<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia</title><description>Buku itu bertajuk &quot;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Zaman.&quot;&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189861/fadli-zon-resmikan-buku-penulisan-sejarah-ulang-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189861/fadli-zon-resmikan-buku-penulisan-sejarah-ulang-indonesia"/><item><title>Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189861/fadli-zon-resmikan-buku-penulisan-sejarah-ulang-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189861/fadli-zon-resmikan-buku-penulisan-sejarah-ulang-indonesia</guid><pubDate>Minggu 14 Desember 2025 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/14/337/3189861/fadli_zon_resmikan_buku_penulisan_ulang_sejarah_indonesia-8Z5m_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia (Achmad Al Fiqri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/14/337/3189861/fadli_zon_resmikan_buku_penulisan_ulang_sejarah_indonesia-8Z5m_large.jpg</image><title>Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia (Achmad Al Fiqri)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, meresmikan buku hasil penulisan sejarah ulang Indonesia, di Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2025) siang. Buku penulisan sejarah ulang bertajuk &amp;quot;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Zaman.&amp;quot;&#13;
&#13;
1. Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang (buku) ini ditulis oleh para ahlinya, yaitu sejarawan se-Indonesia. Yang tadi telah disebutkan, ada 123 penulis dari 34 perguruan tinggi se-Indonesia. Terima kasih yang sebesar-besarnya,&amp;quot; ungkap Fadli saat memberi sambutan dalam peluncuran buku.&#13;
&#13;
Fadli mengaku belum pernah membaca buku ini. Ia mengungkapkan, penulisan sejarah ulang merupakan upaya Kemenbud memfasilitasi sejarawan dan penulis sejarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau sejarawan tidak menulis sejarah, lantas bagaimana kita merawat memori kolektif bangsa kita?&amp;quot; ungkap Fadli.&#13;
&#13;
Sedianya, proyek penulisan sejarah ulang ini digarap Direktorat Sejarah Kemenbud. Direktorat ini, kata dia, sempat hiatus sebelum Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia pun mengaku memperjuangkan keberadaan Direktorat Sejarah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa gunanya Direktorat Sejarah? Ya memfasilitasi sejarah. Kalau Direktorat Sejarah tugasnya tidak memfasilitasi sejarah, ya mendingan tidak perlu ada Direktorat Sejarah seperti beberapa tahun belakangan ini,&amp;quot; kata Fadli.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, peresmian buku penulisan ulang sejarah ini dilakukan Fadli bersama sejumlah penulis dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddian. Prosesi peluncuran ditandai dengan penempelan puzle peta Indonesia.&#13;
&#13;
Proyek ini sempat menuai polemik. PDI Perjuangan (PDIP) meminta pemerintah Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Fadli Zon menghentikan proyek penulisan ulang sejarah. Proyek itu dinilai melukai banyak orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami meminta dengan tegas setop penulisan ini, karena sudah menimbulkan polemik dan melukai banyak orang,&amp;quot; kata Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDIP, My Esti Wijayati di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2025).&#13;
&#13;
Dia tak menampik salah satu polemik yang menjadi pertimbangan atas sikap ini adalah pernyataan kontroversial Fadli Zon terkait peristiwa pemerkosaan massal 1998.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk banyaknya para sejarawan yang kemudian keluar dari tim, menyatakan mundur dari tim penulisan. Berarti apa? Berarti di situ banyak persoalan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, meresmikan buku hasil penulisan sejarah ulang Indonesia, di Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2025) siang. Buku penulisan sejarah ulang bertajuk &amp;quot;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Zaman.&amp;quot;&#13;
&#13;
1. Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang (buku) ini ditulis oleh para ahlinya, yaitu sejarawan se-Indonesia. Yang tadi telah disebutkan, ada 123 penulis dari 34 perguruan tinggi se-Indonesia. Terima kasih yang sebesar-besarnya,&amp;quot; ungkap Fadli saat memberi sambutan dalam peluncuran buku.&#13;
&#13;
Fadli mengaku belum pernah membaca buku ini. Ia mengungkapkan, penulisan sejarah ulang merupakan upaya Kemenbud memfasilitasi sejarawan dan penulis sejarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau sejarawan tidak menulis sejarah, lantas bagaimana kita merawat memori kolektif bangsa kita?&amp;quot; ungkap Fadli.&#13;
&#13;
Sedianya, proyek penulisan sejarah ulang ini digarap Direktorat Sejarah Kemenbud. Direktorat ini, kata dia, sempat hiatus sebelum Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia pun mengaku memperjuangkan keberadaan Direktorat Sejarah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa gunanya Direktorat Sejarah? Ya memfasilitasi sejarah. Kalau Direktorat Sejarah tugasnya tidak memfasilitasi sejarah, ya mendingan tidak perlu ada Direktorat Sejarah seperti beberapa tahun belakangan ini,&amp;quot; kata Fadli.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, peresmian buku penulisan ulang sejarah ini dilakukan Fadli bersama sejumlah penulis dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddian. Prosesi peluncuran ditandai dengan penempelan puzle peta Indonesia.&#13;
&#13;
Proyek ini sempat menuai polemik. PDI Perjuangan (PDIP) meminta pemerintah Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Fadli Zon menghentikan proyek penulisan ulang sejarah. Proyek itu dinilai melukai banyak orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami meminta dengan tegas setop penulisan ini, karena sudah menimbulkan polemik dan melukai banyak orang,&amp;quot; kata Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDIP, My Esti Wijayati di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2025).&#13;
&#13;
Dia tak menampik salah satu polemik yang menjadi pertimbangan atas sikap ini adalah pernyataan kontroversial Fadli Zon terkait peristiwa pemerkosaan massal 1998.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk banyaknya para sejarawan yang kemudian keluar dari tim, menyatakan mundur dari tim penulisan. Berarti apa? Berarti di situ banyak persoalan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
