<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono Geram Pengeroyokan Matel Berujung Kerusuhan: Usut Tuntas!</title><description>Dia berharap agar kejadian ini tak terulang di kemudian hari. Pramono mempersilahkan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/14/338/3189727/pramono-geram-pengeroyokan-matel-berujung-kerusuhan-usut-tuntas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/14/338/3189727/pramono-geram-pengeroyokan-matel-berujung-kerusuhan-usut-tuntas"/><item><title>Pramono Geram Pengeroyokan Matel Berujung Kerusuhan: Usut Tuntas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/14/338/3189727/pramono-geram-pengeroyokan-matel-berujung-kerusuhan-usut-tuntas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/14/338/3189727/pramono-geram-pengeroyokan-matel-berujung-kerusuhan-usut-tuntas</guid><pubDate>Minggu 14 Desember 2025 00:03 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/14/338/3189727/viral-YwpX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi Kerusuhan di Kalibata, Jakarta Selatan/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/14/338/3189727/viral-YwpX_large.jpg</image><title>Lokasi Kerusuhan di Kalibata, Jakarta Selatan/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi kasus pengeroyokan terhadap dua orang mata elang alias matel&amp;nbsp;hingga tewas di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan saya sudah meminta untuk ditegakkan hukum,&amp;quot; kata Pramono kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).&#13;
&#13;
Adapun kasus ini bermula ketika motor anggota kepolisian diambil paksa oleh debt collector. Tak terima kendaraan diambil, anggota kepolisian dan rekannya langsung melakukan pengeroyokan kepada dua debt colector.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, ratusan orang mendatangi Kawasan TMP Kalibata dan melakukan kerusuhan hingga pembakaran terhadap lapak, kios, sampai dengan kendaraan masyarakat. Kejadian ini menurutnya berujung menjadi beban untuk DKI Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang awalnya kelihatannya kecil, ada mata elang dan apa ya, menagih kepada kelompok, kemudian terjadi kekerasan, saling balas membalas, yang akhirnya beban itu menjadi beban Pemerintah DKI Jakarta,&amp;quot; ucap Pramono.&#13;
&#13;
Dia berharap agar kejadian ini tak terulang di kemudian hari. Pramono mempersilahkan&amp;nbsp;aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya enggak mau itu terjadi di Jakarta terulang kembali. Maka untuk itu, saya memberikan keleluasaan dan juga karena ini menjadi tugas sepenuhnya dari aparat penegak hukum,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Polri menetapkan enam anggota polisi sebagai tersangka. Mereka adalah, Bripda Irfan Batubara, Bripda Jefry Ceo Agusta, Brigadir Ilham, Bripda Ahmad Marz Zulqadri, Bripda Baginda dan Bripda Raafi Gafar.&#13;
&#13;
Mereka dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP. Nantinya, keenam personel itu bakal disidang etik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Rabu 17 Desember 2025.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi kasus pengeroyokan terhadap dua orang mata elang alias matel&amp;nbsp;hingga tewas di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan saya sudah meminta untuk ditegakkan hukum,&amp;quot; kata Pramono kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).&#13;
&#13;
Adapun kasus ini bermula ketika motor anggota kepolisian diambil paksa oleh debt collector. Tak terima kendaraan diambil, anggota kepolisian dan rekannya langsung melakukan pengeroyokan kepada dua debt colector.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, ratusan orang mendatangi Kawasan TMP Kalibata dan melakukan kerusuhan hingga pembakaran terhadap lapak, kios, sampai dengan kendaraan masyarakat. Kejadian ini menurutnya berujung menjadi beban untuk DKI Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang awalnya kelihatannya kecil, ada mata elang dan apa ya, menagih kepada kelompok, kemudian terjadi kekerasan, saling balas membalas, yang akhirnya beban itu menjadi beban Pemerintah DKI Jakarta,&amp;quot; ucap Pramono.&#13;
&#13;
Dia berharap agar kejadian ini tak terulang di kemudian hari. Pramono mempersilahkan&amp;nbsp;aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya enggak mau itu terjadi di Jakarta terulang kembali. Maka untuk itu, saya memberikan keleluasaan dan juga karena ini menjadi tugas sepenuhnya dari aparat penegak hukum,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Polri menetapkan enam anggota polisi sebagai tersangka. Mereka adalah, Bripda Irfan Batubara, Bripda Jefry Ceo Agusta, Brigadir Ilham, Bripda Ahmad Marz Zulqadri, Bripda Baginda dan Bripda Raafi Gafar.&#13;
&#13;
Mereka dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP. Nantinya, keenam personel itu bakal disidang etik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Rabu 17 Desember 2025.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
