<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK OTT Oknum Jaksa, Komisi III DPR: Tindak Tegas!</title><description>Politikus Partai Gerindra ini mendesak agar KPK menindak tegas para tersangka dan terus mengembangkan perkara tanpa pandang bulu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3190996/kpk-ott-oknum-jaksa-komisi-iii-dpr-tindak-tegas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3190996/kpk-ott-oknum-jaksa-komisi-iii-dpr-tindak-tegas"/><item><title>KPK OTT Oknum Jaksa, Komisi III DPR: Tindak Tegas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3190996/kpk-ott-oknum-jaksa-komisi-iii-dpr-tindak-tegas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3190996/kpk-ott-oknum-jaksa-komisi-iii-dpr-tindak-tegas</guid><pubDate>Sabtu 20 Desember 2025 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/20/337/3190996/dpr-Bzx0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra Martin Daniel Tumbeleka</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/20/337/3190996/dpr-Bzx0_large.jpg</image><title>Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra Martin Daniel Tumbeleka</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan. KPK menangkap Kajari Hulu Sungai Utara (HSU)&amp;nbsp;Albertinus P Napitupulu (APN), dan Kasi Intel Asis Budianto (AB) saat operasi senyap tersebut.&#13;
&#13;
Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Kasi Datun Tri Taruna Fariadi (TAR) yang saat ini masih dicari keberadaannya.&#13;
&#13;
Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbeleka, menilai, keterlibatan aparat penegak hukum dalam kasus korupsi merupakan ironi dan mencederai kepercayaan publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sangat kita sesalkan. Aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan justru diduga menyalahgunakan kewenangannya,&amp;rdquo; kata Martin, Sabtu (20/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra ini mendesak agar KPK menindak tegas para tersangka dan terus mengembangkan perkara tanpa pandang bulu.&#13;
&#13;
Menurutnya, ketegasan penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden Prabowo sudah menyampaikan komitmennya memperkuat pemberantasan korupsi. Karena itu langkah cepat KPK ini penting, dan siapa pun yang terlibat harus diproses sampai tuntas,&amp;rdquo; ujar Martin.&#13;
&#13;
Martin juga menyinggung kasus OTT lain sebelumnya, yakni terhadap oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Dalam kasus tersebut, KPK menyerahkan penanganannya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah masuk tahap penyidikan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Martin, dua kasus beruntun yang melibatkan aparat penegak hukum itu menjadi alarm keras bagi institusi kejaksaan maupun aparat penegak hukum lain untuk memperkuat pengawasan internal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menunjukkan integritas aparat harus diperketat. Jangan sampai praktik seperti ini kembali terjadi,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Martin menegaskan Komisi III akan mengawal proses hukum kedua kasus tersebut dan meminta penegakan hukum yang transparan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kami ingin memastikan pemberantasan korupsi berjalan konsisten, sesuai arah pemerintahan baru,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan. KPK menangkap Kajari Hulu Sungai Utara (HSU)&amp;nbsp;Albertinus P Napitupulu (APN), dan Kasi Intel Asis Budianto (AB) saat operasi senyap tersebut.&#13;
&#13;
Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Kasi Datun Tri Taruna Fariadi (TAR) yang saat ini masih dicari keberadaannya.&#13;
&#13;
Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbeleka, menilai, keterlibatan aparat penegak hukum dalam kasus korupsi merupakan ironi dan mencederai kepercayaan publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sangat kita sesalkan. Aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan justru diduga menyalahgunakan kewenangannya,&amp;rdquo; kata Martin, Sabtu (20/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra ini mendesak agar KPK menindak tegas para tersangka dan terus mengembangkan perkara tanpa pandang bulu.&#13;
&#13;
Menurutnya, ketegasan penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden Prabowo sudah menyampaikan komitmennya memperkuat pemberantasan korupsi. Karena itu langkah cepat KPK ini penting, dan siapa pun yang terlibat harus diproses sampai tuntas,&amp;rdquo; ujar Martin.&#13;
&#13;
Martin juga menyinggung kasus OTT lain sebelumnya, yakni terhadap oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Dalam kasus tersebut, KPK menyerahkan penanganannya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah masuk tahap penyidikan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Martin, dua kasus beruntun yang melibatkan aparat penegak hukum itu menjadi alarm keras bagi institusi kejaksaan maupun aparat penegak hukum lain untuk memperkuat pengawasan internal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menunjukkan integritas aparat harus diperketat. Jangan sampai praktik seperti ini kembali terjadi,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Martin menegaskan Komisi III akan mengawal proses hukum kedua kasus tersebut dan meminta penegakan hukum yang transparan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kami ingin memastikan pemberantasan korupsi berjalan konsisten, sesuai arah pemerintahan baru,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
