<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Prediksi Arus Balik Nataru Bergeser ke 4 Januari, Ini Penyebabnya</title><description>Polri memprediksi pergerakan arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami pergeseran waktu. Jika sebelumnya arus balik diperkirakan terjadi pada 2 Januari, kini puncaknya diprediksi berlangsung pada 4 Januari 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/27/337/3192149/polri-prediksi-arus-balik-nataru-bergeser-ke-4-januari-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/27/337/3192149/polri-prediksi-arus-balik-nataru-bergeser-ke-4-januari-ini-penyebabnya"/><item><title>Polri Prediksi Arus Balik Nataru Bergeser ke 4 Januari, Ini Penyebabnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/27/337/3192149/polri-prediksi-arus-balik-nataru-bergeser-ke-4-januari-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/27/337/3192149/polri-prediksi-arus-balik-nataru-bergeser-ke-4-januari-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Sabtu 27 Desember 2025 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/27/337/3192149/kakorlantas_polri_irjen_agus_suryonugroho-19hx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/27/337/3192149/kakorlantas_polri_irjen_agus_suryonugroho-19hx_large.jpg</image><title>Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polri memprediksi pergerakan arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami pergeseran waktu. Jika sebelumnya arus balik diperkirakan terjadi pada 2 Januari, kini puncaknya diprediksi berlangsung pada 4 Januari 2026.&#13;
&#13;
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, pergeseran arus balik Nataru tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran arus balik. Yang semula direncanakan pada 2 Januari, kemungkinan bergeser ke 4 Januari,&amp;rdquo; kata Agus, Sabtu (27/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Korlantas Polri akan melakukan penebalan personel di sejumlah titik strategis. Diperkirakan sekitar 2,8 juta kendaraan akan kembali menuju wilayah Jakarta pada masa arus balik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, kami melakukan penebalan personel. Proyeksi arus balik mencapai 2,8 juta kendaraan, sehingga harus dipersiapkan dengan matang,&amp;rdquo; ujar Agus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan, seluruh pergerakan arus balik dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra akan dikelola secara terpadu agar tetap aman dan lancar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada arus balik nanti, semua pergerakan akan menuju Jakarta, baik dari Trans Jawa maupun dari Sumatra. Ini harus kita kelola bersama,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Agus memastikan Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan contraflow dan one way, guna menghadapi puncak arus balik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika arus balik bisa terurai antara tanggal 2 hingga 4 Januari, tentu beban akan lebih ringan. Namun apabila puncaknya terjadi pada 4 Januari, kami sudah siap dengan seluruh skenario yang ada,&amp;rdquo; tutup Agus.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polri memprediksi pergerakan arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami pergeseran waktu. Jika sebelumnya arus balik diperkirakan terjadi pada 2 Januari, kini puncaknya diprediksi berlangsung pada 4 Januari 2026.&#13;
&#13;
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, pergeseran arus balik Nataru tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran arus balik. Yang semula direncanakan pada 2 Januari, kemungkinan bergeser ke 4 Januari,&amp;rdquo; kata Agus, Sabtu (27/12/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Korlantas Polri akan melakukan penebalan personel di sejumlah titik strategis. Diperkirakan sekitar 2,8 juta kendaraan akan kembali menuju wilayah Jakarta pada masa arus balik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, kami melakukan penebalan personel. Proyeksi arus balik mencapai 2,8 juta kendaraan, sehingga harus dipersiapkan dengan matang,&amp;rdquo; ujar Agus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan, seluruh pergerakan arus balik dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra akan dikelola secara terpadu agar tetap aman dan lancar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada arus balik nanti, semua pergerakan akan menuju Jakarta, baik dari Trans Jawa maupun dari Sumatra. Ini harus kita kelola bersama,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Agus memastikan Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan contraflow dan one way, guna menghadapi puncak arus balik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika arus balik bisa terurai antara tanggal 2 hingga 4 Januari, tentu beban akan lebih ringan. Namun apabila puncaknya terjadi pada 4 Januari, kami sudah siap dengan seluruh skenario yang ada,&amp;rdquo; tutup Agus.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
