<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Dekade Perjanjian Helsinki, Perdamaian Aceh Harus Tetap Dijaga</title><description>Azis juga menyinggung soal insiden pengibaran bendera bulan bintang atau bendera GAM yang kemudian ditertibkan aparat TNI di Lhokseumawe.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/29/337/3192417/dua-dekade-perjanjian-helsinki-perdamaian-aceh-harus-tetap-dijaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/29/337/3192417/dua-dekade-perjanjian-helsinki-perdamaian-aceh-harus-tetap-dijaga"/><item><title>Dua Dekade Perjanjian Helsinki, Perdamaian Aceh Harus Tetap Dijaga</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/29/337/3192417/dua-dekade-perjanjian-helsinki-perdamaian-aceh-harus-tetap-dijaga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/29/337/3192417/dua-dekade-perjanjian-helsinki-perdamaian-aceh-harus-tetap-dijaga</guid><pubDate>Senin 29 Desember 2025 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/29/337/3192417/pemerintah-TR0s_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perjanjian Helsinki/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/29/337/3192417/pemerintah-TR0s_large.jpg</image><title>Perjanjian Helsinki/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Konflik panjang di Aceh yang banyak menelan korban jiwa berakhir lewat perjanjian damai di Helsinki, Finlandia 20 tahun silam. &amp;nbsp;Diketahui, saat ini Aceh sedang dalam pemulihan usai banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan ratusan orang jadi korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aceh telah membuktikan bahwa perdamaian adalah pilihan yang benar. Senjata telah lama terdiam, kehidupan sosial perlahan pulih, dan pembangunan berjalan lebih terbuka,&amp;rdquo; ujar anggota DPR RI, Azis Subekti, Senin (29/12/2025).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun kata dia, peringatan dua dekade perdamaian ini seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan nostalgia sejarah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perdamaian Aceh bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan janji politik dan moral negara. Ia adalah aset nasional yang nilainya jauh melampaui stabilitas keamanan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, keadilan dan kesejahteraan saat ini dirasakan langsung oleh rakyat Aceh.&#13;
&#13;
Azis juga menyinggung soal insiden pengibaran bendera bulan bintang atau bendera GAM yang kemudian ditertibkan aparat TNI di Lhokseumawe, Aceh, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menjaga perdamaian Aceh tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Negara perlu hadir melalui pendekatan kesejahteraan yang konsisten dan berkeadilan,&amp;rdquo;ungkap Azis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam konteks ini kata Azis, pemerintah memiliki momentum penting untuk menuntaskan pekerjaan rumah sejarah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menyelesaikan butir-butir MoU Helsinki yang tertunda bukan hanya soal Aceh, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam memenuhi janji kepada warganya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menjaga perdamaian Aceh berarti merawat martabat manusia di dalamnya dan itulah ukuran sejati dari negara yang hadir dan bertanggung jawab,&amp;rdquo; tutup Azis.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Konflik panjang di Aceh yang banyak menelan korban jiwa berakhir lewat perjanjian damai di Helsinki, Finlandia 20 tahun silam. &amp;nbsp;Diketahui, saat ini Aceh sedang dalam pemulihan usai banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan ratusan orang jadi korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aceh telah membuktikan bahwa perdamaian adalah pilihan yang benar. Senjata telah lama terdiam, kehidupan sosial perlahan pulih, dan pembangunan berjalan lebih terbuka,&amp;rdquo; ujar anggota DPR RI, Azis Subekti, Senin (29/12/2025).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun kata dia, peringatan dua dekade perdamaian ini seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan nostalgia sejarah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perdamaian Aceh bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan janji politik dan moral negara. Ia adalah aset nasional yang nilainya jauh melampaui stabilitas keamanan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, keadilan dan kesejahteraan saat ini dirasakan langsung oleh rakyat Aceh.&#13;
&#13;
Azis juga menyinggung soal insiden pengibaran bendera bulan bintang atau bendera GAM yang kemudian ditertibkan aparat TNI di Lhokseumawe, Aceh, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menjaga perdamaian Aceh tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Negara perlu hadir melalui pendekatan kesejahteraan yang konsisten dan berkeadilan,&amp;rdquo;ungkap Azis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam konteks ini kata Azis, pemerintah memiliki momentum penting untuk menuntaskan pekerjaan rumah sejarah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menyelesaikan butir-butir MoU Helsinki yang tertunda bukan hanya soal Aceh, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam memenuhi janji kepada warganya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menjaga perdamaian Aceh berarti merawat martabat manusia di dalamnya dan itulah ukuran sejati dari negara yang hadir dan bertanggung jawab,&amp;rdquo; tutup Azis.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
