<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kardinal Suharyo Soal Kepala Daerah Korupsi: Semua Mesti Bertobat!</title><description>Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, menyoroti sejumlah kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat kasus korupsi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/25/337/3191840/kardinal-suharyo-soal-kepala-daerah-korupsi-semua-mesti-bertobat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/25/337/3191840/kardinal-suharyo-soal-kepala-daerah-korupsi-semua-mesti-bertobat"/><item><title>Kardinal Suharyo Soal Kepala Daerah Korupsi: Semua Mesti Bertobat!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/25/337/3191840/kardinal-suharyo-soal-kepala-daerah-korupsi-semua-mesti-bertobat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/25/337/3191840/kardinal-suharyo-soal-kepala-daerah-korupsi-semua-mesti-bertobat</guid><pubDate>Kamis 25 Desember 2025 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/25/337/3191840/uskup_keuskupan_agung_jakarta_kardinal_ignatius_suharyo-sif9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/25/337/3191840/uskup_keuskupan_agung_jakarta_kardinal_ignatius_suharyo-sif9_large.jpg</image><title>Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, menyoroti sejumlah kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat kasus korupsi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers seusai Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sekarang kita membaca berita-berita, melihat televisi hari-hari ini, sudah sekian kali kita membaca berita bupati ini ditangkap KPK, gubernur itu, dan sebagainya,&amp;rdquo; kata Suharyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, para pejabat yang ditangkap oleh lembaga antirasuah maupun aparat penegak hukum lainnya tidak menjalankan jabatannya demi kepentingan umat atau masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka beberapa waktu yang lalu, ketika sedang ramai-ramai akhir bulan Agustus, saya memberanikan diri untuk mengatakan bangsa ini membutuhkan pertobatan nasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua mesti bertobat, mengembalikan cita-cita kemerdekaan kita yang terumuskan dalam Pancasila, yang terumuskan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Itu pertobatan nasional. Tetapi dasarnya adalah pertobatan batin, memuliakan Allah, dan membaktikan hidup bagi Tuhan,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Suharyo menambahkan, para pejabat publik juga perlu memperbaiki pola pikir dalam menjalankan amanah jabatannya. Ia menegaskan, jabatan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan demi kepentingan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika saya menduduki jabatan itu, waktunya saya menggunakan jabatan tersebut untuk kepentingan saya sendiri. Tetapi ketika saya memangku jabatan, berbeda, jabatan itu saya pangku untuk kebaikan bersama,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, menyoroti sejumlah kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat kasus korupsi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers seusai Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sekarang kita membaca berita-berita, melihat televisi hari-hari ini, sudah sekian kali kita membaca berita bupati ini ditangkap KPK, gubernur itu, dan sebagainya,&amp;rdquo; kata Suharyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, para pejabat yang ditangkap oleh lembaga antirasuah maupun aparat penegak hukum lainnya tidak menjalankan jabatannya demi kepentingan umat atau masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka beberapa waktu yang lalu, ketika sedang ramai-ramai akhir bulan Agustus, saya memberanikan diri untuk mengatakan bangsa ini membutuhkan pertobatan nasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua mesti bertobat, mengembalikan cita-cita kemerdekaan kita yang terumuskan dalam Pancasila, yang terumuskan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Itu pertobatan nasional. Tetapi dasarnya adalah pertobatan batin, memuliakan Allah, dan membaktikan hidup bagi Tuhan,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Suharyo menambahkan, para pejabat publik juga perlu memperbaiki pola pikir dalam menjalankan amanah jabatannya. Ia menegaskan, jabatan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan demi kepentingan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika saya menduduki jabatan itu, waktunya saya menggunakan jabatan tersebut untuk kepentingan saya sendiri. Tetapi ketika saya memangku jabatan, berbeda, jabatan itu saya pangku untuk kebaikan bersama,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
