<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakil Ketua MPR Sebut Kepala Daerah Dipilih DPRD Tak Langgar Konstitusi</title><description>Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menilai wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD layak dipertimbangkan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192524/wakil-ketua-mpr-sebut-kepala-daerah-dipilih-dprd-tak-langgar-konstitusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192524/wakil-ketua-mpr-sebut-kepala-daerah-dipilih-dprd-tak-langgar-konstitusi"/><item><title>Wakil Ketua MPR Sebut Kepala Daerah Dipilih DPRD Tak Langgar Konstitusi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192524/wakil-ketua-mpr-sebut-kepala-daerah-dipilih-dprd-tak-langgar-konstitusi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192524/wakil-ketua-mpr-sebut-kepala-daerah-dipilih-dprd-tak-langgar-konstitusi</guid><pubDate>Selasa 30 Desember 2025 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/30/337/3192524/wakil_ketua_mpr_eddy_soeparno-pNVI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua MPR Sebut Kepala Daerah Dipilih DPRD Tak Langgar Konstitusi (Felldy Utama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/30/337/3192524/wakil_ketua_mpr_eddy_soeparno-pNVI_large.jpg</image><title>Wakil Ketua MPR Sebut Kepala Daerah Dipilih DPRD Tak Langgar Konstitusi (Felldy Utama)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menilai wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) baik gubernur maupun bupati/wali kota dipilih oleh dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) layak dipertimbangkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami melihatnya itu adalah sebuah usulan yang memang layak dipertimbangkan,&amp;quot; kata Eddy di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).&#13;
&#13;
Berkaca dari pengalamannya sebagai Sekjen PAN hampir 10 tahun, Eddy melihat banyak sekali persoalan yang dihadapi dalam proses atau tahapan dari pelaksanaan pilkada secara langsung atau dipilih oleh rakyat.&#13;
&#13;
Persoalan itu diantaranya politik uang atau money politics, politik dinasti, hingga politik identitas yang muncul di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ingin melihat bagaimana kemudian jika model itu kita kembalikan kepada model keterwakilan melalui DPRD, agar ekses-ekses tersebut bisa kemudian kita kurangi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengakui, akan banyak kritik yang dilayangkan masyarakat jika usulan pilkada dipilih DPRD ini benar terealisasi. Namun, ia juga mengingatkan dampak negatif pilkada langsung yang perlu diperhitungkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ini menurut saya salah satu hal yang perlu kita jadikan pertimbangan. Ini menjadi bahan kajian bagi kita semua, tetapi ini adalah hal yang layak untuk dikaji, sehingga nanti output-nya itu adalah untuk memperbaiki kualitas dari demokrasi kita, kualitas dari pemilihan kepala daerah kita,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Eddy menegaskan usulan Pilkada dipilih DPRD tidak melanggar konstitusi dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia. Jika tetap masih ada yang merasa dirugikan, ia menyebut ada ruang untuk mengujinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih konstitusional. Andai kata pun misalkan saja kemudian ada perubahan terhadap undang-undang pelaksanaan Pemilu atau Pilkada, tentu bagi mereka yang merasa hal ini tidak konstitusional, ada jalurnya untuk membawa ini ke Mahkamah Konstitusi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menilai wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) baik gubernur maupun bupati/wali kota dipilih oleh dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) layak dipertimbangkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami melihatnya itu adalah sebuah usulan yang memang layak dipertimbangkan,&amp;quot; kata Eddy di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).&#13;
&#13;
Berkaca dari pengalamannya sebagai Sekjen PAN hampir 10 tahun, Eddy melihat banyak sekali persoalan yang dihadapi dalam proses atau tahapan dari pelaksanaan pilkada secara langsung atau dipilih oleh rakyat.&#13;
&#13;
Persoalan itu diantaranya politik uang atau money politics, politik dinasti, hingga politik identitas yang muncul di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ingin melihat bagaimana kemudian jika model itu kita kembalikan kepada model keterwakilan melalui DPRD, agar ekses-ekses tersebut bisa kemudian kita kurangi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengakui, akan banyak kritik yang dilayangkan masyarakat jika usulan pilkada dipilih DPRD ini benar terealisasi. Namun, ia juga mengingatkan dampak negatif pilkada langsung yang perlu diperhitungkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ini menurut saya salah satu hal yang perlu kita jadikan pertimbangan. Ini menjadi bahan kajian bagi kita semua, tetapi ini adalah hal yang layak untuk dikaji, sehingga nanti output-nya itu adalah untuk memperbaiki kualitas dari demokrasi kita, kualitas dari pemilihan kepala daerah kita,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Eddy menegaskan usulan Pilkada dipilih DPRD tidak melanggar konstitusi dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia. Jika tetap masih ada yang merasa dirugikan, ia menyebut ada ruang untuk mengujinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih konstitusional. Andai kata pun misalkan saja kemudian ada perubahan terhadap undang-undang pelaksanaan Pemilu atau Pilkada, tentu bagi mereka yang merasa hal ini tidak konstitusional, ada jalurnya untuk membawa ini ke Mahkamah Konstitusi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
