<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polisi Tak Prioritaskan One Way saat Mudik Nataru</title><description>Kepolisian membuka kemungkinan tidak menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way, di jalan tol saat arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3191066/polisi-tak-prioritaskan-one-way-saat-mudik-nataru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3191066/polisi-tak-prioritaskan-one-way-saat-mudik-nataru"/><item><title> Polisi Tak Prioritaskan One Way saat Mudik Nataru</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3191066/polisi-tak-prioritaskan-one-way-saat-mudik-nataru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/20/337/3191066/polisi-tak-prioritaskan-one-way-saat-mudik-nataru</guid><pubDate>Sabtu 20 Desember 2025 23:07 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/20/337/3191066/polisi_buka_peluang_one_way_tak_diterapkan_saat_mudik_nataru-KOq3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Buka Peluang One Way Tak Diterapkan saat Mudik Nataru (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/20/337/3191066/polisi_buka_peluang_one_way_tak_diterapkan_saat_mudik_nataru-KOq3_large.jpg</image><title>Polisi Buka Peluang One Way Tak Diterapkan saat Mudik Nataru (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kepolisian membuka kemungkinan tidak menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way, di jalan tol saat arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau untuk di jalan tol sendiri, prediksi kami tidak akan melakukan rekayasa yang terlalu ekstrem, seperti one way nasional,&amp;quot; kata Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Faizal kepada awak media, Sabtu (20/12/2025).&#13;
&#13;
Faizal menjelaskan, one way kemungkinan tidak diberlakukan karena prediksi pertumbuhan jumlah kendaraan pada Nataru tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya tidak sampai satu persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga tadi yang disampaikan, pertumbuhan prediksi itu hanya nol sekian persen. Namun tetap kami antisipasi dengan rekayasa, karena rekayasa tersebut menggunakan traffic counting,&amp;rdquo; ujar Faizal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Faizal, traffic counting berfungsi menghitung rasio kepadatan kendaraan di dalam ruas jalan. Berdasarkan hasil tersebut, petugas akan menentukan langkah rekayasa lalu lintas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapan kondisinya hijau, kapan kuning, dan kapan merah. Kalau terjadi kondisi kuning selama satu sampai dua jam berturut-turut, itu menjadi persiapan kami untuk melakukan rekayasa,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Faizal menyebut penerapan contraflow juga akan dilakukan secara sangat selektif. Selain itu, petugas menyiapkan opsi buka-tutup jalur apabila diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Paling hanya kita lakukan buka-tutup jalur, kemudian contraflow. Contraflow pasti sangat selektif karena pergerakan kendaraan itu bersifat bergelombang,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kepolisian membuka kemungkinan tidak menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way, di jalan tol saat arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau untuk di jalan tol sendiri, prediksi kami tidak akan melakukan rekayasa yang terlalu ekstrem, seperti one way nasional,&amp;quot; kata Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Faizal kepada awak media, Sabtu (20/12/2025).&#13;
&#13;
Faizal menjelaskan, one way kemungkinan tidak diberlakukan karena prediksi pertumbuhan jumlah kendaraan pada Nataru tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya tidak sampai satu persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga tadi yang disampaikan, pertumbuhan prediksi itu hanya nol sekian persen. Namun tetap kami antisipasi dengan rekayasa, karena rekayasa tersebut menggunakan traffic counting,&amp;rdquo; ujar Faizal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Faizal, traffic counting berfungsi menghitung rasio kepadatan kendaraan di dalam ruas jalan. Berdasarkan hasil tersebut, petugas akan menentukan langkah rekayasa lalu lintas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapan kondisinya hijau, kapan kuning, dan kapan merah. Kalau terjadi kondisi kuning selama satu sampai dua jam berturut-turut, itu menjadi persiapan kami untuk melakukan rekayasa,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Faizal menyebut penerapan contraflow juga akan dilakukan secara sangat selektif. Selain itu, petugas menyiapkan opsi buka-tutup jalur apabila diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Paling hanya kita lakukan buka-tutup jalur, kemudian contraflow. Contraflow pasti sangat selektif karena pergerakan kendaraan itu bersifat bergelombang,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
