahan mudah terbakar.&#13;
&#13;
Adapun sebanyak 22 korban juga seluruhnya berhasil diidentifikasi. Seluruh korban akan diserahkan langsung kepada pihak keluarga.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
