<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Detik-Detik Menegangkan Polda Metro Gerebek &amp;nbsp;Klinik Aborsi di Apartemen Bassura</title><description>Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi proses penggerebekan saat mengungkap kasus aborsi ilegal yang beroperasi di Apartemen Bassura, Jakarta Timur.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/17/338/3190527/detik-detik-menegangkan-polda-metro-gerebek-nbsp-klinik-aborsi-di-apartemen-bassura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/17/338/3190527/detik-detik-menegangkan-polda-metro-gerebek-nbsp-klinik-aborsi-di-apartemen-bassura"/><item><title>Detik-Detik Menegangkan Polda Metro Gerebek &amp;nbsp;Klinik Aborsi di Apartemen Bassura</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/17/338/3190527/detik-detik-menegangkan-polda-metro-gerebek-nbsp-klinik-aborsi-di-apartemen-bassura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/17/338/3190527/detik-detik-menegangkan-polda-metro-gerebek-nbsp-klinik-aborsi-di-apartemen-bassura</guid><pubDate>Rabu 17 Desember 2025 21:39 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/17/338/3190527/polri-ik5r_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/17/338/3190527/polri-ik5r_large.jpg</image><title>Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkapkan&amp;nbsp;kronologi proses penggerebekan saat mengungkap kasus aborsi ilegal yang beroperasi di Apartemen Bassura, Jakarta Timur.&amp;nbsp;Praktik ilegal ini sudah melayani sekitar 361 orang pasien.&#13;
&#13;
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, menjelaskan,&amp;nbsp;subdit IV Tipidter melakukan penyelidikan dari proses pendaftaran di website tersebut, kemudian berkomunikasi dengan admin. Kemudian, petugas melakukan pengamatan di lokasi yang biasanya dilakukan praktik tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian setelah pengamatan tepat sekitar bulan November, petugas menemukan dua orang wanita inisial KWN dan R ada di Lobby Selatan salah satu apartemen di Jaktim,&amp;quot; kata Edy dalam konferensi persnya, Rabu (17/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, ada kendaraan Daihatsu Xenia hitam dengan nopol B 2289 PIU menjemput wanita kemudian di bawa ke parkiran. Petugas pun langsung ikut membuntuti pergerakannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sesampai di parkiran kemudian dijemput oleh saudara LN. Setelah dijemput kemudian masuk ke lift,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Petugas pun mulanya sempat kehilangan jejak lantaran tidak mengetahui lantai apartemen yang dijadikan tempat praktik aborsi ilegal tersebut. Sampai akhirnya, LN turun kembali ke parkiran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah turun dilakukan penangkapan oleh petugas dan kepada saudara LN diminta untuk menunjukkan tempat diantarnya kedua perempuan tadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari situ, LN mengantarkan petugas ke lantai 28, tepatnya di kamar 28A. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 4 orang perempuan yanv diantaranya NS, RH, KWM (pasien), dan R (pasien).&#13;
&#13;
Setelah diamankan dan digeledah, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari kegiatan ini, kata Edy, masih terdapat sisa- sisa darah pasien aborsi ilegal, hingga peralatan-peralatan aborsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk kapas-kapas bekas darah, dan semua ini kita lakukan tes DNA termasuk kepada pasien kita lakukan visum ET repertum. Hasil DNA darah yang terdapat di kapas maupun di sisa-sisa darah di TKP, ini sesuai dengan salah satu pasien yang sedang dilakukan aborsi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkapkan&amp;nbsp;kronologi proses penggerebekan saat mengungkap kasus aborsi ilegal yang beroperasi di Apartemen Bassura, Jakarta Timur.&amp;nbsp;Praktik ilegal ini sudah melayani sekitar 361 orang pasien.&#13;
&#13;
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, menjelaskan,&amp;nbsp;subdit IV Tipidter melakukan penyelidikan dari proses pendaftaran di website tersebut, kemudian berkomunikasi dengan admin. Kemudian, petugas melakukan pengamatan di lokasi yang biasanya dilakukan praktik tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian setelah pengamatan tepat sekitar bulan November, petugas menemukan dua orang wanita inisial KWN dan R ada di Lobby Selatan salah satu apartemen di Jaktim,&amp;quot; kata Edy dalam konferensi persnya, Rabu (17/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, ada kendaraan Daihatsu Xenia hitam dengan nopol B 2289 PIU menjemput wanita kemudian di bawa ke parkiran. Petugas pun langsung ikut membuntuti pergerakannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sesampai di parkiran kemudian dijemput oleh saudara LN. Setelah dijemput kemudian masuk ke lift,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Petugas pun mulanya sempat kehilangan jejak lantaran tidak mengetahui lantai apartemen yang dijadikan tempat praktik aborsi ilegal tersebut. Sampai akhirnya, LN turun kembali ke parkiran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah turun dilakukan penangkapan oleh petugas dan kepada saudara LN diminta untuk menunjukkan tempat diantarnya kedua perempuan tadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari situ, LN mengantarkan petugas ke lantai 28, tepatnya di kamar 28A. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 4 orang perempuan yanv diantaranya NS, RH, KWM (pasien), dan R (pasien).&#13;
&#13;
Setelah diamankan dan digeledah, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari kegiatan ini, kata Edy, masih terdapat sisa- sisa darah pasien aborsi ilegal, hingga peralatan-peralatan aborsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk kapas-kapas bekas darah, dan semua ini kita lakukan tes DNA termasuk kepada pasien kita lakukan visum ET repertum. Hasil DNA darah yang terdapat di kapas maupun di sisa-sisa darah di TKP, ini sesuai dengan salah satu pasien yang sedang dilakukan aborsi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
