<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Thailand Deteksi Ratusan Drone di Perbatasan, Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata</title><description>Gencatan senjata Thailand dan Kamboja baru mulai berlaku pada Sabtu, 27 Desember, mengakhiri 20 hari konflik yang menelan ratusan korban. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/29/18/3192497/thailand-deteksi-ratusan-drone-di-perbatasan-tuduh-kamboja-langgar-gencatan-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/29/18/3192497/thailand-deteksi-ratusan-drone-di-perbatasan-tuduh-kamboja-langgar-gencatan-senjata"/><item><title>Thailand Deteksi Ratusan Drone di Perbatasan, Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/29/18/3192497/thailand-deteksi-ratusan-drone-di-perbatasan-tuduh-kamboja-langgar-gencatan-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/29/18/3192497/thailand-deteksi-ratusan-drone-di-perbatasan-tuduh-kamboja-langgar-gencatan-senjata</guid><pubDate>Senin 29 Desember 2025 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/29/18/3192497/thailand_dan_kamboja_menandatangani_gencatan_senjata-WwHY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Thailand dan Kamboja menandatangani gencatan senjata pada 26 Desember 2025, mengakhiri pertempuran 20 hari di perbatasan. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/29/18/3192497/thailand_dan_kamboja_menandatangani_gencatan_senjata-WwHY_large.jpg</image><title>Thailand dan Kamboja menandatangani gencatan senjata pada 26 Desember 2025, mengakhiri pertempuran 20 hari di perbatasan. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tentara Thailand menuduh Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru ditandatangani setelah berminggu-minggu bentrokan mematikan yang memaksa hampir satu juta orang mengungsi dari rumah mereka.&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan, tentara Thailand mengatakan bahwa lebih dari 250 pesawat tanpa awak (UAV) terdeteksi terbang dari sisi Kamboja pada Minggu (28/12/2025) malam.&#13;
&#13;
Gencatan senjata mulai berlaku pada siang hari waktu setempat pada Sabtu (27/12/2025). Kedua belah pihak sepakat untuk membekukan garis depan di posisi saat ini, melarang bala bantuan, dan mengizinkan warga sipil yang tinggal di daerah perbatasan untuk kembali sesegera mungkin.&#13;
&#13;
Hal itu dipandang sebagai terobosan, yang terjadi setelah berhari-hari pembicaraan antara kedua negara dengan dukungan diplomatik dari China dan Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/12/2025), Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengatakan tindakan Kamboja &amp;ldquo;merupakan provokasi dan pelanggaran terhadap langkah-langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan,&amp;rdquo; serta menambahkan bahwa tindakan tersebut &amp;ldquo;tidak konsisten&amp;rdquo; dengan ketentuan gencatan senjata.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka juga menyebut &amp;ldquo;mungkin perlu mempertimbangkan kembali&amp;rdquo; pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan di Thailand sejak Juli.&#13;
&#13;
Thailand akan &amp;ldquo;berkewajiban untuk bertindak sesuai dengan&amp;hellip; (jika) pelanggaran perjanjian dan kedaulatan nasional terus berlanjut,&amp;rdquo; tambah pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Kamboja belum memberikan komentar.&#13;
&#13;
Hal ini terjadi hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi memuji gencatan senjata yang &amp;ldquo;diperoleh dengan susah payah,&amp;rdquo; dan Presiden AS Donald Trump memuji &amp;ldquo;kesimpulan yang cepat dan adil.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Perselisihan antara Thailand dan Kamboja bukanlah hal baru, sudah berlangsung lebih dari seabad.&#13;
&#13;
Ketegangan terbaru meningkat awal tahun ini, setelah sekelompok perempuan Kamboja menyanyikan lagu-lagu patriotik di sebuah kuil yang dipersengketakan.&#13;
&#13;
Seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan pada Mei. Hal ini menjerumuskan hubungan kedua negara ke titik terendah dalam lebih dari satu dekade.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pertempuran sengit selama lima hari di sepanjang perbatasan menyebabkan puluhan tentara dan warga sipil tewas. Ribuan warga sipil lainnya mengungsi.&#13;
&#13;
Kesepakatan gencatan senjata yang rapuh disepakati pada Juli dan ditandatangani pada Oktober. Namun, kesepakatan itu runtuh awal bulan ini ketika bentrokan baru meletus.&#13;
&#13;
Kedua belah pihak saling menyalahkan atas kegagalan gencatan senjata tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tentara Thailand menuduh Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru ditandatangani setelah berminggu-minggu bentrokan mematikan yang memaksa hampir satu juta orang mengungsi dari rumah mereka.&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan, tentara Thailand mengatakan bahwa lebih dari 250 pesawat tanpa awak (UAV) terdeteksi terbang dari sisi Kamboja pada Minggu (28/12/2025) malam.&#13;
&#13;
Gencatan senjata mulai berlaku pada siang hari waktu setempat pada Sabtu (27/12/2025). Kedua belah pihak sepakat untuk membekukan garis depan di posisi saat ini, melarang bala bantuan, dan mengizinkan warga sipil yang tinggal di daerah perbatasan untuk kembali sesegera mungkin.&#13;
&#13;
Hal itu dipandang sebagai terobosan, yang terjadi setelah berhari-hari pembicaraan antara kedua negara dengan dukungan diplomatik dari China dan Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/12/2025), Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengatakan tindakan Kamboja &amp;ldquo;merupakan provokasi dan pelanggaran terhadap langkah-langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan,&amp;rdquo; serta menambahkan bahwa tindakan tersebut &amp;ldquo;tidak konsisten&amp;rdquo; dengan ketentuan gencatan senjata.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka juga menyebut &amp;ldquo;mungkin perlu mempertimbangkan kembali&amp;rdquo; pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan di Thailand sejak Juli.&#13;
&#13;
Thailand akan &amp;ldquo;berkewajiban untuk bertindak sesuai dengan&amp;hellip; (jika) pelanggaran perjanjian dan kedaulatan nasional terus berlanjut,&amp;rdquo; tambah pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Kamboja belum memberikan komentar.&#13;
&#13;
Hal ini terjadi hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi memuji gencatan senjata yang &amp;ldquo;diperoleh dengan susah payah,&amp;rdquo; dan Presiden AS Donald Trump memuji &amp;ldquo;kesimpulan yang cepat dan adil.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Perselisihan antara Thailand dan Kamboja bukanlah hal baru, sudah berlangsung lebih dari seabad.&#13;
&#13;
Ketegangan terbaru meningkat awal tahun ini, setelah sekelompok perempuan Kamboja menyanyikan lagu-lagu patriotik di sebuah kuil yang dipersengketakan.&#13;
&#13;
Seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan pada Mei. Hal ini menjerumuskan hubungan kedua negara ke titik terendah dalam lebih dari satu dekade.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pertempuran sengit selama lima hari di sepanjang perbatasan menyebabkan puluhan tentara dan warga sipil tewas. Ribuan warga sipil lainnya mengungsi.&#13;
&#13;
Kesepakatan gencatan senjata yang rapuh disepakati pada Juli dan ditandatangani pada Oktober. Namun, kesepakatan itu runtuh awal bulan ini ketika bentrokan baru meletus.&#13;
&#13;
Kedua belah pihak saling menyalahkan atas kegagalan gencatan senjata tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
