<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terbitkan Buku Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon : Bukan untuk Kepentingan Politik</title><description>Fadli Zon menyebut buku tersebut bukan untuk kepentingan politik.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189883/terbitkan-buku-penulisan-ulang-sejarah-fadli-zon-bukan-untuk-kepentingan-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189883/terbitkan-buku-penulisan-ulang-sejarah-fadli-zon-bukan-untuk-kepentingan-politik"/><item><title>Terbitkan Buku Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon : Bukan untuk Kepentingan Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189883/terbitkan-buku-penulisan-ulang-sejarah-fadli-zon-bukan-untuk-kepentingan-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/14/337/3189883/terbitkan-buku-penulisan-ulang-sejarah-fadli-zon-bukan-untuk-kepentingan-politik</guid><pubDate>Minggu 14 Desember 2025 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/14/337/3189883/fadli_zon-LtqQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terbitkan Buku Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon : Bukan untuk Kepentingan Politik (Achmad Al Fiqri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/14/337/3189883/fadli_zon-LtqQ_large.jpg</image><title>Terbitkan Buku Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon : Bukan untuk Kepentingan Politik (Achmad Al Fiqri)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, telah meluncurkan buku proyek penulisan ulang sejarah. Ia menegaskan, buku bertajuk &amp;quot;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global&amp;quot; tersebut bukanlah kepentingan politik.&#13;
&#13;
1. Buku Penulisan Ulang Sejarah&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya yakin ini bukan untuk kepentingan politik. Ini adalah untuk kepentingan bangsa dan negara kita. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk merawat memori kolektif bangsa,&amp;quot; kata Fadli saat memberi sambutan di acara peluncuran buku di kantornya, Minggu (14/12/2025).&#13;
&#13;
Namun, Fadli menilai, adanya perbedaan pendapat dalam proyek buku ini merupakan hal biasa. Menurutnya, perlu membaca isi buku lebih dulu sebelum memberi komentar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan saya kira justru kita apresiasi sebagai bagian dari demokrasi kita. Tinggal bagaimana kita lihat, lantas dibaca dulu baru kita berkomentar,&amp;quot; tutur Fadli.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, buku ini terdiri dari 10 jilid. Adapun isi ke-10 jilid dalam buku penulisan sejarah ulang sebagai berikut:&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Jilid 1: Akar Peradaban Nusantara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jilid 2 dan 3: Nusantara dalam Jaringan Global.&#13;
&#13;
Jilid 4: Interaksi Awal dengan Barat.&#13;
&#13;
Jilid 5: Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial.&#13;
&#13;
Jilid 6: Pergerakan Kebangsaan.&#13;
&#13;
Jilid 7: Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (tadi 1945-1950).&#13;
&#13;
Jilid 8: Konsolidasi Negara Bangsa: Konflik, Integrasi, dan Kepemimpinan Internasional (1950-1965).&#13;
&#13;
Jilid 9: Pembangunan dan Stabilitas Nasional Era Orde Baru (1967-1998).&#13;
&#13;
Jilid 10: Reformasi dan Konsolidasi Demokrasi (1998-2024).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, telah meluncurkan buku proyek penulisan ulang sejarah. Ia menegaskan, buku bertajuk &amp;quot;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global&amp;quot; tersebut bukanlah kepentingan politik.&#13;
&#13;
1. Buku Penulisan Ulang Sejarah&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya yakin ini bukan untuk kepentingan politik. Ini adalah untuk kepentingan bangsa dan negara kita. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk merawat memori kolektif bangsa,&amp;quot; kata Fadli saat memberi sambutan di acara peluncuran buku di kantornya, Minggu (14/12/2025).&#13;
&#13;
Namun, Fadli menilai, adanya perbedaan pendapat dalam proyek buku ini merupakan hal biasa. Menurutnya, perlu membaca isi buku lebih dulu sebelum memberi komentar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan saya kira justru kita apresiasi sebagai bagian dari demokrasi kita. Tinggal bagaimana kita lihat, lantas dibaca dulu baru kita berkomentar,&amp;quot; tutur Fadli.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, buku ini terdiri dari 10 jilid. Adapun isi ke-10 jilid dalam buku penulisan sejarah ulang sebagai berikut:&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Jilid 1: Akar Peradaban Nusantara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jilid 2 dan 3: Nusantara dalam Jaringan Global.&#13;
&#13;
Jilid 4: Interaksi Awal dengan Barat.&#13;
&#13;
Jilid 5: Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial.&#13;
&#13;
Jilid 6: Pergerakan Kebangsaan.&#13;
&#13;
Jilid 7: Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (tadi 1945-1950).&#13;
&#13;
Jilid 8: Konsolidasi Negara Bangsa: Konflik, Integrasi, dan Kepemimpinan Internasional (1950-1965).&#13;
&#13;
Jilid 9: Pembangunan dan Stabilitas Nasional Era Orde Baru (1967-1998).&#13;
&#13;
Jilid 10: Reformasi dan Konsolidasi Demokrasi (1998-2024).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
